Microsoft Selidiki Klaim Israel Gunakan Azure untuk Memata-matai Warga Palestina
Senin, 18 Agustus 2025 - 13:23 WIB
loading...
A
A
A
Microsoft akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi kepada The Guardian akhir pekan lalu yang menyatakan telah meluncurkan investigasi untuk mengonfirmasi tuduhan serius ini.
Investigasi ini akan dilakukan oleh firma hukum Covington & Burling, dengan Microsoft menegaskan bahwa penggunaan Azure untuk menyimpan berkas data panggilan telepon yang diperoleh melalui pengawasan massal atau meluas terhadap warga sipil di Gaza dan Tepi Barat dilarang oleh ketentuan layanannya.
Sistem mata-mata Israel telah dijalankan oleh Unit 8200 sejak tahun 2022, dengan data yang dikumpulkan kemudian digunakan untuk membantu melancarkan serangan udara dan merencanakan operasi militer di Gaza dan Tepi Barat.
Dalam dokumen yang bocor, rekaman panggilan telepon Palestina disimpan di pusat data Azure yang berlokasi di Belanda dan Irlandia.
Dalam basis data Belanda saja, lebih dari 200 juta jam rekaman audio disimpan, menghabiskan ruang penyimpanan sebesar 11.500 TB.
Ini adalah investigasi eksternal kedua yang dilakukan oleh Microsoft.
Investigasi ini akan dilakukan oleh firma hukum Covington & Burling, dengan Microsoft menegaskan bahwa penggunaan Azure untuk menyimpan berkas data panggilan telepon yang diperoleh melalui pengawasan massal atau meluas terhadap warga sipil di Gaza dan Tepi Barat dilarang oleh ketentuan layanannya.
Sistem mata-mata Israel telah dijalankan oleh Unit 8200 sejak tahun 2022, dengan data yang dikumpulkan kemudian digunakan untuk membantu melancarkan serangan udara dan merencanakan operasi militer di Gaza dan Tepi Barat.
Dalam dokumen yang bocor, rekaman panggilan telepon Palestina disimpan di pusat data Azure yang berlokasi di Belanda dan Irlandia.
Dalam basis data Belanda saja, lebih dari 200 juta jam rekaman audio disimpan, menghabiskan ruang penyimpanan sebesar 11.500 TB.
Ini adalah investigasi eksternal kedua yang dilakukan oleh Microsoft.
Lihat Juga :