Jadi Kebutuhan, Protein Berperan Penting dalam Tubuh Manusia
Selasa, 10 Juni 2025 - 15:04 WIB
loading...
Kandungan Protein. FOTO/ Muscle And Fitness
A
A
A
JAKARTA - Kebutuhan protein harian setiap orang berbeda-beda bergantung pada usia, jenis kelamin, serta berat badan. Kebutuhan protein harian tiap orang perlu dicukupi dengan baik. Soalnya, protein termasuk ke dalam jenis gizi makro, yaitu nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah banyak. Selain protein, jenis nutrisi makro yang lain adalah karbohidrat dan lemak.
BACA JUGA - Genjot Populasi Sapi BB, Penuhi Protein Hewani
Protein memiliki peranan yang penting di dalam tubuh, yakni menjaga daya tahan tubuh, membangun dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, membentuk massa otot, meningkatkan metabolisme dan jumlah energi, serta mengontrol nafsu makan.
Interflour melakukan aktivitas positif dengan menggadeng Kampus Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta, Jurusan Seni Kuliner, menggelar aktivitas sharing session baru-baru ini.
“Kegiatan utama acara ini adalah baking demo yang dipandu oleh chef profesional, yang memberikan penjelasan tentang berbagai jenis dan aplikasi bahan baku, seperti protein tinggi, sedang, dan rendah,” papar Marketing Manager Interflour Indonesia, Dewi Ayu Putri, di Kampus Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta, Jurusan Seni Kuliner.
Lewat chef profesional yang membawakan materi tentang pembuatan makanan berprotein sehingga mereka dapat memahami dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Cemilan biasanya sering dikaitkan dengan makanan yang tinggi gula atau tinggi lemak. Namun jika kita dapat memodifikasinya, cemilan dapat diubah menjadi makanan yang kaya akan nutrisi.
Angka kebutuhan protein tiap individu sebenarnya berbeda-beda, karena dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, berat badan, dan aktivitas fisik. Namun jika diperkirakan, kebutuhan protein rata-rata tiap individu yaitu 0,8 –1 g/kgBB atau sekitar 15–20% dari kebutuhan kalori per harinya.
Kebutuhan ini dapat menjadi lebih besar pada kondisi tertentu, misalnya saat seseorang sedang sakit, menjalani pemulihan luka atau pada atlet untuk meningkatkan massa ototnya.
Selain itu, kebutuhan ini juga dapat menjadi lebih kecil pada pasien dengan kondisi klinis tertentu misalnya gangguan fungsi ginjal yang belum masuk fase dialisis dan utamakan konsumsi protein yang bernilai biologis tinggi..
BACA JUGA - Genjot Populasi Sapi BB, Penuhi Protein Hewani
Protein memiliki peranan yang penting di dalam tubuh, yakni menjaga daya tahan tubuh, membangun dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, membentuk massa otot, meningkatkan metabolisme dan jumlah energi, serta mengontrol nafsu makan.
Interflour melakukan aktivitas positif dengan menggadeng Kampus Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta, Jurusan Seni Kuliner, menggelar aktivitas sharing session baru-baru ini.
“Kegiatan utama acara ini adalah baking demo yang dipandu oleh chef profesional, yang memberikan penjelasan tentang berbagai jenis dan aplikasi bahan baku, seperti protein tinggi, sedang, dan rendah,” papar Marketing Manager Interflour Indonesia, Dewi Ayu Putri, di Kampus Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta, Jurusan Seni Kuliner.
Lewat chef profesional yang membawakan materi tentang pembuatan makanan berprotein sehingga mereka dapat memahami dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Cemilan biasanya sering dikaitkan dengan makanan yang tinggi gula atau tinggi lemak. Namun jika kita dapat memodifikasinya, cemilan dapat diubah menjadi makanan yang kaya akan nutrisi.
Angka kebutuhan protein tiap individu sebenarnya berbeda-beda, karena dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, berat badan, dan aktivitas fisik. Namun jika diperkirakan, kebutuhan protein rata-rata tiap individu yaitu 0,8 –1 g/kgBB atau sekitar 15–20% dari kebutuhan kalori per harinya.
Kebutuhan ini dapat menjadi lebih besar pada kondisi tertentu, misalnya saat seseorang sedang sakit, menjalani pemulihan luka atau pada atlet untuk meningkatkan massa ototnya.
Selain itu, kebutuhan ini juga dapat menjadi lebih kecil pada pasien dengan kondisi klinis tertentu misalnya gangguan fungsi ginjal yang belum masuk fase dialisis dan utamakan konsumsi protein yang bernilai biologis tinggi..
(wbs)
Lihat Juga :