Struktur Raksasa di Mars Jadi PR Besar Astronom untuk Mengungkapnya

Minggu, 18 Mei 2025 - 21:45 WIB
loading...
A A A
Para ilmuwan meyakini bahwa penumbuk yang menciptakan cekungan itu lebih padat daripada Bulan, sehingga massanya menjadi bagian dari Bulan setelah mereka menabraknya.

Namun, tidak ada jejak yang terlihat dari anomali gravitasi Mars yang baru ditemukan di permukaan planet tersebut.

Berbicara tentang penemuan kutub ini, Dr. Root mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Struktur padat ini bisa jadi berasal dari gunung berapi atau bisa jadi merupakan material padat akibat benturan di masa lampau.

“Ada sekitar 20 fitur dengan berbagai ukuran yang telah kami identifikasi tersebar di sekitar area di sekitar lapisan kutub utara – salah satunya menyerupai bentuk anjing.”

Menariknya, ia menambahkan: "Sepertinya tidak ada jejak mereka di permukaan. Namun, melalui data gravitasi, kita memiliki pandangan sekilas yang menggoda ke dalam sejarah lama belahan utara Mars."

Namun, Root dan rekan-rekannya mengakui bahwa untuk benar-benar memahami struktur misterius ini, mereka memerlukan lebih banyak data. Dan untuk mengumpulkan data ini, mereka perlu memulai misi baru.

Misi yang diusulkan ini sekarang dikenal sebagai Martian Quantum Gravity (MaQuls), dan akan didasarkan pada teknologi yang sama yang digunakan dalam misi sebelumnya yang memetakan gravitasi Bulan dan Bumi.

“Pengamatan dengan MaQuIs akan memungkinkan kita untuk menjelajahi bawah permukaan Mars dengan lebih baik,” kata Dr. Lisa Wörner dari Pusat Dirgantara Jerman (DLR), pada Kongres Sains Europlanet 2024.

“Hal ini akan membantu kita untuk mengetahui lebih banyak tentang fitur-fitur tersembunyi yang misterius ini dan mempelajari konveksi mantel yang sedang berlangsung, serta memahami proses-proses permukaan yang dinamis seperti perubahan musiman atmosfer dan pendeteksian reservoir air tanah.”
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
YouTube Update Shorts,...
YouTube Update Shorts, Tampilan Lebih Bersih dan Kontrol Cepat
Panas Ekstrem, Paris...
Panas Ekstrem, Paris Ubah Sungai Seine Jadi Pendingin Udara
Bulan Juni 2026, Ilmuwan...
Bulan Juni 2026, Ilmuwan Sebut Air Laut Mulai Mendidih
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Toyota Siap Terjun Langsung...
Toyota Siap Terjun Langsung ke Produksi Taksi Terbang Listrik
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Rekomendasi
3 Alasan Pemakaman Khamenei...
3 Alasan Pemakaman Khamenei Bisa Pecahkan Rekor Sejarah, Dihadiri 15 Juta Orang
Ronaldo: Portugal Belum...
Ronaldo: Portugal Belum Menang Apa Pun Sebelum Saya, Euro 2016 Setara Piala Dunia
Menko Pangan Minta Sektor...
Menko Pangan Minta Sektor Lain Tiru Kemenhut dalam Perdagangan Karbon
Berita Terkini
Percepat Transformasi,...
Percepat Transformasi, Telkom Sukses Tuntaskan Restrukturisasi 10 Entitas Bisnis
MacBook Air Makin Mahal,...
MacBook Air Makin Mahal, M1 Baru Rp8 Jutaan dan Bekas Rp6 Jutaan Masih Layak Dibeli?
Mengapa Spam Judi Online...
Mengapa Spam Judi Online Makin Marak di Kolom Komentar Media Sosial?
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
Data Rahasia iPhone...
Data Rahasia iPhone Bocor! India Selidiki Tata Electronics
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
Infografis
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Ditantang Cape Verde
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved