ChatGPT Divonis Bikin Rusak Otak, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Selasa, 01 Juli 2025 - 10:47 WIB
loading...
A
A
A
Peserta diminta untuk menulis esai berdasarkan perintah SAT, dengan sesi keempat memungkinkan mereka untuk berganti kelompok.
Tidak mengherankan, hasil penelitian menunjukkan bahwa ketergantungan yang berlebihan pada chatbot, seiring waktu, dapat menumpulkan kognisi, pemikiran kritis, dan kreativitas.
Para peneliti menyebut fenomena itu sebagai "utang kognitif" — istilah yang menunjukkan bahwa penggunaan perangkat AI secara sering dapat menghambat proses mental yang terlibat dalam berpikir mandiri.
Dibandingkan dengan kelompok lain, peserta yang menggunakan mesin pencari tradisional secara konsisten lebih puas dengan esai mereka. Sebaliknya, mereka yang mengandalkan AI melaporkan perasaan campur aduk tentang kualitas pekerjaan mereka.
Dalam hal mengingat konten, pengguna AI mengalami kesulitan yang lebih besar. Banyak yang tidak dapat mengingat atau mengutip esai yang telah mereka tulis dengan bantuan ChatGPT secara akurat.
Tidak mengherankan, hasil penelitian menunjukkan bahwa ketergantungan yang berlebihan pada chatbot, seiring waktu, dapat menumpulkan kognisi, pemikiran kritis, dan kreativitas.
Para peneliti menyebut fenomena itu sebagai "utang kognitif" — istilah yang menunjukkan bahwa penggunaan perangkat AI secara sering dapat menghambat proses mental yang terlibat dalam berpikir mandiri.
Dibandingkan dengan kelompok lain, peserta yang menggunakan mesin pencari tradisional secara konsisten lebih puas dengan esai mereka. Sebaliknya, mereka yang mengandalkan AI melaporkan perasaan campur aduk tentang kualitas pekerjaan mereka.
Dalam hal mengingat konten, pengguna AI mengalami kesulitan yang lebih besar. Banyak yang tidak dapat mengingat atau mengutip esai yang telah mereka tulis dengan bantuan ChatGPT secara akurat.
Lihat Juga :