Skema Lebih Transparan, Koperasi Digital Diperkenalkan
Jum'at, 18 Juli 2025 - 07:59 WIB
loading...
Koperasi Digital Diperkenalkan. FOTO/ CNET
A
A
A
JAKARTA - Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi alternatif, khususnya properti, menunjukkan pertumbuhan signifikan sebagai pilihan investasi jangka panjang yang aman dan berdampak.
BACA JUGA - Transformasi Koperasi Digital 4.0 ala MMSI Fokus Sejahterakan Anggotanya
Sepanjang 2024, sektor properti menyumbang Rp122,9 triliun atau 7,2 persen dari total realisasi investasi nasional, menempati peringkat keempat sebagai penyumbang investasi terbesar, khususnya dari subsektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran.
Di sektor properti, kebutuhan terhadap hunian, ruang usaha, dan lahan terus meningkat, namun akses kepemilikan maupun keterlibatan investasi masih didominasi kelompok tertentu.
Di sisi lain, koperasi dengan potensi gotong royongnya belum banyak dimanfaatkan sebagai instrumen investasi yang relevan bagi generasi melek digital.
Padahal, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, hingga 2024 tercatat lebih dari 130.000 koperasi aktif di Indonesia, yang menandakan besarnya potensi transformasi koperasi ke arah digital.
Koperasi Digital Propertree hadir sebagai koperasi digital pertama di Indonesia yang menunjukkan bagaimana koperasi telah naik kelas dengan menawarkan akses investasi yang lebih inklusif, transparan, dan mudah dijangkau melalui sistem simpanan koperasi berbasis aplikasi.
“Di Koperasi Digital Propertree, kami percaya investasi seharusnya menjadi sarana pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan. Melalui transformasi digital, kami telah membuktikan bahwa koperasi bisa naik kelas dan tetap relevan dengan instrumen investasi masa kini.
'' Didukung oleh skema koperasi yang legal, diawasi, kami menghadirkan akses investasi properti yang aman, transparan, serta memberikan manfaat ekonomi nyata dan rasa kepemilikan bagi seluruh anggota,” ujar Mardhianda Wira Padma, CEO Propertree Investasi dan Pengurus Koperasi Digital Propertree (KDP).
Demi menjaga kepercayaan anggota, seluruh simpanan hanya dialokasikan untuk proyek-proyek dalam ekosistem properti yang telah melalui proses kurasi ketat, termasuk verifikasi legalitas, kelayakan bisnis, dan kredibilitas pengelola proyek.
Tidak hanya fokus pada pengembangan hunian, dana simpanan juga diarahkan ke sektor produktif seperti aktivasi ruko menjadi ruang usaha F&B, layanan kesehatan, hingga fasilitas komunitas.
“Dengan memadukan stabilitas aset properti dan kekuatan gotong royong koperasi dalam satu solusi investasi jangka panjang yang inklusif, berdampak, serta relevan bagi masyarakat,” tutup Mardhianda.
BACA JUGA - Transformasi Koperasi Digital 4.0 ala MMSI Fokus Sejahterakan Anggotanya
Sepanjang 2024, sektor properti menyumbang Rp122,9 triliun atau 7,2 persen dari total realisasi investasi nasional, menempati peringkat keempat sebagai penyumbang investasi terbesar, khususnya dari subsektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran.
Di sektor properti, kebutuhan terhadap hunian, ruang usaha, dan lahan terus meningkat, namun akses kepemilikan maupun keterlibatan investasi masih didominasi kelompok tertentu.
Di sisi lain, koperasi dengan potensi gotong royongnya belum banyak dimanfaatkan sebagai instrumen investasi yang relevan bagi generasi melek digital.
Padahal, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, hingga 2024 tercatat lebih dari 130.000 koperasi aktif di Indonesia, yang menandakan besarnya potensi transformasi koperasi ke arah digital.
Koperasi Digital Propertree hadir sebagai koperasi digital pertama di Indonesia yang menunjukkan bagaimana koperasi telah naik kelas dengan menawarkan akses investasi yang lebih inklusif, transparan, dan mudah dijangkau melalui sistem simpanan koperasi berbasis aplikasi.
“Di Koperasi Digital Propertree, kami percaya investasi seharusnya menjadi sarana pertumbuhan ekonomi yang sehat dan berkelanjutan. Melalui transformasi digital, kami telah membuktikan bahwa koperasi bisa naik kelas dan tetap relevan dengan instrumen investasi masa kini.
'' Didukung oleh skema koperasi yang legal, diawasi, kami menghadirkan akses investasi properti yang aman, transparan, serta memberikan manfaat ekonomi nyata dan rasa kepemilikan bagi seluruh anggota,” ujar Mardhianda Wira Padma, CEO Propertree Investasi dan Pengurus Koperasi Digital Propertree (KDP).
Demi menjaga kepercayaan anggota, seluruh simpanan hanya dialokasikan untuk proyek-proyek dalam ekosistem properti yang telah melalui proses kurasi ketat, termasuk verifikasi legalitas, kelayakan bisnis, dan kredibilitas pengelola proyek.
Tidak hanya fokus pada pengembangan hunian, dana simpanan juga diarahkan ke sektor produktif seperti aktivasi ruko menjadi ruang usaha F&B, layanan kesehatan, hingga fasilitas komunitas.
“Dengan memadukan stabilitas aset properti dan kekuatan gotong royong koperasi dalam satu solusi investasi jangka panjang yang inklusif, berdampak, serta relevan bagi masyarakat,” tutup Mardhianda.
(wbs)
Lihat Juga :