iQOO Obral Rekor MURI: Baterai Monster & Performa Ganas, Nyata atau Sekadar Gimmick?

Sabtu, 07 Juni 2025 - 11:00 WIB
loading...
iQOO Obral Rekor MURI:...
IQOO berupaya menyasar segmen gaming dengan harga yang lebih terjangkau. Foto: IQOO
A A A
JAKARTA - Di tengah arena perang spesifikasi ponsel pintar, iQOO, sub-merek dari vivo, kembali mengguncang pasar dengan sebuah manuver agresif. Mereka tidak hanya meluncurkan dua "monster" baru, iQOO Z10 dan iQOO Neo 10, tetapi juga langsung memborong dua rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

iQOO Z10 dinobatkan sebagai ponsel dengan baterai terbesar di Indonesia (7.300mAh), sementara iQOO Neo 10 menjadi ponsel sub-flagship pertama yang mampu menjalankan game pada 144 FPS.

Namun, di balik sertifikat rekor dan klaim performa ganas, sebuah pertanyaan kritis: apakah ini adalah sebuah inovasi yang benar-benar dibutuhkan konsumen, atau sekadar gimmick pemasaran?

Pihak iQOO tentu menjualnya sebagai sebuah dedikasi. "Kehadiran Z10 dan Neo 10 merupakan bukti nyata dari dedikasi dan komitmen iQOO dalam mendorong batas teknologi," ujar Praditya Putra, Product Manager iQOO Indonesia. "Kami menghadirkan kombinasi ideal untuk menjawab kebutuhan generasi mobile sekaligus heavy gamer yang menuntut efisiensi, kecepatan, daya tahan, dan performa tanpa kompromi."

Raja Baterai: Solusi atau Berlebihan?

Fokus utama pada iQOO Z10 adalah baterai raksasa 7.300mAh. Sebuah angka yang belum pernah ada sebelumnya di pasar Indonesia. iQOO menjanjikan waktu bermain game hingga 15 jam nonstop. Tentu, ini adalah solusi bagi mereka yang phobia kehabisan daya.

Namun, pertanyaannya, apakah baterai sebesar ini benar-benar perlu? Di saat banyak produsen fokus pada kecepatan pengisian daya yang super cepat, iQOO memilih jalur daya tahan absolut.

Dengan pengisian 90W yang membutuhkan waktu 65 menit untuk penuh, apakah ini akan terasa sebagai sebuah kemunduran bagi pengguna yang terbiasa mengisi daya dalam hitungan belasan menit? Di atas kertas, bobot 199 gram untuk baterai sebesar itu memang impresif, namun apakah kompromi lain harus dilakukan pada komponen internal untuk mencapai ini?

Sang Jawara Esports: Performa di Atas Kertas vs Realitas

Di sisi lain, iQOO Neo 10 dilempar ke arena sebagai "The Esports Champ". Dengan konfigurasi dual chipset Snapdragon 8s Gen 4 dan Supercomputing Chip Q1, serta skor AnTuTu yang menembus 2,4 juta, ponsel ini di atas kertas adalah sebuah monster. Kemampuan menjalankan game pada 144 FPS pun menjadi rekor MURI tersendiri.

Namun, di sinilah letak skeptisisme. Berapa banyak game populer saat ini yang benar-benar mendukung native 144 FPS di perangkat sub-flagship? Apakah Supercomputing Chip Q1 adalah sebuah terobosan nyata, atau hanya istilah pemasaran untuk sebuah unit pemrosesan tambahan yang fungsinya tidak jauh berbeda dari kompetitor?

Menjejalkan spesifikasi dewa ke dalam bodi yang ramping dengan harga mulai dari Rp5.599.000 jelas menarik perhatian. Sistem pendingin seluas 7000 mm² memang terdengar hebat, namun apakah mampu menjinakkan panas dari dual chipset saat digunakan untuk kompetisi esports yang intens dan berdurasi panjang?

Pertaruhan di Segmen 'Neraka'

Dengan rentang harga mulai dari Rp3.699.000 untuk Z10 hingga Rp7.499.000 untuk Neo 10, iQOO secara agresif menyerbu segmen menengah ke atas—sebuah segmen "neraka" yang sudah penuh sesak dengan pemain-pemain mapan.

Sertifikat MURI mungkin berhasil mencuri panggung di hari peluncuran. Namun, pertarungan sesungguhnya ada di tangan konsumen. Apakah mereka akan tergiur dengan klaim "baterai terbesar" dan "144 FPS pertama", atau mereka akan lebih memilih merek dengan rekam jejak yang lebih terbukti di aspek lain seperti kualitas kamera dan dukungan perangkat lunakjangkapanjang?
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Disinyalir Smartphone...
Disinyalir Smartphone Gaming Terbaru, nubia Sebar Teaser Misterius
Kiamat Ponsel Gaming:...
Kiamat Ponsel Gaming: Ini Alasan Asus Bunuh Zenfone dan ROG Phone
NVIDIA Akan Mengurangi...
NVIDIA Akan Mengurangi Chip Grafik Gaming Tahun Depan
PC Bertenaga Snapdragon...
PC Bertenaga Snapdragon X Bisa Dipakai untuk Gaming Windows on Arm
Dari Niche ke Mainstream:...
Dari Niche ke Mainstream: Ini Strategi Agresif iQOO Agar Relevan di Pasar Ponsel Indonesia
Saat Genggaman Terasa...
Saat Genggaman Terasa Membara: Membedah Ancaman Demam pada Ponsel Anda
Manfaat Mengikuti Komunitas...
Manfaat Mengikuti Komunitas E-Sport di Ro8 bagi Pemain
Review realme C15, Ponsel...
Review realme C15, Ponsel Baterai Jumbo Berteknologi Pengisian Cepat
Punya Semua Teknologinya,...
Punya Semua Teknologinya, Memang Asyik Nge-game dengan Huawei P40 Pro
Rekomendasi
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Kantor Imigrasi Denpasar...
Kantor Imigrasi Denpasar dan 2 Lokasi Lainnya Digeledah KPK, Bukti Elektronik hingga Dokumen Disita
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
Infografis
Head to Head Irak vs...
Head to Head Irak vs Indonesia, Skuad Garuda Dihantui Rekor Buruk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved