Startup AI Lokal Tembus Panggung Dunia: Kisah AJARI yang Guncang Abu Dhabi

Rabu, 16 Juli 2025 - 15:39 WIB
loading...
Startup AI Lokal Tembus...
AJARI.AI, terpilih sebagai salah satu dari 10 startup AI terbaik di dunia dalam program akselerator perdana yang sangat bergengsi, Presight AI-Startup Accelerator. Foto: AJARI.AI
A A A
ABU DHABI - Di tengah riuhnya persaingan kecerdasan buatan (AI) global yang didominasi oleh raksasa Silicon Valley, sebuah nama dari Indonesia secara mengejutkan berhasil mencuri perhatian.

AJARI.AI, startup teknologi yang lahir di Jakarta, telah menorehkan sejarah dengan terpilih sebagai salah satu dari 10 startup AI terbaik di dunia dalam program akselerator perdana yang sangat bergengsi, Presight AI-Startup Accelerator.

Ini bukan sekadar kemenangan biasa. Tapi kisah "David melawan Goliath" versi digital, di mana sebuah startup dari Casablanca, Jakarta, berhasil menyisihkan 119 pesaing lainnya dari 17 negara untuk berdiri sejajar dengan para inovator global, didukung langsung oleh dua nama besar: Microsoft dan Mohamed bin Zayed University of Artificial Intelligence (MBZUAI).

Menaklukkan Seleksi Ketat dengan "Asisten Cerdas"

Perjalanan AJARI untuk sampai ke titik ini bukanlah hal yang mudah. Mereka harus bertarung di arena yang diisi oleh 120 startup visioner. Namun, inovasi mereka di bidang teknologi pendidikan menjadi senjata pembeda yang tak terbantahkan.

AJARI berhasil memukau para juri dengan dua produk andalannya:

1. LearnXpert: Sebuah platform pembelajaran yang tidak hanya menyajikan materi, tetapi juga beradaptasi dengan kemampuan setiap penggunanya, layaknya memiliki guru privat digital.

2. N.I.S.A. (Neural Interactive Systematic Assistant): Sebuah "otak" atau asisten AI yang menjadi fondasi bagi semua produk mereka, dirancang untuk membuat interaksi belajar menjadi lebih personal dan efektif.

“Kami sangat bangga bisa mewakili Indonesia di ajang global ini,” ujar Rafael, Founder & CEO AJARI. “Pengakuan ini bukan hanya pencapaian bagi AJARI, tetapi juga kemenangan bagi ekosistem teknologi AI Indonesia yang terus berkembang.”

"Mesin Pertumbuhan" dan Suntikan Dana Miliaran

Terpilih dalam program ini berarti AJARI kini mendapatkan akses ke "mesin pertumbuhan" yang luar biasa. Thomas Pramotedham, CEO Presight, menyebut program ini bukan sekadar program biasa, melainkan "mesin pertumbuhan strategis bagi startup-startup visioner."

Bagi AJARI, ini berarti mereka akan mendapatkan "amunisi" kelas berat untuk bertarung di panggung global:

• Kredit Komputasi: Senilai USD150.000 atau sekitar Rp 2,4 miliar untuk mengakses infrastruktur AI canggih.

• Dana Operasional: Uang tunai sebesar USD50.000 atau Rp800 juta untuk mempercepat operasional mereka.

• Akses Eksklusif: Pendampingan dari mentor kelas dunia dan pintu masuk ke jaringan investor serta ekosistem
teknologi G42 yang luas.

Pengakuan dari Pemerintah dan Panggung Dunia

Keberhasilan AJARI tidak luput dari perhatian pemerintah. Iwan Djuniardi, Staf Ahli Kementerian Keuangan, melihat ini sebagai bukti nyata bahwa AI bisa menjadi alat transformasi. “Kisah sukses AJARI membuktikan bahwa AI dapat menjadi alat transformasi dalam pendidikan. Solusi mereka sejalan dengan agenda transformasi digital Indonesia,” ujarnya.

Dukungan serupa datang dari Abu Dhabi. "Ini merupakan momen membanggakan bagi Indonesia. Keberhasilan AJARI menunjukkan bahwa inovasi teknologi dari Indonesia mampu bersaing di tingkat global," kata Husin Bagis, Duta Besar RI untuk Uni Emirat Arab.

Pertaruhan Berikutnya: Dari Jakarta Menuju Dunia

Kemenangan ini adalah sebuah awal, bukan akhir. Kini, AJARI dihadapkan pada tantangan yang lebih besar:

membuktikan bahwa mereka layak berada di panggung dunia. Mereka akan menjalani bootcamp intensif di Abu Dhabi, mengasah produk mereka dengan teknologi dan bimbinganterbaik.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Penggunaan AI Melesat...
Penggunaan AI Melesat Sebabkan Harga Mobil Naik Signifikan
Peluang Investasi Startup...
Peluang Investasi Startup di Era Tech Winter
Rekomendasi
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Ahmad Sahroni Bentuk...
Ahmad Sahroni Bentuk ASC Padel, Rekrut Pelatih Spanyol untuk Cetak Atlet
Berita Terkini
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved