Berkobar Sejak 1971, Api Pintu Neraka Hampir Padam

Minggu, 08 Juni 2025 - 11:02 WIB
loading...
Berkobar Sejak 1971,...
Api Pintu Neraka Hampir Padam. FOTO/ THE SUN
A A A
ASHGABAT - Api di kawah terkenal yang disebut 'Pintu Neraka' makin mengecil, demikian dilaporkan. Tak ada penjelasan ilmiah tentang asal-usul atau teori bagaimana kawah api yang oleh penduduk setempat disebut telah memuntahkan api "napas iblis" itu muncul.

BACA JUGA - Inilah 7 Pintu Neraka dengan Beragam Siksa karena Amalannya

Seperti dilansir dari The Sun, kawah itu terletak di Gurun Karakum, Turkmenistan.

Api yang pernah mencapai 1.000 derajat Celsius itu telah berkobar selama 50 tahun tanpa padam.

Ada sejak 1971, kawah Darvaza terbentuk setelah ilmuwan dari Uni Soviet saat itu secara keliru mengebor lubang di tanah, sehingga mengenai wilayah gas alam Bumi.

Sekelompok peneliti kemudian memutuskan untuk membakarnya, sehingga memicu terbentuknya api.

Lubang pembuangan yang lebarnya 70 meter dan dalamnya 65 meter itu telah menjadi objek wisata paling populer.

Para peneliti mengatakan api 'Pintu Neraka' mulai padam karena semua gas yang mudah terbakar di kawah itu hampir habis.

Api di kawah itu kini tiga kali lebih kecil dari ukuran aslinya.

Seorang direktur di perusahaan energi milik negara, Irina Luryeva, mengatakan pada sebuah konferensi bahan bakar fosil minggu ini: “Sebelumnya cahaya besar dari kawah itu terlihat dari jarak bermil-mil, yang menyebabkannya disebut ‘Pintu ke Neraka.’

‘''Sekarang, itu hanya api kecil.”

Penjelajah Kanada, George Kourounis, adalah orang pertama yang turun ke lubang api sedalam 100 kaki. Dia pun tidak dapat menjelaskan asal usul lubang itu.

Pada saat itu, dia mengatakan itu terlihat seperti "gunung berapi di tengah gurun", dan mengakui bahwa dia merasa "sedikit seperti kentang panggang".

"Itu terbakar dengan api yang sangat besar seperti ada banyak api di bawah sana," katanya.

“Siang atau malam, jelas terbakar. Anda dapat mendengar deru api jika Anda berdiri di tepi," ujarnya.

“Panasnya, jika Anda melawan arah angin, tidak tertahankan. Ada ribuan api kecil di sekitar tepi dan menuju pusat," paparnya.

“Lalu ada dua api besar di tengah di bagian bawah, dan mungkin di sanalah lubang rig pengeboran untuk ekstraksi gas alam.”

Ahli geologi Turkmenistan percaya kawah itu terbentuk pada 1960-an dan baru dinyalakan pada 1980-an.

Dan seperti pada saat Turkmenistan berada di bawah kekuasaan Soviet, setiap catatan pembuatan kawah sekarang menjadi informasi rahasia.

Pada 2013, Berdymukhamedov mendeklarasikan bagian dari situs itu sebagai cagar alam.

Misteri seputar lubang api telah mengubahnya menjadi objek wisata yang populer, dengan ribuan orang mengunjungi daerah itu setiap tahun untuk melihat "Gerbang Neraka" dari dekat.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
Rekomendasi
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Berita Terkini
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Infografis
Rupiah Jeblok ke Level...
Rupiah Jeblok ke Level Terendah Sejak Krisis 1998
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved