Sarang Laba-laba Dinosaurus Ditemukan di Australia
Jum'at, 09 Mei 2025 - 07:19 WIB
loading...
A
A
A
Berbagai spesies laba-laba jebakan modern Matthew R McCurry, Michael Frese, Robert Raven
Penemuan spesies ini juga memberi tahu kita sesuatu tentang iklim masa lalu Australia, tambah laporan itu.
Fakta bahwa ia ditemukan di lapisan sedimen hutan hujan berarti wilayah itu dulunya jauh lebih basah daripada sekarang.
Hal itu, pada gilirannya, dapat membantu para ilmuwan memahami bagaimana pemanasan iklim telah mengubah bentuk kehidupan di negara tersebut – dan bagaimana hal itu dapat mengubahnya lagi.
"Bukan hanya laba-laba fosil terbesar yang ditemukan di Australia, tetapi juga merupakan fosil pertama dari famili Barychelidae yang ditemukan di seluruh dunia," kata ahli araknologi Robert Raven dari Museum Queensland.
"Ada sekitar 300 spesies laba-laba perangkap kaki sikat yang hidup saat ini, tetapi mereka tampaknya tidak sering menjadi fosil.
"Ini bisa jadi karena mereka menghabiskan banyak waktu di dalam liang sehingga tidak berada di lingkungan yang tepat untuk menjadi fosil."
Temuan ini dipublikasikan dalam Jurnal Zoologi Masyarakat Linnean.
Penemuan spesies ini juga memberi tahu kita sesuatu tentang iklim masa lalu Australia, tambah laporan itu.
Fakta bahwa ia ditemukan di lapisan sedimen hutan hujan berarti wilayah itu dulunya jauh lebih basah daripada sekarang.
Hal itu, pada gilirannya, dapat membantu para ilmuwan memahami bagaimana pemanasan iklim telah mengubah bentuk kehidupan di negara tersebut – dan bagaimana hal itu dapat mengubahnya lagi.
"Bukan hanya laba-laba fosil terbesar yang ditemukan di Australia, tetapi juga merupakan fosil pertama dari famili Barychelidae yang ditemukan di seluruh dunia," kata ahli araknologi Robert Raven dari Museum Queensland.
"Ada sekitar 300 spesies laba-laba perangkap kaki sikat yang hidup saat ini, tetapi mereka tampaknya tidak sering menjadi fosil.
"Ini bisa jadi karena mereka menghabiskan banyak waktu di dalam liang sehingga tidak berada di lingkungan yang tepat untuk menjadi fosil."
Temuan ini dipublikasikan dalam Jurnal Zoologi Masyarakat Linnean.
(wbs)
Lihat Juga :