Banyak Dipilih, Mengenal Jenis Sapi yang Biasa untuk Kurban
Sabtu, 07 Juni 2025 - 15:34 WIB
loading...
A
A
A
Secara genetik, sapi limousin adalah sapi potong yang berasal dari wilayah beriklim dingin. Mereka punya volume rumen besar dan voluntary intake–kemampuan menambah konsumsi di luar kebutuhan yang sebenarnya– yang tinggi, serta metabolic rate cepat sehingga merawatnya juga harus teratur.
Kualitas sapi limousin juga dinilai lebih bagus dan lezat untuk dijadikan makanan. Jadi tidak heran jika nilai jual sapi ini jauh lebih mahal. Faktanya, limousin juga dinilai lebih tahan terhadap serangan penyakit, terutama antraks.
2. Sapi Simental
I
Sapi simental berasal dari daerah Simme di Swiss. Sapi ini kemudian dikembangbiakkan di beberapa negara lain di Eropa dan Amerika. Simental merupakan sapi perah dan pedaging, warna bulunya coklat kemerahan, di bagian muka dan lutut ke bawah serta ujung ekor berwarna putih.
Sapi jantan dewasa beratnya bisa mencapai 1.150 kilogram, sedangkan betina dewasa 800 kilogram. Bentuk tubuhnya kekar dan berotot, serta mengandung sedikit lemak.
Sapi simental cocok dipelihara di wilayah beriklim sedang. Namun secara genetik, sapi simental adalah sapi potong berasal dari wilayah beriklim dingin.
Sapi Brahman
I
Sapi brahman adalah sapi keturunan zebu dan boss indiscuss. Sapi ini berasal dari India, kemudian dikembangkan di Amerika pada 1849 untuk diseleksi dan ditingkatkan mutu genetiknya. Setelah berhasil, brahman diekspor ke berbagai negara, termasuk Australia. Sapi brahman masuk ke Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda.
Ciri khas sapi brahman adalah berpunuk besar dan berkulit longgar, gelambir di bawah leher sampai perut dengan banyak lipatan-lipatan. Telinganya panjang dan berujung runcing.
Brahman tipe sapi potong terbaik untuk dikembangkan. Keistimewaan sapi ini tidak terlalu selektif terhadap pakan yang diberikan. Mereka juga lebih kebal terhadap gigitan caplak, nyamuk, serta tahan panas.
I4 Sapi Po
Kualitas sapi limousin juga dinilai lebih bagus dan lezat untuk dijadikan makanan. Jadi tidak heran jika nilai jual sapi ini jauh lebih mahal. Faktanya, limousin juga dinilai lebih tahan terhadap serangan penyakit, terutama antraks.
2. Sapi Simental
I
Sapi simental berasal dari daerah Simme di Swiss. Sapi ini kemudian dikembangbiakkan di beberapa negara lain di Eropa dan Amerika. Simental merupakan sapi perah dan pedaging, warna bulunya coklat kemerahan, di bagian muka dan lutut ke bawah serta ujung ekor berwarna putih.
Sapi jantan dewasa beratnya bisa mencapai 1.150 kilogram, sedangkan betina dewasa 800 kilogram. Bentuk tubuhnya kekar dan berotot, serta mengandung sedikit lemak.
Sapi simental cocok dipelihara di wilayah beriklim sedang. Namun secara genetik, sapi simental adalah sapi potong berasal dari wilayah beriklim dingin.
Sapi Brahman
I
Sapi brahman adalah sapi keturunan zebu dan boss indiscuss. Sapi ini berasal dari India, kemudian dikembangkan di Amerika pada 1849 untuk diseleksi dan ditingkatkan mutu genetiknya. Setelah berhasil, brahman diekspor ke berbagai negara, termasuk Australia. Sapi brahman masuk ke Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda.
Ciri khas sapi brahman adalah berpunuk besar dan berkulit longgar, gelambir di bawah leher sampai perut dengan banyak lipatan-lipatan. Telinganya panjang dan berujung runcing.
Brahman tipe sapi potong terbaik untuk dikembangkan. Keistimewaan sapi ini tidak terlalu selektif terhadap pakan yang diberikan. Mereka juga lebih kebal terhadap gigitan caplak, nyamuk, serta tahan panas.
I4 Sapi Po
Lihat Juga :