Google Paksa Pabrikan Ponsel Dukung Pembaruan Tak Terbatas di Android 11
Senin, 13 April 2020 - 01:41 WIB
loading...
Melalui OS Android 10, Google paksa pabrikan smartphone membuat handphone-nya dapat melakukan pembaruan software tanpa batas. Foto/Ist
A
A
A
MOUNTAIN VIEW - Google akan memaksa produsen ponsel pintar dengan Android 11 untuk mengimplementasikan partisi A/B yang memungkinkan pembaruan sistem operasi di latar belakang dengan restart berikutnya -yang disebut pembaruan tanpa batas. Jika pabrikan tidak mematuhi persyaratan itu, maka layanan Google akan hilang.
Partisi A/B adalah cara sederhana untuk melakukan pembaruan Android secara diam-diam di latar belakang dan mengaktifkannya dengan restart berikutnya. Ketika sistem aktif berjalan di salah satu dari dua partisi (A), OS akan menginstal pembaruan pada salinannya pada partisi kedua (B).
Lalu yang tersisa hanyalah restart, di mana sistem akan mulai dari partisi kedua. Oleh karena itu, pembaruan menjadi proses yang hampir tidak terputus bagi pengguna.
Android 11, Pembaruan Tanpa Batas
Android Authority menyebutkan, pembagian menjadi dua partisi tidak hanya praktis untuk pembaruan yang lebih cepat dengan hampir tanpa gangguan, tapi juga lebih aman bagi pengguna. Dimungkinkan untuk kembali ke partisi pertama jika ada pembaruan yang tidak dilakukan dengan benar. Tanpa fitur ini, pengguna berpotensi tak bisa lagi mem-boot handphone-nya.
Sejauh ini, partisi A/B merupakan rekomendasi dari Google yang telah tersedia dengan Android 7.0 Nougat sejak 2016. Produsen smartphone dapat memilih opsi ini, tapi tidak harus mengintegrasikannya.
Partisi A/B adalah cara sederhana untuk melakukan pembaruan Android secara diam-diam di latar belakang dan mengaktifkannya dengan restart berikutnya. Ketika sistem aktif berjalan di salah satu dari dua partisi (A), OS akan menginstal pembaruan pada salinannya pada partisi kedua (B).
Lalu yang tersisa hanyalah restart, di mana sistem akan mulai dari partisi kedua. Oleh karena itu, pembaruan menjadi proses yang hampir tidak terputus bagi pengguna.
Android 11, Pembaruan Tanpa Batas
Android Authority menyebutkan, pembagian menjadi dua partisi tidak hanya praktis untuk pembaruan yang lebih cepat dengan hampir tanpa gangguan, tapi juga lebih aman bagi pengguna. Dimungkinkan untuk kembali ke partisi pertama jika ada pembaruan yang tidak dilakukan dengan benar. Tanpa fitur ini, pengguna berpotensi tak bisa lagi mem-boot handphone-nya.
Sejauh ini, partisi A/B merupakan rekomendasi dari Google yang telah tersedia dengan Android 7.0 Nougat sejak 2016. Produsen smartphone dapat memilih opsi ini, tapi tidak harus mengintegrasikannya.
Lihat Juga :