Bitchat, Aplikasi Pesan Offline dari Pendiri Twitter, Siap Guncang Takhta WhatsApp

Rabu, 09 Juli 2025 - 15:51 WIB
loading...
Bitchat, Aplikasi Pesan...
Bitchat dibuat oleh mantan pendiri Twitter Jack Dorsey. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Aplikasi pesan baru bernama Bitchat telah memasuki arena, dan ia datang dengan senjata rahasia yang tidak dimiliki raksasa sekelas WhatsApp: kemampuan mengirim pesan tanpa koneksi internet.

Diluncurkan oleh Jack Dorsey, salah satu pendiri X (sebelumnya Twitter), Bitchat berpotensi menjadi ancaman serius dan mengubah cara kita berkomunikasi selamanya.

Aplikasi ini menandai sebuah terobosan besar dalam komunikasi luring (offline), memanfaatkan teknologi Bluetooth mesh networking. Ini adalah solusi brilian bagi masyarakat di daerah dengan konektivitas buruk, saat situasi darurat, atau bagi mereka yang sekadar mendambakan privasi dan kemandirian dari jaringan internet. Namun, bagaimana sebenarnya sihir ini bekerja?

Bitchat: Pesan Instan Tanpa Internet, Bagaimana Caranya?
Bitchat, Aplikasi Pesan Offline dari Pendiri Twitter, Siap Guncang Takhta WhatsApp

Bitchat adalah aplikasi pesan terdesentralisasi. Artinya, ia tidak bergantung pada server pusat seperti WhatsApp.

Sebaliknya, ia menggunakan koneksi Bluetooth peer-to-peer untuk menghubungkan perangkat-perangkat yang berdekatan secara langsung. Pengguna bisa berkirim pesan tanpa data seluler, WiFi, atau bahkan kartu SIM.

Jack Dorsey menggambarkannya memiliki "nuansa IRC," sebuah platform chat klasik, namun dengan sentuhan modern berupa enkripsi canggih dan jaringan mesh. Dalam model ini, setiap ponsel pengguna bertindak sebagai "simpul" atau titik estafet yang meneruskan pesan secara aman.

Cara kerjanya bisa diibaratkan seperti jaringan getok tular digital

Aplikasi akan mendeteksi perangkat lain dengan Bitchat dalam jangkauan Bluetooth (hingga 300 meter).
Pesan terenkripsi dikirim langsung dari satu perangkat ke perangkat lain.

Setiap ponsel yang terhubung berfungsi sebagai jembatan, menyimpan sementara atau meneruskan pesan ke penerima berikutnya.

Pesan dapat "melompat" dari satu perangkat ke perangkat lain untuk mencapai tujuan yang berada di luar jangkauan langsung.

Bitchat adalah kritik pedas terhadap ketergantungan kita pada infrastruktur internet yang terpusat dan rentan. Di saat privasi menjadi komoditas langka, solusi desentralisasi seperti ini menawarkan oase kemandirian.

Fitur Unggulan dan Ketersediaan

Pesan Offline: Fitur utama yang mengandalkan Bluetooth.

Grup Chat: Ruang obrolan opsional yang dilindungi kata sandi.

Enkripsi Kuat: Menjamin keamanan dan privasi percakapan.

Tanpa Server Pusat: Meningkatkan privasi dan ketahanan dari sensor atau pemadaman.

Saat ini, Bitchat masih dalam fase uji coba dan hanya tersedia untuk pengguna iPhone melalui TestFlight (platform beta Apple). Namun, Jack Dorsey telah mengonfirmasi bahwa aplikasi ini akan segera dirilis secara publik di Apple App Store, dengan ketersediaan yang lebih luas diharapkan setelahnya.

Akankah Bitchat Menggantikan WhatsApp?

Meski revolusioner, Bitchat tidak dirancang untuk membunuh WhatsApp dalam semalam. Namun, ia mengisi ceruk vital yang tidak bisa disentuh oleh aplikasi berbasis internet.

Bitchat akan berguna di area bencana, konser besar, atau bahkan di pelosok desa tanpa sinyal, Bitchat bisa menjadi satu-satunya jalur komunikasi yang andal. Daya tariknya terletak pada kemandirian dan privasi, dua hal yang semakin dicari pengguna modern.

Bitchat mungkin belum menjadi "pembunuh WhatsApp", tetapi ia adalah pengubah permainan untuk komunikasi yang aman dan independen.

Dengan rekam jejak Jack Dorsey dan permintaan yang terus meningkat untuk alternatif bebas internet, aplikasi ini bisa jadi akan mengukir segmen pasar yang tak tersentuh oleh para pemainbesarlainnya.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
WhatsApp Kembangkan...
WhatsApp Kembangkan Fitur Pesan Selamat Datang Otomatis di Grup
Patut Dicontoh Indonesia,...
Patut Dicontoh Indonesia, Eropa Paksa Meta Bayar Karya Jurnalis yang Ditayangkan
Geger Layanan Berbayar...
Geger Layanan Berbayar WhatsApp Plus: Rp13 Ribu untuk Stiker dan Fitur Receh
Ngeri atau Canggih?...
Ngeri atau Canggih? Meta Rilis Fitur WhatsApp AI yang Bisa Balas Chat Keluarga Sendiri
10 Ucapan Sumpah Pemuda...
10 Ucapan Sumpah Pemuda untuk Dibagikan di Grup WhatsApp Keluarga dan Kantor
Nomor HP Said Iqbal...
Nomor HP Said Iqbal Disebar sebagai Adies Kadir: Itu Kan Teror
Instagram dan WhatsApp...
Instagram dan WhatsApp Arya Daru Sempat Aktif usai Meninggal, Padahal Polisi Bilang HP Hilang
Rekomendasi
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
Jelang 1 Muharram, Ulama...
Jelang 1 Muharram, Ulama Anjurkan Minum Susu Putih Sebelum Subuh, Ini Alasannya
Berita Terkini
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Infografis
Aplikasi Android Berbahaya...
Aplikasi Android Berbahaya yang Perlu Dihapus dari HP
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved