AI Bisa Antisipasi Kecurangan Tes Rekrutmen Karyawan

Selasa, 29 April 2025 - 10:26 WIB
loading...
AI Bisa Antisipasi Kecurangan...
AI Bisa Antisipasi Kecurangan Tes Rekrutmen Karyawan. FOTO/ DOK SindoNews
A A A
JAKARTA - Setelah THR cair, Perusahaan biasanya menghadapi gelombang resign tahunan Bagi divisi HR (Human Resource), ini berarti mereka harus kejar tayang pengisian posisi. Namun, di tengah tekanan waktu, proses rekrutmen yang dilakukan tergesa-gesa ternyata dapat berdampak pada proses rekrutmen yang kurang terpantau dan berujung salah rekrut.

Fenomena gelombang resign ini terpotret pada beberapa hasil penelitian. Survei Gallup 2024, misalnya, mencatat bahwa 52% pekerja Indonesia sedang aktif mencari pekerjaan baru. Tren ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan tingkat niat resign tertinggi keempat di ASEAN. Sementara Laporan Jobstreet by SEEK juga menunjukkan peningkatan aktivitas pencarian kerja sebesar 5,3% sepanjang 2024 dibanding tahun sebelumnya.

“Proses rekrutmen yang tergesa-gesa sering membuat perusahaan kecolongan, terutama jika dilakukan prosesnya secara online. Masih ada kasus-kasus dimana kandidat pencari kerja mencoba-coba mencari joki atau dibantu dalam mengerjakan tes online.,” ujar Kartika Amelia, Direktur Human Care Consulting (HCC), Selasa (29/04).

Untuk mengatasi persoalan ini, HCC menawarkan sistem pengawasan tes online berbasis kecerdasan buatan (AI) yang disebut “AI Based Proctoring”, sebuah metode pengawasan otomatis berbasis AI (Artificial Intelligence) yang bertujuan memastikan peserta tidak melakukan kecurangan.
Proctoring sendiri merupakan metode pengawasan ujian atau tes yang bertujuan memastikan peserta tidak melakukan kecurangan. Metode ini dapat dilakukan secara manual oleh pengawas (Human Proctoring), baik secara tatap muka maupun melalui platform seperti Zoom, namun berpotensi memakan biaya dan waktu, serta rentan terhadap human error. Alternatifnya adalah system based proctoring, yang menggunakan pemantauan layar dan sistem otomatis untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.

Sementara AI Based Proctoring bisa mengenali wajah, gerakan, atau tindakan tidak wajar, seperti membuka perangkat lain atau kehadiran orang lain di depan kamera, tanpa memerlukan intervensi manusia. Teknologi ini memantau peserta selama tes berlangsung dan mampu mendeteksi indikasi kecurangan secara real time termasuk jika peserta dibantu pihak lain, membuka jendela lain di layar, atau melakukan kontak luar layar.

“Bukan hanya hasil tes, proses kandidat mengikuti tes pun menjadi hal penting yang perlu menjadi perhatian. Jika dari awal kandidat atau peserta tes sudah mencoba melakukan kecurangan, integritas dan kredibilitasnya pun perlu dipertanyakan." Lanjut Kartika Amelia.

Teknologi ini menjadi andalan HCC dalam menjaga kualitas dan integritas proses seleksi digital yang sangat menentukan keberhasilan proses rekrutmen. Laporan Harvard Business Review (2023) menyebutkan bahwa 30-50% karyawan baru gagal bertahan lebih dari 18 bulan yang sudah terlihat dalam 3-6 bulan pertama. Kegagalan itu disebabkan oleh proses rekrutmen yang terburu-buru dan kurangnya penilaian mendalam terhadap karakter serta kompetensi teknis kandidat. Sementara Riset LinkedIn Workforce Confidence (2024) mengungkap bahwa Perusahaan dengan proses seleksi yang ketat dan terkontrol mengalami 50% lebih sedikit turnover pada karyawan baru. Karena, karyawan yang melalui proses seleksi yang tepat cenderung lebih siap menghadapi tantangan di bulan-bulan awal masa kerja.

Kesalahan dalam rekrutmen akan berdampak besar bagi perusahaan. Studi dari Society for Human Resource Management (SHRM) memperkirakan bahwa biaya mengganti satu karyawan bisa mencapai 6–9 bulan gaji. Belum termasuk kerugian produktivitas, beban tim, dan kerusakan budaya kerja yang bisa ditimbulkan oleh orang yang salah di posisi penting.

Selain mendeteksi kecurangan, sistem ini juga mengedukasi kandidat akan pentingnya kejujuran sejak proses seleksi. “Bagi kami, assessment bukan sekadar hasil akhir, tapi proses pembentukan budaya integritas sejak hari pertama,” tegas Kartika Amelia.

HCC menegaskan posisinya sebagai pelopor layanan psikotes online yang tidak hanya cepat dan mudah, tapi juga akurat, aman, dan terintegrasi dengan kebutuhan bisnis. Di tengah arus resign dan ketatnya pasar tenaga kerja, seleksi yang bersih dan terpercaya bukan lagi pilihan tapi keharusan.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Rekomendasi
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Bawa Molotov saat Demo...
Bawa Molotov saat Demo Mahasiswa, Satu Pengunjuk Rasa Jadi Tersangka
AHRT Raih 2 Podium pada...
AHRT Raih 2 Podium pada Race 1 ARRC Jepang, Irfan dan Herjun Tembus Tiga Besar
Berita Terkini
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved