Kebijakan Donald Trump Buka Pintu Kripto ke Dana Pensiun, Harga Bitcoin Melonjak Tembus Rp1,9 Miliar

Jum'at, 08 Agustus 2025 - 16:02 WIB
loading...
Kebijakan Donald Trump...
Harga Bitcoin melonjak ke level tertinggi baru gara-gara Donald Trump. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Pasar aset kripto kembali bergejolak. Dalam sebuah pergerakan dramatis dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin berhasil menembus level psikologis baru yang signifikan, memicu gelombang optimisme di kalangan investor.

Berdasarkan analisis pada Jumat pagi, 8 Agustus 2025, harga Bitcoin (BTC) tercatat melonjak sebesar 2,26% dan bertengger di level US117.400 atau setara dengan Rp1,91miliar.

Kenaikan ini turut mendorong total kapitalisasi pasar aset kripto global yang melesat 2,703,81 triliun (lebih dari Rp62.000 triliun), dengan dominasi pasar Bitcoin berada di level 61%.

Katalis utama di balik lonjakan harga yang terjadi sejak Kamis malam ini adalah sebuah pengumuman kebijakan besar dari Amerika Serikat. Presiden Donald Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif yang dinilai sebagai terobosan besar bagi adopsi aset digital di tingkat institusional.

Terobosan Kebijakan: Kripto Masuki Pasar Pensiun Amerika Serikat

Menurut Panji Yudha, Financial Expert dari Ajaib, pemicu utama sentimen positif ini adalah perintah eksekutif yang memungkinkan aset alternatif untuk dimasukkan ke dalam program dana pensiun 401(k). Aset-aset tersebut mencakup properti, private equity, dan yang paling signifikan, aset kripto seperti Bitcoin.

Langkah ini membuka akses bagi aset digital untuk masuk ke dalam pasar pensiun Amerika Serikat yang nilainya sangat masif, yaitu lebih dari USD9 triliun atau setara dengan lebih dari Rp146.000 triliun.
Potensi aliran dana baru dalam skala raksasa inilah yang memicu reaksi bullish instan dari para pelaku pasar.

Dampak Jangka Panjang dan Konsistensi Arah Kebijakan

Perintah eksekutif ini dipandang sebagai dorongan signifikan untuk menjadikan Amerika Serikat sebagai pusat kripto global. Meskipun implementasi penuhnya masih memerlukan proses, seperti revisi aturan oleh lembaga federal seperti Departemen Tenaga Kerja, arah kebijakan yang pro-kripto dari pemerintahan Trump dinilai sudah sangat jelas dan konsisten.

Kebijakan ini juga merupakan kelanjutan dari langkah-langkah sebelumnya, termasuk pengesahan undang-undang mengenai stablecoin.

Konsistensi ini memberikan kepastian bagi para investor dan pelaku industri mengenai masa depan regulasi aset digital di negara dengan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Analisis Pasar dan Proyeksi Jangka Pendek

Dengan sentimen positif yang kuat ini, analisis pasar menunjukkan bahwa pergerakan harga Bitcoin dalam waktu dekat berpotensi berada di rentang USD116.000 hingga USD123.000. Level USD116.000 kini menjadi area baru yang penting, sementara USD123.000 menjadi target resistensi berikutnya yang akan diuji oleh pasar.

Langkah kebijakan yang diambil oleh pemerintah Amerika Serikat telah berhasil menyuntikkan gelombang optimisme dan legitimasi baru ke dalam pasar aset kripto. Meskipun jalan menuju implementasi penuh masih membutuhkan waktu, terbukanya pintu menuju dana pensiun triliunan dolar telah menciptakan sebuah narasi bullish yang kuat. Investor di seluruh dunia kini mengamati dengan saksama apakah momentum ini dapat membawa Bitcoin ke level hargatertinggibaru.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
5 Platform Crypto Terbaik...
5 Platform Crypto Terbaik 2026
7 Platform Crypto Futures...
7 Platform Crypto Futures Indonesia, Aman dan Resmi di 2026
Perang Berkecamuk, Harga...
Perang Berkecamuk, Harga Bitcoin Mengamuk Tembus Rp1,1 Miliar
Pasar Kripto di Akhir...
Pasar Kripto di Akhir 2025: Bitcoin Layu di Rp 1,46 Miliar, Token Kecil Melesat hingga 69 Persen
Token Lokal Rasa Global:...
Token Lokal Rasa Global: Masuk Indodax hingga Bitrue, Palapa Kini Bidik Integrasi Hotel dan Gim
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Upbit Indonesia Bagikan...
Upbit Indonesia Bagikan 5 Langkah Memulai Investasi Kripto bagi Pemula
Dua Kali Berturut PINTU...
Dua Kali Berturut PINTU Raih Penghargaan Kepatuhan Hukum
Rekomendasi
Insiden Tutup Mulut...
Insiden Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Messi Kebal Kartu Merah?
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Perkuat Nasionalisme,...
Perkuat Nasionalisme, TNI Gelar Nobar Kebangsaan Piala Dunia 2026 di 1.500 Lokasi
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Memodernisasikan Pertahanan...
Memodernisasikan Pertahanan Maritim, Indonesia Berpotensi Kembangkan Teknologi Kapal Laut
Infografis
Presiden AS Donald Trump...
Presiden AS Donald Trump Kecam Serangan India ke Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved