Perang Bodi Ramping: iPhone 17 Air Kalahkan Galaxy S25 Edge, tapi Bensinnya Cepat Habis?
Rabu, 20 Agustus 2025 - 08:29 WIB
loading...
Perbandingan perangkat yang diduga sebagai iPhone 17 Air dengan Galaxy S25 Edge. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Dua raksasa, Apple dan Samsung, kembali beradu gengsi, namun kali ini bukan soal kekuatan prosesor atau kecanggihan kamera, melainkan tentang siapa yang mampu menciptakan ponsel paling tipis dan elegan.
Sang penantang baru, iPhone 17 Air, secara visual berhasil mempermalukan rivalnya, Samsung Galaxy S25 Edge.
Bayangkan dua ponsel diletakkan berdampingan. Yang satu terlihat ramping, modern, dan begitu ringan di mata.
Satunya lagi, meski juga tergolong tipis, kini tampak seperti ponsel biasa yang "membosankan".
Itulah kesan pertama saat unit demo iPhone 17 Air disandingkan dengan Galaxy S25 Edge. Apple jelas memenangkan ronde pertama dalam pertarungan desain ini.
Namun, seperti pepatah, ada harga yang harus dibayar untuk sebuah keindahan. Kemenangan iPhone dalam hal bodi super tipis ini ternyata menyisakan sebuah kelemahan fatal yang bisa membuat penggunanya frustrasi setiap hari.
Adu Angka: 0,3 Milimeter vs 1.000 mAh
Mari kita bedah angkanya. Di atas kertas, pertarungan ketipisan ini memang dimenangkan Apple. IPhone 17 Air diperkirakan akan memiliki ketebalan hanya 5,5 mm, sementara Galaxy S25 Edge sedikit lebih tebal di angka 5,8 mm. Perbedaan 0,3 milimeter—setara tiga lembar kertas HVS—mungkin terdengar sepele, namun di dunia desain premium, ini adalah sebuah jurang pemisah.
Namun, kemenangan tipis itu harus dibayar mahal di sektor paling krusial: baterai. Di sinilah Samsung membalas dengan sebuah pukulan telak. iPhone 17 Air dikabarkan hanya akan dibekali baterai berkapasitas menyedihkan, yaitu 2.900 mAh. Angka ini sangat kecil untuk standar ponsel flagship tahun 2025.
Bandingkan dengan Galaxy S25 Edge yang menawarkan baterai jauh lebih superior sebesar 3.900 mAh. Perbedaan 1.000 mAh ini bukanlah angka kecil; ini adalah penentu apakah ponsel Anda bisa bertahan seharian penuh atau justru mati gaya di sore hari.
Apple dilaporkan sangat berjudi, berharap pada keajaiban manajemen baterai berbasis kecerdasan buatan (AI) di sistem operasi iOS 26 untuk menambal kelemahan perangkat keras ini. Sementara itu, pengujian nyata menunjukkan baterai Galaxy S25 Edge sudah terbukti sangat awet.
Sementara Galaxy S25 Edge, sang kuda hitam yang lebih praktis, kemungkinan dijual di angka Rp 16,8 jutaan.
Pada akhirnya, pertarungan ini adalah soal filosofi. Apakah Anda rela mengorbankan daya tahan baterai demi memiliki ponsel paling tipis dan bergengsi saat ini? Ataukah Anda lebih memilih ketenangan pikiran dengan baterai besar, meski harus mengorbankan sedikit pesona desain?
iPhone 17 Air adalah sebuah karya seni yang indah namun rapuh. Sementara Galaxy S25 Edge adalah pekerja keras yang andal. Pilihan ada di tangan Anda, namun satu hal yang pasti: perang untuk menjadi yang tertipis telah memakan korban, dan korban pertamanya adalah kapasitasbaterai.
Sang penantang baru, iPhone 17 Air, secara visual berhasil mempermalukan rivalnya, Samsung Galaxy S25 Edge.
Bayangkan dua ponsel diletakkan berdampingan. Yang satu terlihat ramping, modern, dan begitu ringan di mata.
Satunya lagi, meski juga tergolong tipis, kini tampak seperti ponsel biasa yang "membosankan".
Itulah kesan pertama saat unit demo iPhone 17 Air disandingkan dengan Galaxy S25 Edge. Apple jelas memenangkan ronde pertama dalam pertarungan desain ini.
Namun, seperti pepatah, ada harga yang harus dibayar untuk sebuah keindahan. Kemenangan iPhone dalam hal bodi super tipis ini ternyata menyisakan sebuah kelemahan fatal yang bisa membuat penggunanya frustrasi setiap hari.
Adu Angka: 0,3 Milimeter vs 1.000 mAh
![Perang Bodi Ramping: iPhone 17 Air Kalahkan Galaxy S25 Edge, tapi Bensinnya Cepat Habis?]()
Mari kita bedah angkanya. Di atas kertas, pertarungan ketipisan ini memang dimenangkan Apple. IPhone 17 Air diperkirakan akan memiliki ketebalan hanya 5,5 mm, sementara Galaxy S25 Edge sedikit lebih tebal di angka 5,8 mm. Perbedaan 0,3 milimeter—setara tiga lembar kertas HVS—mungkin terdengar sepele, namun di dunia desain premium, ini adalah sebuah jurang pemisah.
Namun, kemenangan tipis itu harus dibayar mahal di sektor paling krusial: baterai. Di sinilah Samsung membalas dengan sebuah pukulan telak. iPhone 17 Air dikabarkan hanya akan dibekali baterai berkapasitas menyedihkan, yaitu 2.900 mAh. Angka ini sangat kecil untuk standar ponsel flagship tahun 2025.
Bandingkan dengan Galaxy S25 Edge yang menawarkan baterai jauh lebih superior sebesar 3.900 mAh. Perbedaan 1.000 mAh ini bukanlah angka kecil; ini adalah penentu apakah ponsel Anda bisa bertahan seharian penuh atau justru mati gaya di sore hari.
Apple dilaporkan sangat berjudi, berharap pada keajaiban manajemen baterai berbasis kecerdasan buatan (AI) di sistem operasi iOS 26 untuk menambal kelemahan perangkat keras ini. Sementara itu, pengujian nyata menunjukkan baterai Galaxy S25 Edge sudah terbukti sangat awet.
Harga Gengsi vs Harga Fungsi
Dengan pertarungan ini, pilihan konsumen menjadi semakin rumit. iPhone 17 Air, dengan pesona bodinya yang ramping, diperkirakan akan dibanderol mulai dari Rp 17,5 jutaan (estimasi USD1.099 dengan kurs Rp 16.000).Sementara Galaxy S25 Edge, sang kuda hitam yang lebih praktis, kemungkinan dijual di angka Rp 16,8 jutaan.
Pada akhirnya, pertarungan ini adalah soal filosofi. Apakah Anda rela mengorbankan daya tahan baterai demi memiliki ponsel paling tipis dan bergengsi saat ini? Ataukah Anda lebih memilih ketenangan pikiran dengan baterai besar, meski harus mengorbankan sedikit pesona desain?
iPhone 17 Air adalah sebuah karya seni yang indah namun rapuh. Sementara Galaxy S25 Edge adalah pekerja keras yang andal. Pilihan ada di tangan Anda, namun satu hal yang pasti: perang untuk menjadi yang tertipis telah memakan korban, dan korban pertamanya adalah kapasitasbaterai.
(dan)
Lihat Juga :