ART Robot Humaoid Mulai Dijual Tahun Ini: Nggak Perlu Digaji atau Izin Pulang Kampung, Harganya?
Senin, 26 Mei 2025 - 14:14 WIB
loading...
A
A
A
Kini, mereka mengincar pasar konsumen yang juga menjadi target raksasa seperti Tesla Inc. dan perusahaan lainnya. CEO Tesla, Elon Musk, tahun lalu bahkan menyatakan bahwa robot Optimus miliknya akan menangani banyak tugas rumah tangga dan pada akhirnya bisa tersedia untuk konsumen dengan harga USD20.000 hingga UD30.000 (sekitar Rp320 juta hingga Rp480 juta) per unit, dengan produksi dimulai pada 2026.
Ini menandai persaingan sengit di segmen robot humanoid konsumen, di mana UBTech akan berhadapan langsung dengan visi ambisius Musk.
UBTech sendiri bukanlah pemain baru. Perusahaan otomotif BYD Co. dan raksasa elektronik Foxconn Technology Group adalah beberapa pengguna penawaran robot industri UBTech, yang rata-rata berharga USD100.000 (sekitar Rp1,6 miliar) per unit. Selain itu, UBTech juga memiliki robot yang digunakan dalam bidang pendidikan.
Namun, perjalanan UBTech tidak selalu mulus. Perusahaan yang berbasis di Shenzhen ini berada di bawah tekanan persaingan ketat dari sejumlah perusahaan China lainnya yang juga mencoba membawa robot humanoid ke pasar utama.
Persaingan ini semakin memanas setelah Presiden China Xi Jinping tahun ini mengindikasikan bahwa robotika dan teknologi baru menjadi prioritas utama Beijing.
Ini menandai persaingan sengit di segmen robot humanoid konsumen, di mana UBTech akan berhadapan langsung dengan visi ambisius Musk.
UBTech sendiri bukanlah pemain baru. Perusahaan otomotif BYD Co. dan raksasa elektronik Foxconn Technology Group adalah beberapa pengguna penawaran robot industri UBTech, yang rata-rata berharga USD100.000 (sekitar Rp1,6 miliar) per unit. Selain itu, UBTech juga memiliki robot yang digunakan dalam bidang pendidikan.
Namun, perjalanan UBTech tidak selalu mulus. Perusahaan yang berbasis di Shenzhen ini berada di bawah tekanan persaingan ketat dari sejumlah perusahaan China lainnya yang juga mencoba membawa robot humanoid ke pasar utama.
Persaingan ini semakin memanas setelah Presiden China Xi Jinping tahun ini mengindikasikan bahwa robotika dan teknologi baru menjadi prioritas utama Beijing.
Lihat Juga :