Meta Divonis Tidak Bersalah atas Pelanggaran Hak Cipta Melatih AI

Jum'at, 27 Juni 2025 - 06:25 WIB
loading...
Meta Divonis Tidak Bersalah...
Meta AI . FOTO/ DAILY
A A A
NEW YORK - Anthropic dinyatakan tidak bersalah atas pelanggaran hak cipta karena penggunaan karya tersebut untuk melatih AI dianggap sebagai penggunaan wajar oleh hakim.

BACA JUGA - Trump Tunjuk Hakim Wanita Konservatif Jadi Hakim Agung

Pagi ini, Meta juga memenangkan kasus serupa setelah hakim mengatakan penggugat gagal membuktikan adanya dampak negatif terhadap pasar akibat penggunaan karya berhak cipta.

Kedua perusahaan kini menghadapi tuntutan terpisah atas pengunduhan karya bajakan melalui platform seperti LibGen, yang melanggar hukum AS.

Hakim sepakat bahwa penggunaan karya berhak cipta untuk melatih AI termasuk dalam kategori penggunaan wajar menurut hukum yang berlaku.

Pagi ini, Meta juga dinyatakan tidak bersalah karena hakim kembali mengatakan hal tersebut sebagai penggunaan wajar.

Meta digugat oleh 13 penulis, salah satunya adalah aktris Sarah Silverman.

Meski tidak terbukti bersalah melanggar hak cipta penulis, hakim Vince Chhabria mengatakan keputusannya diambil karena penggugat gagal membuktikan kasus mereka dengan baik.

Misalnya, mereka gagal membuktikan bahwa Llamas yang dilatih pada karya penulis dapat menyebabkan gangguan pasar karena AI dapat menghasilkan karyanya sendiri.

Keberhasilan Meta dan Anthropic dalam menolak gugatan yang melibatkan hak chip penulis akan berdampak besar.

Meski tidak terbukti bersalah melatih AI untuk menggunakan karya berhak cipta tanpa izin, kedua perusahaan tersebut kini menghadapi tuntutan mengunduh karya tersebut menggunakan Torrent, yang jelas melanggar hukum AS.

Seperti yang dilaporkan pada bulan Februari, Meta mengunduh setidaknya 81,7TB karya bajakan melalui pustaka bajakan Library Genesis (LibGen).
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Begini Respons Ruben...
Begini Respons Ruben Onsu Usai Permintaan Maaf Sarwendah Viral
Penggunaan AI Melesat...
Penggunaan AI Melesat Sebabkan Harga Mobil Naik Signifikan
Rekomendasi
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Jerman vs Curacao: Sang...
Jerman vs Curacao: Sang Debutan Jadi Ujian Perdana Die Mannschaft
Berita Terkini
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Infografis
Syarat Sah Hewan Kurban,...
Syarat Sah Hewan Kurban, Tidak Boleh Cacat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved