Senyum Merekah di Klungkung Bali: Ratusan Siswa SD Sambut Oase Membaca dari LG
Jum'at, 25 Juli 2025 - 13:12 WIB
loading...
Tepat di Hari Anak Nasional, ratusan siswa dari SDN 2 Dawan Klod, SDN 2 Paksebali, dan SDN 1 Sampalan Klod menyambut hadiah terindah: sebuah perpustakaan baru. Foto: LGEIN
A
A
A
BALI - Suasana ceria dan penuh harapan menyelimuti tiga sekolah dasar di Kabupaten Klungkung, Bali, pada Kamis (24/7) pagi. Tepat di Hari Anak Nasional, ratusan siswa dari SDN 2 Dawan Klod, SDN 2 Paksebali, dan SDN 1 Sampalan Klod menyambut hadiah terindah: sebuah perpustakaan baru yang cerah, nyaman, dan penuh dengan buku-buku menarik.
Ini bukanlah sekadar ruangan berisi rak buku. Ini adalah "LG Loves Children", sebuah program perpustakaan ramah anak yang digagas oleh PT LG Electronics Indonesia (LG) untuk menyalakan kembali api literasi dan imajinasi anak-anak di Pulau Dewata. Sebuah oase pengetahuan yang hadir untuk menumbuhkan generasi masa depan.
"Kami berharap keberadaan perpustakaan ini dapat berkontribusi pada pembentukan generasi muda yang kritis dan terampil untuk masa depan lebih baik," ujar Ha Sang-chul, President of LG Electronics Indonesia, saat meresmikan perpustakaan tersebut.
Baginya, ini adalah wujud nyata dari visi besar perusahaan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi semua.
Bukan Sekadar Rak, tapi Ekosistem Belajar
Untuk memastikan perpustakaan ini benar-benar "ramah anak", LG tidak bekerja sendirian. Mereka menggandeng para ahli dari Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI) untuk merancang sebuah ekosistem belajar yang utuh.
"Perpustakaan ramah anak harus memenuhi kriteria utama: menciptakan lingkungan aman, nyaman, dan menyenangkan," jelas Ni Ketut Ayu Sugati, Direktur Eksekutif YLAI. "Perhatian mesti diberikan pada fasilitas fisik, koleksi buku, hingga interaksi dengan pustakawan. Inilah yang kami terapkan secara nyata pada kemitraan ini."
Hasilnya sungguh menakjubkan. Setiap perpustakaan diisi dengan lebih dari 350 judul buku baru yang beragam—mulai buku cerita penuh warna hingga buku berjenjang yang disesuaikan untuk siswa kelas 1 hingga 6.
Angka 350 ini pun simbolis, mewakili perjalanan LG yang akan merayakan hari jadinya yang ke-35 di Indonesia pada November mendatang.
Tak hanya itu, para guru juga dibekali pelatihan khusus tentang teknik "membacakan buku dengan nyaring" (reading aloud), sebuah metode yang terbukti efektif untuk membuat anak-anak jatuh cinta pada kegiatan membaca.
Belajar Membaca Sambil Merawat Bumi
Ada satu hal lagi yang membuat perpustakaan ini istimewa. LG menyisipkan pesan peduli lingkungan dengan cara yang cerdas dan menyentuh. Dinding perpustakaan dilapisi wall panel yang terbuat dari daur ulang lebih dari 2.000 kilogram pakaian bekas. Meja-meja belajarnya yang kokoh pun berasal dari bahan plastik daur ulang.
Setiap siswa juga mendapatkan 150 tempat pensil yang juga dibuat dari bahan serupa.
"Selain sebagai simbol kepedulian pada lingkungan, pilihan material daur ulang ini sekaligus menjadi edukasi dini kepada anak-anak mengenai pentingnya daur ulang bagi lingkungan lebih baik," ungkap Sugito Puspo Aji, Branch Manager Bali Area for LG Electronics Indonesia.
Inisiatif ini merupakan bagian dari pilar CSR LG yang lebih luas, yaitu "LG Loves Green", yang berjalan beriringan dengan pilar pendidikan "LG Loves Children".
Meskipun menyadari ini adalah sebuah "langkah kecil" di tengah tantangan literasi nasional, LG berkomitmen untuk terus maju.
"Selama 35 tahun beroperasi di Indonesia, LG berkomitmen untuk menjalankan tanggung jawab sebagai warga negara yang baik. Kami percaya, upaya ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan," tutup Ha Sang-chul dengan nada optimis.
Bagi anak-anak di Klungkung, hari itu bukan hanya peresmian sebuah ruangan. Ini adalah pembukaan gerbang menuju dunia baru yang penuh dengan petualangan, pengetahuan, dan mimpi yangtakterbatas.
Ini bukanlah sekadar ruangan berisi rak buku. Ini adalah "LG Loves Children", sebuah program perpustakaan ramah anak yang digagas oleh PT LG Electronics Indonesia (LG) untuk menyalakan kembali api literasi dan imajinasi anak-anak di Pulau Dewata. Sebuah oase pengetahuan yang hadir untuk menumbuhkan generasi masa depan.
"Kami berharap keberadaan perpustakaan ini dapat berkontribusi pada pembentukan generasi muda yang kritis dan terampil untuk masa depan lebih baik," ujar Ha Sang-chul, President of LG Electronics Indonesia, saat meresmikan perpustakaan tersebut.
Baginya, ini adalah wujud nyata dari visi besar perusahaan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi semua.
Bukan Sekadar Rak, tapi Ekosistem Belajar
![Senyum Merekah di Klungkung Bali: Ratusan Siswa SD Sambut Oase Membaca dari LG]()
Untuk memastikan perpustakaan ini benar-benar "ramah anak", LG tidak bekerja sendirian. Mereka menggandeng para ahli dari Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI) untuk merancang sebuah ekosistem belajar yang utuh.
"Perpustakaan ramah anak harus memenuhi kriteria utama: menciptakan lingkungan aman, nyaman, dan menyenangkan," jelas Ni Ketut Ayu Sugati, Direktur Eksekutif YLAI. "Perhatian mesti diberikan pada fasilitas fisik, koleksi buku, hingga interaksi dengan pustakawan. Inilah yang kami terapkan secara nyata pada kemitraan ini."
Hasilnya sungguh menakjubkan. Setiap perpustakaan diisi dengan lebih dari 350 judul buku baru yang beragam—mulai buku cerita penuh warna hingga buku berjenjang yang disesuaikan untuk siswa kelas 1 hingga 6.
Angka 350 ini pun simbolis, mewakili perjalanan LG yang akan merayakan hari jadinya yang ke-35 di Indonesia pada November mendatang.
Tak hanya itu, para guru juga dibekali pelatihan khusus tentang teknik "membacakan buku dengan nyaring" (reading aloud), sebuah metode yang terbukti efektif untuk membuat anak-anak jatuh cinta pada kegiatan membaca.
Belajar Membaca Sambil Merawat Bumi
![Senyum Merekah di Klungkung Bali: Ratusan Siswa SD Sambut Oase Membaca dari LG]()
Ada satu hal lagi yang membuat perpustakaan ini istimewa. LG menyisipkan pesan peduli lingkungan dengan cara yang cerdas dan menyentuh. Dinding perpustakaan dilapisi wall panel yang terbuat dari daur ulang lebih dari 2.000 kilogram pakaian bekas. Meja-meja belajarnya yang kokoh pun berasal dari bahan plastik daur ulang.
Setiap siswa juga mendapatkan 150 tempat pensil yang juga dibuat dari bahan serupa.
"Selain sebagai simbol kepedulian pada lingkungan, pilihan material daur ulang ini sekaligus menjadi edukasi dini kepada anak-anak mengenai pentingnya daur ulang bagi lingkungan lebih baik," ungkap Sugito Puspo Aji, Branch Manager Bali Area for LG Electronics Indonesia.
Inisiatif ini merupakan bagian dari pilar CSR LG yang lebih luas, yaitu "LG Loves Green", yang berjalan beriringan dengan pilar pendidikan "LG Loves Children".
Meskipun menyadari ini adalah sebuah "langkah kecil" di tengah tantangan literasi nasional, LG berkomitmen untuk terus maju.
"Selama 35 tahun beroperasi di Indonesia, LG berkomitmen untuk menjalankan tanggung jawab sebagai warga negara yang baik. Kami percaya, upaya ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan," tutup Ha Sang-chul dengan nada optimis.
Bagi anak-anak di Klungkung, hari itu bukan hanya peresmian sebuah ruangan. Ini adalah pembukaan gerbang menuju dunia baru yang penuh dengan petualangan, pengetahuan, dan mimpi yangtakterbatas.
(dan)
Lihat Juga :