Upgrade Otak Raksasa Ritel Indonesia: Di Balik Gerak Cepat Kawan Lama Hadirkan Stok Informa dan Chatime Lebih Akurat

Kamis, 31 Juli 2025 - 11:25 WIB
loading...
Upgrade Otak Raksasa...
Sesi diskusi Panel di SAP Now AI Tour Asia Tenggara 2025 yang dihelat belum lama ini. Foto: ist
A A A
SINGAPURA - Kawan Lama Group, raksasa di balik merek-merek kesayangan keluarga Indonesia seperti Informa, ACE, Chatime, dan Toys Kingdom, baru saja mengumumkan langkah transformasi digital masif. Mereka secara resmi melakukan "upgrade otak" pada seluruh kerajaan bisnisnya dengan menggandeng pemimpin teknologi dunia, SAP.

Langkah strategis ini menjadi jawaban atas pertumbuhan bisnis Kawan Lama yang luar biasa cepat, yang kini mengelola lebih dari 1.200 toko dan 30 lebih merek di seluruh Indonesia.

Sakit Kepala Akibat Tumbuh Terlalu Cepat

Di balik kesuksesannya, Kawan Lama menghadapi "sakit kepala" operasional. Sistem lama mereka yang telah berusia lebih dari satu dekade tidak lagi sanggup menopang kerajaan bisnis yang begitu besar. Data antar merek terpecah-belah, membuat proses pengecekan stok menjadi lambat dan manual.

Akibatnya, banyak pelanggan harus menunggu berhari-hari hanya untuk mendapatkan konfirmasi ketersediaan barang. Padahal, seringkali barang yang dicari sebenarnya ada, namun tidak terlihat oleh sistem.

"Kami tumbuh dengan sangat cepat dan menyadari bahwa sistem kami harus mampu mengikuti laju tersebut," ujar Renaldi Tjahaya, Chief Information Officer, Kawan Lama Group. "SAP memberi kami solusi untuk beroperasi secara lebih efisien, berkembang lebih cepat, dan melayani pelanggan dengan lebih baik.”

'Otak' Baru untuk Sang Raksasa

Solusi dari masalah ini adalah RISE with SAP, sebuah platform ERP (Enterprise Resource Planning) berbasis cloud yang akan menjadi "otak" baru bagi Kawan Lama. Sistem ini akan menyatukan seluruh data dari puluhan merek mereka ke dalam satu wadah terpusat.

Dampaknya akan langsung terasa di balik meja kasir. Kini, tim di lapangan bisa mengakses inventaris secara real-time di seluruh toko dan gudang. Jika barang yang Anda cari tidak ada di rak, staf bisa langsung mengecek dan memesankannya dari toko cabang terdekat saat itu juga. Tidak ada lagi drama menunggu berhari-hari.

Visi Besar di Masa Depan

Transformasi ini bukan hanya untuk memperbaiki masalah saat ini, tetapi juga untuk membuka jalan bagi ambisi besar Kawan Lama di masa depan. Dengan fondasi digital yang kuat, mereka menargetkan untuk memperkuat lini manufaktur lokal seperti Krisbow, mengurangi ketergantungan pada produk impor, dan meluncurkan program promosi yang lebih cerdas dan personal bagi pelanggan.

“Transformasi Kawan Lama lewat RISE with SAP adalah langkah penting dalam perjalanan mereka menjadi perusahaan yang cerdas dan siap menghadapi masa depan,” ujar Andreas Diantoro, Managing Director, SAP Indonesia. "Langkah strategis ini memperkuat posisi mereka sebagai pemimpin di industri ritel yang dinamis.”

Bagi jutaan pelanggan setia Kawan Lama, "upgrade otak" di balik layar ini akan menjelma menjadi sebuah pengalaman berbelanja yang jauh lebih cepat, akurat, dan menyenangkan, membuktikan bahwa sang raksasa ritel ini terus berinovasi demi kepuasan konsumenmereka.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Alasan Utama Maskapai...
Alasan Utama Maskapai BUMN Ini Migrasi ke SAP Cloud ERP Private
SAP Luncurkan AI Agents...
SAP Luncurkan AI Agents yang bisa Jalankan Operasional Perusahaan Secara Mandiri
Sianto Wongjoyo Pimpin...
Sianto Wongjoyo Pimpin SAP Indonesia: Misi Modernisasi Perusahaan di Tengah Kesenjangan Talenta Digital
Dari 30 Hari Jadi 3...
Dari 30 Hari Jadi 3 Hari: Pabrik Sawit Koperasi Suntik Digital SAP, Margin Laba Petani Naik hingga 4 Persen!
SAP Deklarasikan Era...
SAP Deklarasikan Era Baru Bisnis: AI, Data, dan Aplikasi Kini Bekerja dalam Satu Sistem Terpadu
Rahasia Maskapai Singapura...
Rahasia Maskapai Singapura Ini Taklukkan Keruwetan Dokumen dengan Otak Cerdas SAP
Bantu Pasien di Rumah...
Bantu Pasien di Rumah Sakit, MNC Peduli Bersama PMI Depok Gelar Aksi Donor Darah
Soal Suap Perusahaan...
Soal Suap Perusahaan Jerman SAP ke Pejabat Indonesia, Begini Respons Jubir Menteri KKP
Skandal Suap di Indonesia...
Skandal Suap di Indonesia dan Banyak Negara Lain Terbongkar, Perusahaan Software SAP dari Jerman Bayar Denda Rp3,4 Triliun
Rekomendasi
Atasi Kekeringan, Warga...
Atasi Kekeringan, Warga Bekasi Bisa Dapat Bantuan Air Bersih Gratis
Terima Rp20 juta, Muhammad...
Terima Rp20 juta, Muhammad Abdimaludin Dinonaktifkan dari Ketua BEM FH Universitas Bung Karno
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Berita Terkini
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
Infografis
Daftar Pemain dan Jadwal...
Daftar Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved