Sinyal Bahaya dari Pemerintah: Panggilan Video WhatsApp & Zoom Terancam Diblokir, Dalihnya Selamatkan Operator Seluler
Jum'at, 18 Juli 2025 - 15:41 WIB
loading...
A
A
A
Ancaman bagi Kebebasan Berekspresi dan Informasi
Secara global, pemblokiran layanan VoIP seringkali diasosiasikan dengan rezim-rezim yang membatasi kebebasan berekspresi, seperti di China, Iran, dan Korea Utara. Meskipun dalih pemerintah saat ini adalah ekonomi, kebijakan ini menciptakan preseden berbahaya yang di kemudian hari bisa disalahgunakan untuk tujuan pengawasan dan pembungkaman suara kritis.Kesenjangan Digital Semakin Menganga
Alih-alih mempercepat inklusi digital, kebijakan ini justru akan memperlebar kesenjangan. Hanya mereka yang mampu membayar mahal untuk pulsa telepon internasional yang bisa berkomunikasi, sementara masyarakat berpenghasilan rendah akan semakin terisolasi. Ini adalah sebuah langkah mundur yang ironis di saat pemerintah menggembar-gemborkan visi Indonesia Digital 2045.Realitas Global: Blokir Tak Efektif, Oposisi Publik Kuat
Negara-negara yang memberlakukan blokir VoIP seringkali menghadapi perlawanan dari warganya sendiri. Pengguna yang cerdas akan dengan mudah mengakali blokir tersebut dengan menggunakan VPN (Virtual Private Network), yang pada akhirnya justru bisa memperlambat koneksi internet secara keseluruhan dan menciptakan permainan kucing-kucingan yang tidak produktif antara pemerintah dan rakyatnya.Pengalaman di Maroko, yang sempat memblokir VoIP namun akhirnya mencabutnya kembali setelah gelombang protes publik yang masif, seharusnya menjadi pelajaran berharga.
Pada akhirnya, wacana ini adalah sebuah pertaruhan yang sangat berbahaya. Apakah "menyelamatkan" operator seluler dari persaingan sepadan dengan risiko melumpuhkan ekonomi digital, memisahkan jutaan keluarga, dan membuka pintu bagi pembatasan kebebasan di masa depan? Publik kini hanya bisa berharap, wacana ini akan tetap menjadi wacana, dan tidak pernah menjadi kenyataan paham di layarponselmereka.
(dan)
Lihat Juga :