WhatsApp Blokir Lebih dari 6,8 Juta Akun Penipuan
Kamis, 07 Agustus 2025 - 07:38 WIB
loading...
WhatsApp Blokir Lebih dari 6,8 Juta Aku. FOTO/ DAILY
A
A
A
JAKARTA - WhatsApp memblokir lebih dari 6,8 juta akun yang terhubung dengan operasi penipuan pada paruh pertama tahun ini, Anadolu Ajansi (AA) melaporkan, mengutip perusahaan induknya, Meta, pada hari Selasa.
"Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk melindungi masyarakat dari penipuan, WhatsApp mendeteksi dan memblokir lebih dari 6,8 juta akun yang terhubung dengan pusat penipuan," kata perusahaan itu.
Menurut Meta, akun-akun tersebut diblokir sebelum sebagian besar dapat digunakan, sebagai hasil dari investigasi mendalam dan upaya penegakan hukum yang ditingkatkan.
Pusat penipuan seringkali menjalankan beberapa skema secara bersamaan, termasuk penipuan mata uang kripto dan skema piramida.
Tanda peringatan yang umum adalah permintaan pembayaran di muka dengan imbalan imbal hasil atau pendapatan yang dijanjikan, katanya.
Platform ini juga meluncurkan fitur "tinjauan keamanan" untuk aktivitas obrolan grup, yang akan muncul ketika pengguna ditambahkan ke grup oleh seseorang yang tidak ada dalam daftar kontak mereka.
Tinjauan tersebut memberikan informasi tentang grup dan tips keamanan, yang memungkinkan pengguna untuk segera keluar tanpa harus melihat percakapan. Notifikasi grup juga akan dibisukan agar pengguna tidak menyadari keberadaan mereka di grup, demikian pernyataan tersebut.
WhatsApp juga sedang menguji fitur peringatan untuk kontak tak dikenal, yang akan memperingatkan pengguna sebelum memulai percakapan dengan seseorang yang tidak ada dalam daftar kontak mereka. Fitur ini bertujuan untuk memberikan konteks dan mendorong pengguna agar lebih berhati-hati.
Meta mengatakan penipu sering menggunakan taktik seperti janji uang mudah, investasi palsu, atau ancaman tagihan yang jatuh tempo untuk mengelabui korban.
Meta mengimbau pengguna untuk tetap waspada ketika didekati oleh orang tak dikenal secara online, terutama mereka yang meminta uang atau informasi pribadi.
"Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk melindungi masyarakat dari penipuan, WhatsApp mendeteksi dan memblokir lebih dari 6,8 juta akun yang terhubung dengan pusat penipuan," kata perusahaan itu.
Menurut Meta, akun-akun tersebut diblokir sebelum sebagian besar dapat digunakan, sebagai hasil dari investigasi mendalam dan upaya penegakan hukum yang ditingkatkan.
Pusat penipuan seringkali menjalankan beberapa skema secara bersamaan, termasuk penipuan mata uang kripto dan skema piramida.
Tanda peringatan yang umum adalah permintaan pembayaran di muka dengan imbalan imbal hasil atau pendapatan yang dijanjikan, katanya.
Platform ini juga meluncurkan fitur "tinjauan keamanan" untuk aktivitas obrolan grup, yang akan muncul ketika pengguna ditambahkan ke grup oleh seseorang yang tidak ada dalam daftar kontak mereka.
Tinjauan tersebut memberikan informasi tentang grup dan tips keamanan, yang memungkinkan pengguna untuk segera keluar tanpa harus melihat percakapan. Notifikasi grup juga akan dibisukan agar pengguna tidak menyadari keberadaan mereka di grup, demikian pernyataan tersebut.
WhatsApp juga sedang menguji fitur peringatan untuk kontak tak dikenal, yang akan memperingatkan pengguna sebelum memulai percakapan dengan seseorang yang tidak ada dalam daftar kontak mereka. Fitur ini bertujuan untuk memberikan konteks dan mendorong pengguna agar lebih berhati-hati.
Meta mengatakan penipu sering menggunakan taktik seperti janji uang mudah, investasi palsu, atau ancaman tagihan yang jatuh tempo untuk mengelabui korban.
Meta mengimbau pengguna untuk tetap waspada ketika didekati oleh orang tak dikenal secara online, terutama mereka yang meminta uang atau informasi pribadi.
(wbs)
Lihat Juga :