Makhluk Ini Kembali Lagi setelah 17 Tahun Menghilang
Selasa, 06 Mei 2025 - 08:23 WIB
loading...
A
A
A
Mereka menghabiskan hampir seluruh hidupnya di bawah tanah, melalui tahapan kehidupan yang disebut instar, sebelum akhirnya muncul ke permukaan selama beberapa minggu untuk berganti kulit, kawin, lalu mati — sementara anak-anak yang baru menetas akan jatuh dari pohon dan menggali tanah, memulai siklus hidup baru.
Pejantan menghasilkan suara kawin yang memekakkan telinga menggunakan tymbal, yaitu membran penghasil suara di kedua sisi perut mereka, menciptakan paduan suara yang sering disamakan dengan suara sirene atau alat berat.
Mereka tidak menggigit, tidak menyengat, dan tidak makan makanan padat dalam bentuk dewasa, meskipun mereka minum air.
Sebagai gantinya, pertahanan mereka adalah jumlah yang luar biasa banyak — muncul secara massal untuk memenuhi nafsu makan predator seperti burung, rakun, rubah, dan kura-kura, sehingga memainkan peran penting dalam ekosistem.
Namun strategi bertahan hidup mereka kini makin terancam oleh perubahan akibat ulah manusia.
Pejantan menghasilkan suara kawin yang memekakkan telinga menggunakan tymbal, yaitu membran penghasil suara di kedua sisi perut mereka, menciptakan paduan suara yang sering disamakan dengan suara sirene atau alat berat.
Mereka tidak menggigit, tidak menyengat, dan tidak makan makanan padat dalam bentuk dewasa, meskipun mereka minum air.
Sebagai gantinya, pertahanan mereka adalah jumlah yang luar biasa banyak — muncul secara massal untuk memenuhi nafsu makan predator seperti burung, rakun, rubah, dan kura-kura, sehingga memainkan peran penting dalam ekosistem.
Namun strategi bertahan hidup mereka kini makin terancam oleh perubahan akibat ulah manusia.
(wbs)
Lihat Juga :