China Bocor Halus: Robot Humanoid Tiangong Jadi Open Source, Siapa Saja Boleh Gunakan dan Kembangkan!

Rabu, 21 Mei 2025 - 10:05 WIB
loading...
China Bocor Halus: Robot...
Robot humanoid Tiangong akan menjadi Android di industri robotika. Foto: ist
A A A
CHINA - Dalam ranah masa depan robotika, China baru saja menetapkan standar baru: robot sumber terbuka atau open source bernama Tiangong. Sifat open source membuat Tiangong akan berdampak besar terhadap industri robotika, tidak hanya di China, tapi juga versi global.

Nantinya, semua orang akan bisa mendapatkan cetak biru, perangkat lunak, dan skema Tiangong secara luas.

Pusat Inovasi Robot Humanoid Beijing sengaja melakukan ini untuk menurunkan biaya dan kompleksitas yang biasanya terkait dengan pengembangan robot humanoid.

Ini memungkinkan lebih banyak peneliti, startup, dan pengembang individu untuk bereksperimen dan membangun di atas platform yang sudah ada.

Selain itu, sifat open-source juga mendorong komunitas global untuk berkontribusi pada pengembangan Tiangong. Ini berarti lebih banyak ide, perbaikan, dan adaptasi dapat terwujud lebih cepat dibanding dengan pengembangan robot proprietary yang tertutup.

Dengan akses ke blueprint dan kode, pengembang dapat langsung berfokus pada aplikasi dan peningkatan spesifik, alih-alih membangun seluruh robot dari awal. Ini akan mempercepat siklus inovasi dalam robotika humanoid.

Mengenal Tiangong
China Bocor Halus: Robot Humanoid Tiangong Jadi Open Source, Siapa Saja Boleh Gunakan dan Kembangkan!

Tiangong sendiri merupakan robot humanoid yang ramping, dengan tinggi 163 cm dan berat hanya 43 kg. Mesin lincah ini sudah berjalan, berdansa, bahkan berlari.

Dikembangkan oleh Pusat Inovasi Robot Humanoid Beijing, Tiangong ditenagai sepenuhnya oleh listrik. Keluwesan gerakannya berkat aktuator listrik dan serangkaian sensor canggih, termasuk penglihatan 3D, umpan balik gaya sentuhan, dan persepsi lingkungan waktu nyata.

Ia dapat menaiki tangga, menyesuaikan diri dengan tanjakan licin, dan pulih dari jatuh tanpa kehilangan keseimbangan. Tiangong bisa berjalan diatas kerikil dan pasir.

Sejak debut resminya pada April, para pengembang telah mengadaptasi Tiangong untuk tugas-tugas dunia nyata seperti pemantauan pembangkit listrik dan logistik gudang. Dua varian saat ini tersedia: Tiangong 1.0 LITE untuk eksperimen ringan dan Tiangong Pro untuk lingkungan yang lebih menuntut.

Tujuannya? Menurunkan hambatan masuk. Dengan menyediakan basis yang fleksibel, tim berharap dapat mempercepat pengembangan robotika dan mendorong aplikasi khusus di berbagai sektor—dari penelitian akademis hingga otomatisasi industri.

Baca Juga: Banggakan Robot Tesla yang Bisa Menari, Elon Musk Dipermalukan Grok

Tiangong hanyalah puncak gunung es dalam visi besar China untuk robotika. Pemerintah telah menyatakan dengan jelas: pada 2025, Tiongkok bertujuan untuk memproduksi massal robot humanoid. Pada 2027, mesin-mesin ini diharapkan mampu belajar, bernalar, dan bahkan menciptakan—ambisi yang terdengar seperti fiksi ilmiah tetapi dengan cepat menjadi kenyataan.

China juga berinvestasi besar-besaran dalam sumber daya manusia. Universitas seperti Peking dan Huazhong kini terlibat dalam perlombaan robotika ini, sementara perusahaan seperti UBtech Robotics dan Unitree mengembangkan robot dengan interaksi yang semakinmiripmanusia.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
Hyundai Motor Siap Menjual...
Hyundai Motor Siap Menjual Bebas Robot Humanoid
Mengapa Robot Bisa Bikin...
Mengapa Robot Bisa Bikin Perang Semakin Menjadi Lebih Dahsyat?
Atur Lalu Lintas, China...
Atur Lalu Lintas, China Resmi Terjunkan Robot Polisi di Jalan
AS Siap Beri Pelajaran...
AS Siap Beri Pelajaran Robot-robot Canggih Buatan China
BYD Umumkan Akan Jualan...
BYD Umumkan Akan Jualan Robot Humanoid lewat Dealer Mobil
5 Keunggulan Robot...
5 Keunggulan Robot Humanoid MK-1 yang Dijuluki Prajurit Super AS
Robot BMW Umumkan Pensiun...
Robot BMW Umumkan Pensiun setelah 11 Bulan Produksi 30 Ribu Mobil
Rekomendasi
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Dapat Jalur Relatif Mudah ke Semifinal Piala Dunia 2026
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Masa Depan Kesehatan,...
Masa Depan Kesehatan, Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Bank Genomik Nasional Berjalan Optimal
Berita Terkini
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Infografis
Robot Humanoid Resmi...
Robot Humanoid Resmi Diangkat Jadi Bos di Perusahaan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved