Lawan Teknologi China, AS Kucurkan Dana Segar ke Intel

Minggu, 24 Agustus 2025 - 11:01 WIB
loading...
Lawan Teknologi China,...
, AS Kucurkan Dana Segar ke Intel. FOTO/ DAILY
A A A
NEW YORK - Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi mengakuisisi hampir 10 persen saham di produsen cip terkemuka Intel Corporation melalui investasi strategis senilai USD8,9 miliar.

Pemerintah AS menginvestasikan USD8,9 miliar untuk mengakuisisi 9,9% saham Intel melalui dana CHIPS Act dan program Secure Enclave, tanpa hak suara atau kursi dewan direksi.

Langkah ini bertujuan untuk memperkuat produksi semikonduktor domestik dan menyelamatkan Intel, yang tertinggal dari TSMC dan Samsung.

Investasi ini menjadikan total dukungan pemerintah untuk Intel menjadi USD11,1 miliar, tetapi para analis mengatakan suntikan modal saja tidak menyelesaikan masalah fundamental perusahaan.

Ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat produksi semikonduktor domestik dan memulihkan posisi Intel di pasar global.

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi kesepakatan tersebut, yang melibatkan pembelian 433,3 juta unit saham biasa Intel, setara dengan 9,9 persen dari saham perusahaan yang sepenuhnya terdilusi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
4 Alasan Rakyat AS Marah...
4 Alasan Rakyat AS Marah Besar atas Kematian 2 Tentara dan Kegagalan Melawan Iran
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap Psikologi Presiden Trump Lebih Penting Dibandingkan Biaya Politik
Mengapa Yordania Jadi...
Mengapa Yordania Jadi Bulan-bulanan Serangan Iran, Termasuk Tewaskan 2 Tentara AS?
Rekomendasi
BPOM Temukan 14 Kosmetik...
BPOM Temukan 14 Kosmetik Berbahaya, Ini Daftarnya!
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
Polda Metro Patroli...
Polda Metro Patroli ke Lokasi-lokasi Nobar Final Argentina vs Spanyol, Warga Diminta Tetap Sportif
Berita Terkini
Bukan Cuma Otomatisasi,...
Bukan Cuma Otomatisasi, Fitur AI Mekari Talenta Dorong HR Jadi Mitra Strategis Bisnis
Lewat Forum CorpU Association...
Lewat Forum CorpU Association Insight, Telkom Percepat Transformasi Talenta
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
5 Rekomendasi Laptop...
5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kerja Kantoran di Tahun 2026
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved