Terindikasi Zat seperti Racun Tikus, Daging Babi Berubah Jadi Biru
Kamis, 21 Agustus 2025 - 13:07 WIB
loading...
Daging babi berubah menjadi biru. Foto/ DAILY
A
A
A
CALIFORNIA - Sebuah fenomena aneh mengejutkan warga ketika daging babi hutan di beberapa wilayah California dilaporkan berubah menjadi biru neon akibat keracunan zat kimia beracun difasinon, sejenis racun tikus yang digunakan untuk mengendalikan populasi hama.
Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan daging babi hutan berwarna biru tua, hampir seperti 'biru blueberry', menurut Dan Burton, pemilik perusahaan pengendalian satwa liar yang diwawancarai oleh Los Angeles Times.
Otoritas negara bagian memperingatkan para pemburu dan masyarakat umum untuk tidak mengonsumsi daging buruan yang terpapar racun karena proses memasak tidak dapat menghilangkan racunnya.
Menurut Departemen Perikanan dan Margasatwa California (CDFW), mengonsumsi daging yang terkontaminasi dapat menyebabkan gusi dan hidung berdarah, darah dalam urine dan feses, sakit perut, pusing, tekanan darah rendah, sesak napas, dan bahkan dapat berakibat fatal.
Koordinator investigasi pestisida CDFW, Dr. Ryan Bourbour, mengatakan bahwa paparan rodentisida tidak hanya memengaruhi babi hutan, tetapi juga hewan lain termasuk rusa, beruang, angsa, burung hantu, singa gunung, dan kondor.
“Para pemburu harus menyadari bahwa daging buruan dapat terkontaminasi jika hewan tersebut terpapar rodentisida,” tutur Ryan.
CDFW juga mengimbau para pemburu untuk melaporkan jaringan berwarna biru atau tanda-tanda tidak biasa lainnya pada buruan ke laboratorium kesehatan satwa liar milik badan tersebut.
Sebagai tindakan pencegahan, pemerintah California telah membatasi penggunaan difasinon untuk tujuan tertentu seperti pengendalian vektor nyamuk dan perlindungan spesies yang terancam punah.
Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran yang lebih luas tentang dampak penggunaan rodentisida terhadap ekosistem, karena predator atau buruan yang memakan hewan yang terkontaminasi juga berisiko sakit atau mati.
Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan daging babi hutan berwarna biru tua, hampir seperti 'biru blueberry', menurut Dan Burton, pemilik perusahaan pengendalian satwa liar yang diwawancarai oleh Los Angeles Times.
Otoritas negara bagian memperingatkan para pemburu dan masyarakat umum untuk tidak mengonsumsi daging buruan yang terpapar racun karena proses memasak tidak dapat menghilangkan racunnya.
Menurut Departemen Perikanan dan Margasatwa California (CDFW), mengonsumsi daging yang terkontaminasi dapat menyebabkan gusi dan hidung berdarah, darah dalam urine dan feses, sakit perut, pusing, tekanan darah rendah, sesak napas, dan bahkan dapat berakibat fatal.
Koordinator investigasi pestisida CDFW, Dr. Ryan Bourbour, mengatakan bahwa paparan rodentisida tidak hanya memengaruhi babi hutan, tetapi juga hewan lain termasuk rusa, beruang, angsa, burung hantu, singa gunung, dan kondor.
“Para pemburu harus menyadari bahwa daging buruan dapat terkontaminasi jika hewan tersebut terpapar rodentisida,” tutur Ryan.
CDFW juga mengimbau para pemburu untuk melaporkan jaringan berwarna biru atau tanda-tanda tidak biasa lainnya pada buruan ke laboratorium kesehatan satwa liar milik badan tersebut.
Sebagai tindakan pencegahan, pemerintah California telah membatasi penggunaan difasinon untuk tujuan tertentu seperti pengendalian vektor nyamuk dan perlindungan spesies yang terancam punah.
Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran yang lebih luas tentang dampak penggunaan rodentisida terhadap ekosistem, karena predator atau buruan yang memakan hewan yang terkontaminasi juga berisiko sakit atau mati.
(wbs)
Lihat Juga :