Badai Koreksi Menerpa Bitcoin, Investor Ritel Panik Jual, Para Paus Justru Serok Cuan

Rabu, 20 Agustus 2025 - 11:18 WIB
loading...
A A A
Langkah ini menambah koleksi mereka menjadi 629.376 BTC. Sebuah angka yang fantastis, mengingat harga beli rata-rata mereka hanya USD73.320 per koin. Ini menunjukkan keuntungan di atas kertas yang luar biasa besar dan menjadi kritik tajam betapa pasar ini sangat dipengaruhi oleh segelintir pemain besar.

Tak mau ketinggalan, Metaplanet, "MicroStrategy-nya Jepang," juga ikut berbelanja. Mereka baru saja menggelontorkan Rp 1,5 triliun (USD93 juta) untuk membeli 775 BTC. Total kepemilikan mereka kini mencapai 18.888 BTC, menegaskan strategi mereka untuk menjadikan Bitcoin sebagai aset cadangan utama.

"Pembelian dilakukan di kisaran harga rata-rata USD120.006 per BTC," ungkap CEO Metaplanet, Simon Gerovich, dalam sebuah pernyataan yang seolah berkata, "kami tidak takut dengan penurunan ini."

Wasit Masih Ragu-Ragu, Pasar Menunggu

Di sisi lain, "wasit" pasar, yakni Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), kembali meniup peluit penundaan. Keputusan untuk beberapa produk investasi kripto yang ditunggu-tunggu—seperti ETF Bitcoin-Ethereum dan ETF Solana—kembali diundur hingga Oktober.

Bagi investor, ETF ini ibarat sebuah jembatan yang akan menghubungkan dana-dana raksasa dari investor tradisional ke dunia kripto. Penundaan yang berlarut-larut dari SEC ini menjadi semacam "rem tangan" yang menahan laju pasar dan menciptakan ketidakpastian yang merugikan investor kecil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
Perang Berkecamuk, Harga...
Perang Berkecamuk, Harga Bitcoin Mengamuk Tembus Rp1,1 Miliar
Pasar Kripto di Akhir...
Pasar Kripto di Akhir 2025: Bitcoin Layu di Rp 1,46 Miliar, Token Kecil Melesat hingga 69 Persen
Token Lokal Rasa Global:...
Token Lokal Rasa Global: Masuk Indodax hingga Bitrue, Palapa Kini Bidik Integrasi Hotel dan Gim
Kripto Berdarah: Bitcoin...
Kripto Berdarah: Bitcoin Terkapar di Level Rp1,47 Miliar, Suku Bunga Jepang Kembali Menghantui Pasar
Bitcoin Rebound Setelah...
Bitcoin Rebound Setelah Pembantaian Likuidasi USD19 Miliar: Geopolitik Picu Volatilitas Ekstrem Pasar Kripto
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
Bitcoin Pizza Day 2026,...
Bitcoin Pizza Day 2026, Investor Mulai Rasional dan Tinggalkan Tren FOMO
Upbit Indonesia Perkuat...
Upbit Indonesia Perkuat Literasi Blockchain Lewat Peresmian Web3 Education Center
Rekomendasi
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Bek Arab Saudi Abdulelah...
Bek Arab Saudi Abdulelah al-Amri Koyak Gawang Uruguay di Babak Pertama
Berita Terkini
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Di Balik Pemblokiran...
Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
Infografis
Robert Prevost, Paus...
Robert Prevost, Paus Pertama dari Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved