Mengapa Danau Aral Mengering?

Senin, 12 Mei 2025 - 11:00 WIB
loading...
Mengapa Danau Aral Mengering?
Penyusutan yang drastis danau Aral merupakan salah satu bencana lingkungan buatan manusia terbesar dalam sejarah. Foto: ist
A A A
KAZAKHSTAN - Danau Aral terletak di Asia Tengah, tepatnya di perbatasan antara Kazakhstan dan Uzbekistan. Dahulu kala, Danau Aral merupakan danau terbesar keempat di dunia berdasarkan luas permukaan.

Proses pengeringan menyebabkan Danau Aral pecah menjadi beberapa danau yang lebih kecil dan terisolasi. Dasar danau yang mengering menciptakan gurun garam baru yang dikenal sebagai Aralkum.

Danau Aral mengering secara dramatis akibat diversi air dalam skala besar dari sungai-sungai yang mengalirkannya, yaitu Sungai Amu Darya dan Sungai Syr Darya, untuk proyek irigasi pertanian Soviet yang ambisius, terutama untuk tanaman kapas dan padi.

Mengapa Danau Aral Mengering?

Proyek ini dimulai pada tahun 1960-an dan terus berlanjut selama beberapa dekade, menyebabkan penurunan volume air dan luas permukaan danau secara signifikan.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Earth Sciences (2018) meneliti dampak hidrologi dan lingkungan dari penyusutan Danau Aral. Dalam abstrak penelitiannya disebutkan pengeringan danau Aral, salah satu bencana lingkungan terbesar abad ke-20, adalah konsekuensi langsung dari pengalihan air skala besar dari dua anak sungai utamanya, Sungai Amu Darya dan Syr Darya, untuk tujuan irigasi yang dimulai pada tahun 1960-an.

Mengapa Danau Aral Mengering?

NASA Earth Observatory juga telah mendokumentasikan perubahan dramatis Danau Aral melalui citra satelit selama beberapa dekade. Dalam artikel mereka yang berjudul "The Shrinking Aral Sea" (diakses pada 11 Mei 2025), mereka menyatakan Aral dulunya adalah danau terbesar keempat di dunia. Namun, dimulai pada tahun 1960-an, sungai-sungai yang mengalirkannya dialihkan oleh proyek irigasi Soviet. Pada tahun 2014, Basin Timur telah mengering sepenuhnya.

Penelitian lain, dalam International Journal of Environmental Research and Public Health (2019) membahas dampak kesehatan dari krisis Danau Aral. Para peneliti mencatat bahwa praktik irigasi yang tidak berkelanjutan yang diterapkan pada era Soviet, yang memprioritaskan produksi kapas di wilayah kering Asia Tengah, menyebabkan penurunan drastis volume air Laut Aral.

Baca Juga: Bak Cinta yang Kering Ditelikung, Laut Aral Mengering Setelah 2 Sungai Sumber Mata Airnya Dialihkan

Penyusutan volume air menyebabkan peningkatan drastis tingkat salinitas danau, menghancurkan ekosistem air tawar dan sebagian besar kehidupan akuatik.

Danau Aral pecah menjadi beberapa danau yang lebih kecil, yang masing-masing memiliki dinamika hidrologi yang berbeda.

Krisis ini telah menyebabkan masalah sosial dan ekonomi yang signifikan bagi penduduk di wilayah sekitarnya, termasuk masalah kesehatan akibat badai debu garam dan hilangnya mata pencahariandariperikanan.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ilmuwan Ungkap Fenomena...
Ilmuwan Ungkap Fenomena Kembalinya Danau Purba Setelah 130 Tahun Menghilang
Danau Terdalam di Bumi...
Danau Terdalam di Bumi Terbukti Dihuni Monster Seram yang Melebihi Megalodon
Danau Hantu Pagi Hari...
Danau Hantu Pagi Hari Airnya Luber, Beberapa Jam Kemudian Mengering
India Akan Blokir Aliran...
India Akan Blokir Aliran Air Danau yang Menuju Pakistan
Danau Raksasa Tiba-tiba...
Danau Raksasa Tiba-tiba Muncul Kembali setelah 130 Tahun Menghilang
Racun di Danau Laguna...
Racun di Danau Laguna Verde Diklaim seperti Air di Mars
Cerita Danau Buatan...
Cerita Danau Buatan yang Mengelilingi Megahnya Istana Baru Kerajaan Mataram
Danau Laguna Verde,...
Danau Laguna Verde, Danau Paling Beracun di Dunia
Harta Karun Senilai...
Harta Karun Senilai Rp9.000 Triliun Ditemukan di Dasar Danau Ini, Bisa Ubah Masa Depan Dunia
Rekomendasi
Harga LNG Naik Turun...
Harga LNG Naik Turun Mengacu Harga Minyak Dunia
Ducati hingga Tas Dior...
Ducati hingga Tas Dior Rampasan Kasus Korupsi K3 Bakal Dilelang KPK Desember 2026
Tilep Rp2 Miliar, Mantan...
Tilep Rp2 Miliar, Mantan Ketua PN Kudus Dipecat
Berita Terkini
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Infografis
Danau Laguna Verde,...
Danau Laguna Verde, Danau Paling Beracun di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved