Banyak Dipilih, Mengenal Jenis Sapi yang Biasa untuk Kurban
Sabtu, 07 Juni 2025 - 15:34 WIB
loading...
Jenis Sapi yang Biasa untuk Kurban. FOTO/ Beef Magazine
A
A
A
MAKASSAR - Menjelang Idul Adha 2025, pemilihan jenis sapi kurban jadi salah satu hal penting bagi orang Islam yang ingin berkurban secara optimal.
BACA JUGA - 7 Fakta Sapi Merah Israel yang Membuat Isi Dunia Ketakutan
Selain memastikan syarat syariat terpenuhi, pemilihan jenis sapi juga akan memengaruhi jumlah dan kualitas daging yang dihasilkan.
Berikut 4 jenis sapi yang biasa dipilih untuk kurban
1. Sapi Limousin
Dikutip di situs resmi Kementerian Pertanian RI, sapi limousin pertama kali dikembangkan di Prancis, merupakan tipe sapi pedaging dengan otot yang lebih besar daripada sapi simental. Sapi limousin punya warna bulu coklat tua, di sekitar ambing berwarna putih, dan lutut ke bawah serta sekitar mata berwarna lebih terang.
Sapi limousin punya perawakan besar, panjang, padat dan kompak. Keunggulan dari sapi ini terletak pada pertumbuhannya yang sangat cepat.
Secara genetik, sapi limousin adalah sapi potong yang berasal dari wilayah beriklim dingin. Mereka punya volume rumen besar dan voluntary intake–kemampuan menambah konsumsi di luar kebutuhan yang sebenarnya– yang tinggi, serta metabolic rate cepat sehingga merawatnya juga harus teratur.
Kualitas sapi limousin juga dinilai lebih bagus dan lezat untuk dijadikan makanan. Jadi tidak heran jika nilai jual sapi ini jauh lebih mahal. Faktanya, limousin juga dinilai lebih tahan terhadap serangan penyakit, terutama antraks.
2. Sapi Simental
I
Sapi simental berasal dari daerah Simme di Swiss. Sapi ini kemudian dikembangbiakkan di beberapa negara lain di Eropa dan Amerika. Simental merupakan sapi perah dan pedaging, warna bulunya coklat kemerahan, di bagian muka dan lutut ke bawah serta ujung ekor berwarna putih.
Sapi jantan dewasa beratnya bisa mencapai 1.150 kilogram, sedangkan betina dewasa 800 kilogram. Bentuk tubuhnya kekar dan berotot, serta mengandung sedikit lemak.
Sapi simental cocok dipelihara di wilayah beriklim sedang. Namun secara genetik, sapi simental adalah sapi potong berasal dari wilayah beriklim dingin.
Sapi Brahman
I
Sapi brahman adalah sapi keturunan zebu dan boss indiscuss. Sapi ini berasal dari India, kemudian dikembangkan di Amerika pada 1849 untuk diseleksi dan ditingkatkan mutu genetiknya. Setelah berhasil, brahman diekspor ke berbagai negara, termasuk Australia. Sapi brahman masuk ke Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda.
Ciri khas sapi brahman adalah berpunuk besar dan berkulit longgar, gelambir di bawah leher sampai perut dengan banyak lipatan-lipatan. Telinganya panjang dan berujung runcing.
Brahman tipe sapi potong terbaik untuk dikembangkan. Keistimewaan sapi ini tidak terlalu selektif terhadap pakan yang diberikan. Mereka juga lebih kebal terhadap gigitan caplak, nyamuk, serta tahan panas.
I4 Sapi Po
Sapi po adalah bangsa sapi hasil kawin silang antara pejantan sapi sumba ongole (po) dengan sapi betina lokal di Jawa berwarna putih. Sekarang sapi po yang murni mulai sulit ditemukan karena telah banyak disilangkan dengan sapi brahman.
Sapi po memiliki bulu berwarna putih keabu-abuan, dan warna hitam di beberapa bagian tubuh, bergelambir dan berpunuk.
Sapi po punya ukuran tubuh besar, bentuk muka agak cembung dengan lingkar mata berwarna hitam. Bermoncong rata, memiliki tanduk berwarna gelap dan lengkungan mengarah ke belakang. Sapi po betina punya tanduk lebih panjang ketimbang jantan.
Ciri lain sapi po terletak pada bentuk telinga yang berdiri, agak lebar dan bisa bergerak dengan leluasa. Lehernya juga panjang bergelambir putih. .
Sapi po terkenal sebagai sapi pedaging dan pekerja, mempunyai kemampuan adaptasi tinggi terhadap perbedaan kondisi lingkungan, punya tenaga kuat dan aktivitas reproduksi induk yang cepat setelah beranak. Jantannya memiliki kualitas semen (sperma) yang baik.
Untuk memperingati Hari Raya Idul Adha 1446 H / 2025 M, Pabrik Tepung Terigu Kompas melaksanakan kegiatan pemotongan dan distribusi hewan kurban, Sabtu (7/6/2025). Sebagai wujud kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar pabrik tepung terigu di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Sebanyak tiga ekor sapi qurban disalurkan sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) kepada masyarakat di Kelurahan Ujung Tanah, dan Kelurahan Tamalabba,
BACA JUGA - 7 Fakta Sapi Merah Israel yang Membuat Isi Dunia Ketakutan
Selain memastikan syarat syariat terpenuhi, pemilihan jenis sapi juga akan memengaruhi jumlah dan kualitas daging yang dihasilkan.
Berikut 4 jenis sapi yang biasa dipilih untuk kurban
1. Sapi Limousin
Dikutip di situs resmi Kementerian Pertanian RI, sapi limousin pertama kali dikembangkan di Prancis, merupakan tipe sapi pedaging dengan otot yang lebih besar daripada sapi simental. Sapi limousin punya warna bulu coklat tua, di sekitar ambing berwarna putih, dan lutut ke bawah serta sekitar mata berwarna lebih terang.
Sapi limousin punya perawakan besar, panjang, padat dan kompak. Keunggulan dari sapi ini terletak pada pertumbuhannya yang sangat cepat.
Secara genetik, sapi limousin adalah sapi potong yang berasal dari wilayah beriklim dingin. Mereka punya volume rumen besar dan voluntary intake–kemampuan menambah konsumsi di luar kebutuhan yang sebenarnya– yang tinggi, serta metabolic rate cepat sehingga merawatnya juga harus teratur.
Kualitas sapi limousin juga dinilai lebih bagus dan lezat untuk dijadikan makanan. Jadi tidak heran jika nilai jual sapi ini jauh lebih mahal. Faktanya, limousin juga dinilai lebih tahan terhadap serangan penyakit, terutama antraks.
2. Sapi Simental
I
Sapi simental berasal dari daerah Simme di Swiss. Sapi ini kemudian dikembangbiakkan di beberapa negara lain di Eropa dan Amerika. Simental merupakan sapi perah dan pedaging, warna bulunya coklat kemerahan, di bagian muka dan lutut ke bawah serta ujung ekor berwarna putih.
Sapi jantan dewasa beratnya bisa mencapai 1.150 kilogram, sedangkan betina dewasa 800 kilogram. Bentuk tubuhnya kekar dan berotot, serta mengandung sedikit lemak.
Sapi simental cocok dipelihara di wilayah beriklim sedang. Namun secara genetik, sapi simental adalah sapi potong berasal dari wilayah beriklim dingin.
Sapi Brahman
I
Sapi brahman adalah sapi keturunan zebu dan boss indiscuss. Sapi ini berasal dari India, kemudian dikembangkan di Amerika pada 1849 untuk diseleksi dan ditingkatkan mutu genetiknya. Setelah berhasil, brahman diekspor ke berbagai negara, termasuk Australia. Sapi brahman masuk ke Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda.
Ciri khas sapi brahman adalah berpunuk besar dan berkulit longgar, gelambir di bawah leher sampai perut dengan banyak lipatan-lipatan. Telinganya panjang dan berujung runcing.
Brahman tipe sapi potong terbaik untuk dikembangkan. Keistimewaan sapi ini tidak terlalu selektif terhadap pakan yang diberikan. Mereka juga lebih kebal terhadap gigitan caplak, nyamuk, serta tahan panas.
I4 Sapi Po
Sapi po adalah bangsa sapi hasil kawin silang antara pejantan sapi sumba ongole (po) dengan sapi betina lokal di Jawa berwarna putih. Sekarang sapi po yang murni mulai sulit ditemukan karena telah banyak disilangkan dengan sapi brahman.
Sapi po memiliki bulu berwarna putih keabu-abuan, dan warna hitam di beberapa bagian tubuh, bergelambir dan berpunuk.
Sapi po punya ukuran tubuh besar, bentuk muka agak cembung dengan lingkar mata berwarna hitam. Bermoncong rata, memiliki tanduk berwarna gelap dan lengkungan mengarah ke belakang. Sapi po betina punya tanduk lebih panjang ketimbang jantan.
Ciri lain sapi po terletak pada bentuk telinga yang berdiri, agak lebar dan bisa bergerak dengan leluasa. Lehernya juga panjang bergelambir putih. .
Sapi po terkenal sebagai sapi pedaging dan pekerja, mempunyai kemampuan adaptasi tinggi terhadap perbedaan kondisi lingkungan, punya tenaga kuat dan aktivitas reproduksi induk yang cepat setelah beranak. Jantannya memiliki kualitas semen (sperma) yang baik.
Untuk memperingati Hari Raya Idul Adha 1446 H / 2025 M, Pabrik Tepung Terigu Kompas melaksanakan kegiatan pemotongan dan distribusi hewan kurban, Sabtu (7/6/2025). Sebagai wujud kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar pabrik tepung terigu di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Sebanyak tiga ekor sapi qurban disalurkan sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) kepada masyarakat di Kelurahan Ujung Tanah, dan Kelurahan Tamalabba,
(wbs)
Lihat Juga :