Megastruktur Berusia 11.000 Tahun Ditemukan di Bawah Laut Baltik
Senin, 23 Juni 2025 - 07:06 WIB
loading...
A
A
A
Para peneliti, yang dipimpin oleh ahli geofisika Jacob Geerson dari Universitas Kiel, meyakini tembok tersebut – yang mereka beri nama Blinkerwall – dibangun oleh para pemburu-pengumpul di tanah di sebelah danau atau rawa pada Zaman Batu.
"Situs tersebut merupakan salah satu bangunan perburuan buatan manusia tertua yang terdokumentasikan di Bumi, dan merupakan salah satu bangunan Zaman Batu terbesar yang diketahui di Eropa," tulis Geerson dan rekan-rekannya dalam sebuah makalah yang diterbitkan di jurnal PNAS .
Daratan bumi telah mengalami perubahan signifikan selama ribuan tahun, akibat perubahan permukaan laut, erosi, pergerakan tektonik, dan proses geologi lainnya.
Artinya, banyak sekali bekas pemukiman yang telah ditelan oleh lautan dan samudra, membawa serta rahasia mereka.
Namun, teknologi baru semakin mengungkap jendela masa lalu yang pernah hilang , dan membantu mengungkap cara hidup nenek moyang kita di masa lalu.
Dalam kasus ini, meskipun fungsi pasti tembok tersebut sulit dipastikan, para ahli berpendapat tembok itu kemungkinan besar berfungsi sebagai jalur bagi para pemburu rusa kutub.
“Saat Anda mengejar hewan, mereka mengikuti struktur ini, mereka tidak mencoba melompatinya,” jelas Geersen.
“Idenya adalah menciptakan kemacetan buatan dengan dinding kedua atau dengan tepi danau,” tambahnya.
Dinding kedua yang membentang di samping Blinkerwall mungkin terkubur di dalam sedimen dasar laut, para peneliti juga menyarankan dalam makalah mereka.
"Situs tersebut merupakan salah satu bangunan perburuan buatan manusia tertua yang terdokumentasikan di Bumi, dan merupakan salah satu bangunan Zaman Batu terbesar yang diketahui di Eropa," tulis Geerson dan rekan-rekannya dalam sebuah makalah yang diterbitkan di jurnal PNAS .
Daratan bumi telah mengalami perubahan signifikan selama ribuan tahun, akibat perubahan permukaan laut, erosi, pergerakan tektonik, dan proses geologi lainnya.
Artinya, banyak sekali bekas pemukiman yang telah ditelan oleh lautan dan samudra, membawa serta rahasia mereka.
Namun, teknologi baru semakin mengungkap jendela masa lalu yang pernah hilang , dan membantu mengungkap cara hidup nenek moyang kita di masa lalu.
Dalam kasus ini, meskipun fungsi pasti tembok tersebut sulit dipastikan, para ahli berpendapat tembok itu kemungkinan besar berfungsi sebagai jalur bagi para pemburu rusa kutub.
“Saat Anda mengejar hewan, mereka mengikuti struktur ini, mereka tidak mencoba melompatinya,” jelas Geersen.
“Idenya adalah menciptakan kemacetan buatan dengan dinding kedua atau dengan tepi danau,” tambahnya.
Dinding kedua yang membentang di samping Blinkerwall mungkin terkubur di dalam sedimen dasar laut, para peneliti juga menyarankan dalam makalah mereka.
Lihat Juga :