Untuk Melawan AI Buatan China, Mark Zuckerberg dan Meta Butuh Ilmuwan dari China

Selasa, 01 Juli 2025 - 20:11 WIB
loading...
Untuk Melawan AI Buatan...
Meta Platforms, induk perusahaan Facebook, baru saja melancarkan serangan ke markas rivalnya, OpenAI. Foto: Reuters
A A A
SILICON VALLEY - Di tengah perang dingin teknologi yang semakin memanas antara Amerika Serikat dan China, sebuah ironi besar tengah terjadi di jantung Silicon Valley. Mark Zuckerberg, dalam upayanya yang putus asa untuk memenangkan perlombaan kecerdasan buatan (AI), kini secara agresif "membajak" talenta-talenta terbaik yang lahir dari sistem pendidikan China—negara yang notabene menjadi rival utama teknologinya.

Meta Platforms, induk perusahaan Facebook, baru saja melancarkan serangan ke markas rivalnya, OpenAI. Mereka berhasil merekrut empat ilmuwan AI terkemuka: Zhao Shengjia, Ren Hongyu, Yu Jiahui, dan Bi Shuchao.

Yang membuat perekrutan ini begitu dramatis dan ironis adalah fakta bahwa keempatnya memiliki benang merah sama: mereka adalah produk dari universitas-universitas paling elite di China sebelum melanjutkan studi dan karir mereka di Amerika.

Ini adalah sebuah pengakuan pahit namun tak terhindarkan dari Silicon Valley: untuk melawan China, mereka membutuhkan "otak" dari China.

Perburuan Berdarah dengan Harga Gila

Ini bukan sekadar perekrutan biasa; ini adalah perburuan berdarah dengan harga yang nyaris tak masuk akal. Menurut CEO OpenAI, Sam Altman, Meta berani menawarkan bonus hingga USD100 juta (sekitar Rp1,6 triliun) untuk memikat para insinyur agar mau berpindah haluan.

Langkah ini diperkuat dengan akuisisi 49% saham di Scale AI senilai USD14,2 miliar (sekitar Rp 227 triliun), manuver yang dilakukan semata-mata untuk membawa sang CEO, Alexandr Wang, memimpin unit AI di Meta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Universitas di AS Membatasi...
Universitas di AS Membatasi Mahasiswa Baru Menggunakan AI
Industri Musik Meluncurkan...
Industri Musik Meluncurkan Label AI untuk Melindungi Orisinalitas
Teknologi Referee View...
Teknologi Referee View Ubah Pengalaman Menonton Piala Dunia FIFA 2026
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
Meta Blokir Fungsi Kamera...
Meta Blokir Fungsi Kamera Kacamata Pintar Jika Lampu Privasi Terhalang
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
Ingin Kuliah AI? Ini...
Ingin Kuliah AI? Ini 20 Universitas di Indonesia yang Membuka Jurusan Kecerdasan Buatan
Mengintegrasikan AI...
Mengintegrasikan AI Demi Mewujudkan Ekosistem Investasi Mass Market
Rekomendasi
Final Piala Dunia 2026:...
Final Piala Dunia 2026: Ribuan Suporter Terjebak Antrean
Messi Nyaris Celaka...
Messi Nyaris Celaka Jelang Final Piala Dunia 2026, Ditekel Rekan Setim
Berapa Banyak Jumlah...
Berapa Banyak Jumlah Tentara AS yang Tewas selama Perang Iran?
Berita Terkini
Bukan Cuma Otomatisasi,...
Bukan Cuma Otomatisasi, Fitur AI Mekari Talenta Dorong HR Jadi Mitra Strategis Bisnis
Lewat Forum CorpU Association...
Lewat Forum CorpU Association Insight, Telkom Percepat Transformasi Talenta
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
5 Rekomendasi Laptop...
5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kerja Kantoran di Tahun 2026
Infografis
China Kerahkan Jet Tempur...
China Kerahkan Jet Tempur dan Kapal Militer untuk Kepung Taiwan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved