Fenomena Alam Juli 2025: Matahari Lambat Terbenam hingga Jarak Bumi Semakin Menjauh

Minggu, 06 Juli 2025 - 13:50 WIB
loading...
Fenomena Alam Juli 2025:...
: Matahari Lambat Terbenam hingga Jarak Bumi Semakin Menjauh. FOTO/ Daily
A A A
LONDON - Awal Juli tahun ini menyuguhkan tiga fenomena astronomi menarik di langit musim panas . Selain momen matahari terbenam paling lambat dalam setahun, Bumi juga mencapai jarak terjauhnya dari Matahari pada 4 Juli, dan pada hari yang sama, Merkurius akan tampil di langit dengan kecerahan tinggi.

Baca Juga - Deretan Fenomena Alam yang Berbahaya

Taipei Astronomical Museum menyampaikan melalui situs resminya bahwa meskipun titik balik musim panas (summer solstice) adalah hari dengan siang terpanjang dalam setahun, waktu matahari terbenam paling akhir di Taipei justru jatuh pada 3 Juli pukul 18:48 waktu setempat — sekitar satu menit lebih lambat dibanding hari titik balik musim panas.

Dari 26 Juni hingga 9 Juli, waktu matahari terbenam stabil di jam tersebut. Hal ini disebabkan oleh kombinasi berbagai faktor, termasuk kemiringan sumbu rotasi Bumi, orbit elips Bumi, dan lokasi geografis.

Kemudian, pada 4 Juli pukul 03:55, Bumi mencapai titik aphelion tahunannya yaitu jarak terjauh dari Matahari, sekitar 1,0166 satuan astronomi (sekitar 152 juta kilometer). Meskipun merupakan jarak terjauh dari Matahari, namun wilayah belahan bumi utara tetap mengalami puncak musim panas. Ini menunjukkan bahwa pergantian musim lebih ditentukan oleh kemiringan sumbu Bumi, bukan jarak dari Matahari.

Fenomena langit menarik lainnya adalah Merkurius mencapai elongasi timur terbesar dari tiga kali yang terjadi pada 2025. Fenomena ini terjadi pada 4 Juli pukul 12:39 siang waktu setempat, di mana jarak sudut antara Merkurius dan Matahari mencapai 25,9 derajat menjadikannya tampak cukup jauh dari cahaya matahari untuk bisa dilihat dengan mata telanjang setelah matahari terbenam.

Saat itu, Merkurius akan terlihat di langit barat dengan kecerahan sebesar 0,5 magnitudo, tampak seperti permata yang berkilauan di langit senja.

Biasanya Merkurius sulit diamati karena selalu dekat dengan Matahari, tetapi kali ini sudutnya cukup jauh untuk mengurangi gangguan cahaya matahari menjadikan ini salah satu momen terbaik sepanjang 2025 untuk mengamati elongasi timur. Selain itu, Merkurius juga akan berada dekat dengan gugus bintang Beehive (M44) di rasi bintang Cancer.

Taipei Astronomical Museum menambahkan bahwa meskipun ketiga fenomena langit ini tidak saling berkaitan secara langsung, kebetulan terjadi dalam waktu yang berdekatan menjadikannya tema istimewa bagi para pengamat langit dan penggemar astrofotografi.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Rekomendasi
Tak Ditahan, Roy Suryo...
Tak Ditahan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dikenakan Wajib Lapor
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Berita Terkini
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Infografis
Kaleidoskop 2025: 10...
Kaleidoskop 2025: 10 Fenomena Otomotif Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved