Paradoks Kripto Indonesia: Jadi Raja Adopsi Dunia, tapi Anak Bawang Soal Skill
Kamis, 12 Juni 2025 - 08:04 WIB
loading...
A
A
A
Regulator Membuka Pintu, Siapa yang Akan Masuk?
Pemerintah, melalui regulatory sandbox Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebenarnya telah membuka pintu bagi para inovator untuk bereksperimen. Ini adalah kesempatan emas untuk menguji coba ide-ide baru di luar sekadar bursa kripto konvensional."Regulator memiliki peran komprehensif," lanjut Robby, menyoroti pentingnya fasilitas ini untuk mendorong kajian-kajian baru di industri.
Namun, fasilitas saja tidak cukup jika tidak ada talenta yang mampu mengisinya. Potensi teknologi blockchain yang bisa merevolusi berbagai sektor, mulai dari keuangan hingga pendidikan, akan sia-sia jika kita tidak memiliki "arsitek" dan "insinyur"-nya.
"Pemanfaatan teknologi blockchain juga dapat didukung oleh pelaku usaha kripto, asosiasi, perguruan tinggi, hingga komunitas," imbuh Robby.
Kini, pertanyaannya menjadi semakin mendesak. Mampukah Indonesia mengubah statusnya dari sekadar "pasar empuk" menjadi "otak" di balik revolusi blockchainAsia?
(dan)
Lihat Juga :