Bisakah Orang Kecanduan ChatGPT? Simak Penjelasannya

Kamis, 29 Mei 2025 - 16:57 WIB
loading...
Bisakah Orang Kecanduan...
Dengan segala kemudahannya membuat orang memakai ChatGPT untuk berbagai keperluan. Foto: ChatGPT
A A A
JAKARTA - Bisakah orang kecanduan ChatGPT? Pertanyaan ini muncul seiring dengan meningkatnya popularitas alat kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT di antara para pengguna internet.

Selain mudah diakses, ChatGPT punya banyak kemampuan dalam membantu pengguna. Sebut saja seperti menjawab pertanyaan, memberikan rekomendasi hingga menciptakan konten kreatif dalam waktu singkat.

Namun, kemudahan dan keterhubunga ChatGPT menimbulkan pertanyaan. Di antaranya mengenai potensi pengguna yang akan jatuh ke dalam ketergantungan berlebihan, mirip dengan kecanduan media sosial atau game online.

Bisakah Orang Kecanduan ChatGPT?

ChatGPT memberikan pengalaman berbeda karena dapat menyesuaikan tanggapan dengan bahasa yang alami dan personal. Pada sebagian pengguna, hal ini bisa membuat mereka seakan berkomunikasi dengan teman yang pintar.

Melansir Vice, sebagian pengguna terlalu sering memakai ChatGPT hingga menjadi kecanduan. Hal ini telah dikonfirmasi dalam sebuah studi gabungan antara MIT Media Lab dan OpenAI.

Melalui sebuah posting blog yang dipublikasikan di web OpenAI, para peneliti menggambarkan kondisi yang mereka anggap sebagai kekhawatiran tentang ketergantungan emosional yang dialami beberapa pengguna chatbot AI.

Laporan tersebut menggambarkan beberapa pengguna yang memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan chatbot. Bahkan, ada yang sampai pada titik mulai memperlakukan ChatGPT sebagai teman.

Pada tujuannya, ChatGPT memang diciptakan untuk memberikan jawaban yang cepat, relevan, dan sering kali menghibur. Aksi ini bisa menciptakan pola pemakaian yang berulang, karena penggunanya merasa nyaman saat berinteraksi.

Berdasarkan penelitian dari Universitas Cambridge (2023), interaksi dengan AI dalam bentuk percakapan telah memicu efek umpan balik positif. Di sini, pengguna cenderung akan kembali memakainya karena merasa dihargai atau dibantu olehnya.

Sebagai contoh, pelajar mungkin sangat bergantung pada ChatGPT untuk mengerjakan tugas. Sedangkan pekerja kantoran memanfaatkannya untuk mengembangkan ide.

Selain itu, kemampuan AI untuk meniru percakapan manusia juga menjadikannya menarik bagi orang-orang yang merasa kesepian. Hal ini akan semakin meningkatkan risiko ketergantungan emosional.

Penelitian lain dari Pew Research Center (2024) menemukan bahwa 15% pengguna AI percakapan melaporkan penggunaan alat seperti ChatGPT lebih dari 3 jam dalam sehari. Tak sekadar mengerjakan tugas, mereka umumnya memakai chatbot untuk hiburan atau mengatasi kebosanan.

Tanda-tanda Ketergantungan pada ChatGPT

Kecanduan terhadap ChatGPT cukup mudah dikenali melalui beberapa indikator. Di antaranya seperti kesulitan dalam mengurangi penggunaan, meski menyadari dampak negatifnya.

Ada juga sebagian pengguna yang merasa terlalu asyik sampai harus melewatkan tanggung jawab sehari-hari. Bahkan, terdapat di antaranya bakal merasa cemas jika tidak bisa mengaksesnya.

Selain itu, pengguna yang sudah kecanduan mungkin akan kehilangan ketertarikan pada interaksi sosial yang nyata. Jadi, alih-alih mengobrol bersama teman, ia lebih memilih berbincang dengan AI karena terasa lebih mudah atau lebih dimengerti.

Baca Juga: ChatGPT Diklaim Bisa Tebak Pasangan Anda Selingkuh atau Tidak

Nah, untuk mencegah terjadinya kecanduan, pengguna disarankan agar menetapkan batasan waktu. Misal, hanya menggunakan ChatGPT untuk tujuan tertentu seperti penelitian atau mendapatkan inspirasi, alih-alih untuk berbincang santai selama berjam-jam.

Jadi, terjawab sudah pertanyaan “Bisakah orang kecanduan ChatGPT?”. Jawabannya adalah bisa. Contohnya pun banyak dijumpai dengan indikatortertentu.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
ChatGPT Jadi Aplikasi...
ChatGPT Jadi Aplikasi Tercepat Mencapai 1 Miliar Pengguna di Seluruh Dunia
Ponsel ChatGPT Akan...
Ponsel ChatGPT Akan Segera Diluncurkan, Ini Bocorannya
Bos OpenAI Akui ChatGPT...
Bos OpenAI Akui ChatGPT Digunakan untuk Merencanakan Penembakan Massal
Ubah AI Jadi Aplikasi...
Ubah AI Jadi Aplikasi Super, OpenAI Luncurkan GPT-5.5
Pengguna ChatGPT Kena...
Pengguna ChatGPT Kena PPN 11%, Begini Penjelasan Ditjen Pajak
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital Terkumpul Rp44,55 Triliun, OpenAI Resmi Jadi Pemungut PPN
Gawat, Lebih dari 1...
Gawat, Lebih dari 1 Juta Orang Bahas Keinginan Bunuh Diri dengan ChatGPT Setiap Pekan
Rekomendasi
Hari Ini, Timnas Indonesia...
Hari Ini, Timnas Indonesia vs Australia Berebut Tiket Final di Piala AFF U-19 2026
Sering Melihat Ibu Berjalan...
Sering Melihat 'Ibu' Berjalan di Rumah, Keluarga Rimar Baru Sadar Ada yang Janggal
Dikuntit OTK, Islah...
Dikuntit OTK, Islah Bahrawi Sebut Polanya Mirip Kasus Andrie Yunus
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
Januari 2025, Tercatat...
Januari 2025, Tercatat 146,5 Juta Orang Indonesia Memakai Pinjol
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved