Ironi di Medan Perang: Predator Digital Rusia Ternyata Berotak Amerika, Ditenagai Chip Nvidia
Jum'at, 11 Juli 2025 - 10:11 WIB
loading...
A
A
A
Namun, jangan terkecoh dengan harganya. "Otak" murah ini memiliki kekuatan yang mengerikan:
Kekuatan Pemrosesan: Mampu melakukan 67 triliun operasi per detik (TOPS).
Arsitektur: Menggunakan GPU arsitektur Nvidia Ampere dengan Tensor Cores, dipadukan dengan CPU 6-core Arm.
Selain "otak" dari Nvidia, ditemukan juga komponen-komponen canggih lainnya seperti pencitra termal untuk operasi malam hari dan sistem GPS anti-jamming. Desainnya sendiri merupakan varian dari drone Shahed buatan Iran, menunjukkan adanya sebuah kolaborasi teknologi yang kompleks di balik layar.
Para penyelundup secara cerdik melabeli ulang chip-chip ini sebagai gawai konsumen biasa, lalu mengirimkannya dalam paket-paket kecil melalui perusahaan cangkang di Hong Kong, China, Singapura, dan Turki.
Para investigator AS memperkirakan bahwa sepanjang tahun 2023 saja, perangkat keras Nvidia senilai sekitar USD17 juta (sekitar Rp272 miliar) berhasil lolos melalui rute pasar abu-abu ini. Dinding sanksi itu ternyata bocor.
Kekuatan Pemrosesan: Mampu melakukan 67 triliun operasi per detik (TOPS).
Arsitektur: Menggunakan GPU arsitektur Nvidia Ampere dengan Tensor Cores, dipadukan dengan CPU 6-core Arm.
Selain "otak" dari Nvidia, ditemukan juga komponen-komponen canggih lainnya seperti pencitra termal untuk operasi malam hari dan sistem GPS anti-jamming. Desainnya sendiri merupakan varian dari drone Shahed buatan Iran, menunjukkan adanya sebuah kolaborasi teknologi yang kompleks di balik layar.
Dinding Sanksi yang Bocor dan Jejak Uang
Bagaimana mungkin sebuah chip canggih buatan Amerika bisa berakhir di dalam mesin perang Rusia, di saat sanksi ekspor telah diberlakukan secara ketat sejak awal 2022? Jawabannya adalah sebuah jaringan pasar gelap global.Para penyelundup secara cerdik melabeli ulang chip-chip ini sebagai gawai konsumen biasa, lalu mengirimkannya dalam paket-paket kecil melalui perusahaan cangkang di Hong Kong, China, Singapura, dan Turki.
Para investigator AS memperkirakan bahwa sepanjang tahun 2023 saja, perangkat keras Nvidia senilai sekitar USD17 juta (sekitar Rp272 miliar) berhasil lolos melalui rute pasar abu-abu ini. Dinding sanksi itu ternyata bocor.
Lihat Juga :