Batu Ash-Shakhrah Diyakini Yahudi Lokasi Nabi Ibrahim Menyembelih Anaknya
Kamis, 05 Juni 2025 - 15:22 WIB
loading...
Batu Ash-Shakhrah di Baitul Maqdis . FOTO/ X
A
A
A
JERUSALEM - Batu Ash-Shakhrah di Baitul Maqdis jadi salah satu tempat bersejarah bagi umat Islam karena diyakini sebagai batu pijakan Nabi Muhammad SAW ketika hendak melakukan perjalanan Mihraj menuju langit.
BACA JUGA - Gambaran Ketampanan Baginda Nabi Muhammad SAW
Selain dipercaya sebagai tempat suci yang bersejarah bagi Muslim, Batu Ash-Shakhrah juga dianggap suci oleh umat Yahudi karena diyakini sebagai tempat Nabi Ibrahim menyembelih anaknya.
Namun penyembelihan putra Nabi Ibrahim yang diyakini oleh umat Yahudi ini berbeda dengan keyakinan umat Muslim. Karena dalam kepercayaan Yahudi, anak yang disembelih adalah Ishak dan bukan Ismail.
Ibnu Katsir mengungkapkan jika "Ahli Kitab telah mengubahnya dan membuat-buat kedustaan dalam keterangan ini, lalu mengganti dengan Ishaq. Padahal hal tersebut bertentangan dengan nas kitab asli mereka."
Menurut Ibnu Katsir, sesungguhnya mereka menyusupkan penggantian dengan memasukkan Ishaq sebagai ganti Ismail karena bapak moyang mereka adalah Ishaq, sedangkan Ismail adalah bapak moyang bangsa Arab.
Terlepas dari perbedaan keyakinan itu, Batu Ash-Shakhrah atau yang dikenal sebagai kubah batu maupun Dome of Rock ini berada di tengah kompleks Masjid Al Aqsa.
Banyak orang yang keliru dan menilai jika kubah batu merupakan Masjid Al Aqsa. Satu hal yang membedakan keduanya terletak pada kubah emas yang dimiliki Dome of Rock.
Kubah Shakhrah ini selesai didirikan tahun 691 Masehi, menjadikannya bangunan Islam tertua yang masih ada di dunia dan masjid pertama memiliki Kubah.
Awalnya, bangunan bersejarah ini adalah kubah terbuka tanpa dinding. Dinding penutup baru dibangun pada masa Abbasiyah. Bangunan ini mengalami kerusakan pada gempa bumi tahun 808 dan 816.
Sejumlah ulama meyakini bahwa Batu Ash-Shakhrah di Baitul Maqdis adalah tempat pijakan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam ketika naik ke langit saat peristiwa Isra' Mi'raj.
Selain itu, ada pula yang beerpendapat bahwa Batu Ash-Shakhrah adalah tempat ditiupkannya sangkakala ketika akhir zaman. Itu berlandaskan dari Surat Qaf ayat 41.
BACA JUGA - Gambaran Ketampanan Baginda Nabi Muhammad SAW
Selain dipercaya sebagai tempat suci yang bersejarah bagi Muslim, Batu Ash-Shakhrah juga dianggap suci oleh umat Yahudi karena diyakini sebagai tempat Nabi Ibrahim menyembelih anaknya.
Namun penyembelihan putra Nabi Ibrahim yang diyakini oleh umat Yahudi ini berbeda dengan keyakinan umat Muslim. Karena dalam kepercayaan Yahudi, anak yang disembelih adalah Ishak dan bukan Ismail.
Ibnu Katsir mengungkapkan jika "Ahli Kitab telah mengubahnya dan membuat-buat kedustaan dalam keterangan ini, lalu mengganti dengan Ishaq. Padahal hal tersebut bertentangan dengan nas kitab asli mereka."
Menurut Ibnu Katsir, sesungguhnya mereka menyusupkan penggantian dengan memasukkan Ishaq sebagai ganti Ismail karena bapak moyang mereka adalah Ishaq, sedangkan Ismail adalah bapak moyang bangsa Arab.
Terlepas dari perbedaan keyakinan itu, Batu Ash-Shakhrah atau yang dikenal sebagai kubah batu maupun Dome of Rock ini berada di tengah kompleks Masjid Al Aqsa.
Banyak orang yang keliru dan menilai jika kubah batu merupakan Masjid Al Aqsa. Satu hal yang membedakan keduanya terletak pada kubah emas yang dimiliki Dome of Rock.
Kubah Shakhrah ini selesai didirikan tahun 691 Masehi, menjadikannya bangunan Islam tertua yang masih ada di dunia dan masjid pertama memiliki Kubah.
Awalnya, bangunan bersejarah ini adalah kubah terbuka tanpa dinding. Dinding penutup baru dibangun pada masa Abbasiyah. Bangunan ini mengalami kerusakan pada gempa bumi tahun 808 dan 816.
Sejumlah ulama meyakini bahwa Batu Ash-Shakhrah di Baitul Maqdis adalah tempat pijakan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam ketika naik ke langit saat peristiwa Isra' Mi'raj.
Selain itu, ada pula yang beerpendapat bahwa Batu Ash-Shakhrah adalah tempat ditiupkannya sangkakala ketika akhir zaman. Itu berlandaskan dari Surat Qaf ayat 41.
(wbs)
Lihat Juga :