Rahasia Maskapai Singapura Ini Taklukkan Keruwetan Dokumen dengan Otak Cerdas SAP
Jum'at, 25 Juli 2025 - 13:20 WIB
loading...
Menurut SAP, perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara kini mengadopsi AI dengan kecepatan tinggi untuk berbagai kebutuhan operasional. Foto: SAP
A
A
A
SINGAPURA - Di balik operasional sebuah maskapai kelas dunia seperti Singapore Airlines (SIA), ada ribuan proses rumit yang tak terlihat penumpang.
Salah satu yang paling memakan waktu dan rawan kesalahan adalah mengelola tumpukan kontrak pengadaan—dokumen tebal dalam berbagai bahasa dan format yang harus diproses secara manual. Namun, mimpi buruk administrasi itu kini mulai berakhir.
Dalam acara teknologi akbar SAP NOW AI Tour di Singapura, Kamis (24/7), terungkap bagaimana Singapore Airlines berhasil menaklukkan keruwetan ini dengan mengadopsi "otak cerdas" dari SAP, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang mengubah cara mereka bekerja.
Ini adalah bukti nyata bahwa AI bukan lagi sekadar jargon futuristik, melainkan solusi konkret yang sudah memecahkan masalah nyata di perusahaan-perusahaan terbesar Asia Tenggara.
Misi Menjinakkan 'Monster' Dokumen
Bayangkan sebuah tim harus membaca ratusan dokumen kontrak dalam format PDF, mencari detail tarif dan syarat-syarat penting, lalu menyalinnya satu per satu ke dalam sistem. Proses ini tidak hanya lambat, tetapi juga sangat berisiko menimbulkan kesalahan manusiawi (human error). Inilah tantangan yang dihadapi SIA.
Bekerja sama dengan SAP, SIA melakukan uji coba menggunakan SAP Document AI. Tujuannya sederhana: melatih sebuah sistem AI untuk membaca, memahami, dan secara otomatis mengekstrak informasi penting dari kontrak-kontrak yang tidak terstruktur tersebut, lalu memasukkannya ke platform pengadaan.
Hasilnya sungguh mencengangkan. Untuk kontrak dengan tingkat kerumitan rendah, AI ini berhasil mencapai tingkat akurasi 100%.
Bahkan untuk kontrak yang jauh lebih rumit, akurasinya menembus angka lebih dari 70%. Sistem ini juga terbukti andal dalam menangani dokumen multi-bahasa, secara drastis memotong waktu yang sebelumnya dihabiskan untuk penerjemahan dan validasi.
Proses yang tadinya memakan waktu berhari-hari dan melibatkan banyak tenaga manusia, kini bisa diselesaikan dalam hitungan menit oleh AI, membebaskan karyawan untuk fokus pada pekerjaan yang lebih strategis.
AI Bukan Lagi Eksperimen, tapi Kebutuhan
Kisah sukses Singapore Airlines ini hanyalah puncak dari gunung es. Menurut SAP, perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara kini mengadopsi AI dengan kecepatan tinggi untuk berbagai kebutuhan operasional.
"AI bukan lagi teknologi eksperimental—sekarang ia menjadi bagian inti dari fondasi operasional bisnis," tegas Liher Urbizu, President & Managing Director, SAP Asia Tenggara. "Dengan mengintegrasikan aplikasi perusahaan dan data strategis, mereka mampu meraih manfaat nyata seperti peningkatan efisiensi, pertumbuhan bisnis, dan pendapatan.”
Beberapa penggunaan AI yang paling diminati saat ini antara lain:
Membuat laporan pengeluaran otomatis hanya dari foto struk.
Memverifikasi pengeluaran secara cerdas agar sesuai kebijakan perusahaan.
Membantu karyawan menyusun ulasan kinerja atau deskripsi pekerjaan dengan bantuan Generative AI.
Dengan solusi dari SAP yang kini diperkuat AI, tim HR mereka tidak lagi menghabiskan waktu menyusun draf deskripsi pekerjaan atau pertanyaan wawancara. AI kini yang melakukannya.
"Tujuan kami adalah menjadi employer of choice yang siap menghadapi masa depan," kata Louisa Brady, Chief Human Resources Officer, Yinson Group. "Bersama SAP, kami berhasil merancang ulang fungsi HR kami. Tim kami kini bisa berfokus pada inisiatif strategis yang benar-benar memberi nilai tambah dan memperkuat pertumbuhan global kami."
Pada akhirnya, kisah Singapore Airlines dan perusahaan lainnya ini mengirimkan pesan yang kuat: di era digital saat ini, kemenangan bukan lagi milik mereka yang bekerja paling keras, melainkan mereka yang bekerja paling cerdas. Dan kecerdasan buatan telah tiba untuk menjadi partner terbaik dalam meraih kemenangantersebut.
Salah satu yang paling memakan waktu dan rawan kesalahan adalah mengelola tumpukan kontrak pengadaan—dokumen tebal dalam berbagai bahasa dan format yang harus diproses secara manual. Namun, mimpi buruk administrasi itu kini mulai berakhir.
Dalam acara teknologi akbar SAP NOW AI Tour di Singapura, Kamis (24/7), terungkap bagaimana Singapore Airlines berhasil menaklukkan keruwetan ini dengan mengadopsi "otak cerdas" dari SAP, teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang mengubah cara mereka bekerja.
Ini adalah bukti nyata bahwa AI bukan lagi sekadar jargon futuristik, melainkan solusi konkret yang sudah memecahkan masalah nyata di perusahaan-perusahaan terbesar Asia Tenggara.
Misi Menjinakkan 'Monster' Dokumen
![Rahasia Maskapai Singapura Ini Taklukkan Keruwetan Dokumen dengan Otak Cerdas SAP]()
Bayangkan sebuah tim harus membaca ratusan dokumen kontrak dalam format PDF, mencari detail tarif dan syarat-syarat penting, lalu menyalinnya satu per satu ke dalam sistem. Proses ini tidak hanya lambat, tetapi juga sangat berisiko menimbulkan kesalahan manusiawi (human error). Inilah tantangan yang dihadapi SIA.
Bekerja sama dengan SAP, SIA melakukan uji coba menggunakan SAP Document AI. Tujuannya sederhana: melatih sebuah sistem AI untuk membaca, memahami, dan secara otomatis mengekstrak informasi penting dari kontrak-kontrak yang tidak terstruktur tersebut, lalu memasukkannya ke platform pengadaan.
Hasilnya sungguh mencengangkan. Untuk kontrak dengan tingkat kerumitan rendah, AI ini berhasil mencapai tingkat akurasi 100%.
Bahkan untuk kontrak yang jauh lebih rumit, akurasinya menembus angka lebih dari 70%. Sistem ini juga terbukti andal dalam menangani dokumen multi-bahasa, secara drastis memotong waktu yang sebelumnya dihabiskan untuk penerjemahan dan validasi.
Proses yang tadinya memakan waktu berhari-hari dan melibatkan banyak tenaga manusia, kini bisa diselesaikan dalam hitungan menit oleh AI, membebaskan karyawan untuk fokus pada pekerjaan yang lebih strategis.
AI Bukan Lagi Eksperimen, tapi Kebutuhan
![Rahasia Maskapai Singapura Ini Taklukkan Keruwetan Dokumen dengan Otak Cerdas SAP]()
Kisah sukses Singapore Airlines ini hanyalah puncak dari gunung es. Menurut SAP, perusahaan-perusahaan di Asia Tenggara kini mengadopsi AI dengan kecepatan tinggi untuk berbagai kebutuhan operasional.
"AI bukan lagi teknologi eksperimental—sekarang ia menjadi bagian inti dari fondasi operasional bisnis," tegas Liher Urbizu, President & Managing Director, SAP Asia Tenggara. "Dengan mengintegrasikan aplikasi perusahaan dan data strategis, mereka mampu meraih manfaat nyata seperti peningkatan efisiensi, pertumbuhan bisnis, dan pendapatan.”
Beberapa penggunaan AI yang paling diminati saat ini antara lain:
Membuat laporan pengeluaran otomatis hanya dari foto struk.
Memverifikasi pengeluaran secara cerdas agar sesuai kebijakan perusahaan.
Membantu karyawan menyusun ulasan kinerja atau deskripsi pekerjaan dengan bantuan Generative AI.
Kisah Sukses Lainnya: Revolusi HR di Yinson
Contoh lain datang dari Yinson Holdings, perusahaan energi global asal Malaysia. Dengan ribuan karyawan di berbagai negara, mereka menghadapi tantangan dalam menyatukan proses Sumber Daya Manusia (SDM).Dengan solusi dari SAP yang kini diperkuat AI, tim HR mereka tidak lagi menghabiskan waktu menyusun draf deskripsi pekerjaan atau pertanyaan wawancara. AI kini yang melakukannya.
"Tujuan kami adalah menjadi employer of choice yang siap menghadapi masa depan," kata Louisa Brady, Chief Human Resources Officer, Yinson Group. "Bersama SAP, kami berhasil merancang ulang fungsi HR kami. Tim kami kini bisa berfokus pada inisiatif strategis yang benar-benar memberi nilai tambah dan memperkuat pertumbuhan global kami."
Pada akhirnya, kisah Singapore Airlines dan perusahaan lainnya ini mengirimkan pesan yang kuat: di era digital saat ini, kemenangan bukan lagi milik mereka yang bekerja paling keras, melainkan mereka yang bekerja paling cerdas. Dan kecerdasan buatan telah tiba untuk menjadi partner terbaik dalam meraih kemenangantersebut.
(dan)
Lihat Juga :