Kecanduan Mematikan: Setengah Miliar Uang Rakyat Dibakar untuk Diamond Mobile Legends dan Slot

Senin, 07 Juli 2025 - 09:33 WIB
loading...
Kecanduan Mematikan:...
Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) bukan hanya game terpopuler di Indonesia, tapi juga mesin penghasil uang melalui pembelian dalam game (in app purchase/IAP). Foto: AI
A A A
MAJALENGKA - Di sebuah desa kecil bernama Cipaku, Majalengka, sebuah pengkhianatan besar baru terungkap. M. Gian Gandana Sukma, seorang Sekretaris Desa, kini harus mendekam di balik jeruji besi, menjadi tersangka dalam sebuah kasus yang menelanjangi sisi tergelap dari dunia digital: kecanduan judi online dan "sihir" game Mobile Legends.

Angkanya tidak main-main. Sebanyak Rp 513 juta dana desa, uang yang seharusnya digunakan untuk membangun jalan, memperbaiki sekolah, atau membantu warga miskin, secara sistematis dipindahkan dari rekening kas desa ke rekening pribadi Gian. Tujuannya? Untuk memuaskan dua candu mematikan: judi online dan membeli diamond Mobile Legends.

“Modus yang dilakukan tersangka adalah memindahkan dana dari rekening kas desa ke rekening pribadinya,” ujar Hendra Prayog, Kasi Pidsus Kejari Majalengka, Kamis (3/7/2025).

Dari total uang rakyat yang digelapkan, hanya sekitar Rp65 juta yang berhasil dikembalikan. Sisanya, lebih dari Rp448 juta, lenyap ditelan kerakusan digital, menjadi kerugian negara yang harus dibayar mahal oleh warga Desa Cipaku.

Tragedi Kenikmatan Digital

Kebiasaan bermain game dan taruhan online sebenarnya wajar di era digital saat ini. Namun, ketika uang rakyat digunakan demi hiburan semata, itu bukan sekadar salah langkah—itu adalah pelanggaran berat yang mencederai kepercayaan publik.

Mobile Legends: Monster In-Game Purchase yang Menggiurkan

Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) bukan hanya game terpopuler di Indonesia, tapi juga mesin penghasil uang melalui pembelian dalam game (in app purchase/IAP). Berdasarkan Sensor Tower, Asia Tenggara menghasilkan USD 625 juta (Rp9,5 triliun) dari IAP pada Q1 2025.

Indonesia adalah penyumbang terbesar, dengan 870 juta unduhan di Q1 2025, mencerminkan tingginya minat pemain lokal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ironi KoinWorks: Janji...
Ironi KoinWorks: Janji Bantu UMKM, Direksi Malah Terseret Korupsi Rp600 Miliar
7 Alasan Kenapa Top...
7 Alasan Kenapa Top Up Game Official Mobile Legends Lebih Aman
Diella Menteri Pemberantas...
Diella Menteri Pemberantas Korupsi dari AI Pertama di Dunia, Inilah Sosoknya
Ada-ada Saja, Albania...
Ada-ada Saja, Albania Tunjuk AI Jadi Menteri Pemberantasan Korupsi
Harga Aslinya Rp5 Jutaan,...
Harga Aslinya Rp5 Jutaan, di era Nadiem Chromebook Tembus Rp10 Jutaan
Teknologi Chrome OS...
Teknologi Chrome OS Dituding Jadi Modus Nadiem Kongkalikong dengan Google
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Nikita Mirzani Minta Jaksa yang Tangani Kasusnya Diusut
Mengapa Orang Baik Memilih...
Mengapa Orang Baik Memilih Diam?
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
Rekomendasi
Kabar Duka, Komedian...
Kabar Duka, Komedian Temon Meninggal Dunia
Lantik Pengurus Golkar...
Lantik Pengurus Golkar Aceh, Bahlil Instruksikan Konsolidasi dan Tambah Kursi Legislatif
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
Berita Terkini
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved