14 Oktober 2025: Tanggal Kiamat untuk 240 Juta Pengguna Windows/PC, Ada Apa?

Senin, 07 April 2025 - 21:43 WIB
loading...
14 Oktober 2025: Tanggal...
Microsoft memperingatkan 240 juta pengguna Windows untuk tidak lagi memakai PC mereka. Foto: ist
A A A
JAKARTA - 14 Oktober 2025 akan jadi ”kiamat” bagi 240 juta pengguna Windows. Sebab, dukungan untuk Windows 10 resmi akan berakhir.

Seperti yang dilaporkan oleh Windows Latest, Microsoft mengimbau pengguna untuk berhenti menggunakan perangkat PC yang tidak bisa lagi di-upgrade ke Windows 11.

Ada berapa banyak? Ternyata, banyak sekali. Diperkirakan ada sekitar 240 juta PC yang tidak memenuhi syarat untuk di-upgrade.

Karena tidak dapat upgrade ke sistem operasi (OS) Windows terbaru, artinya pengguna tidak akan lagi bisa mendapat dukungan Microsoft.

Apa yang Harus Dilakukan?

Windows Latest mengajukan pertanyaan penting: "Apa yang harus Anda lakukan dengan PC Windows 10 lama Anda yang masih berfungsi dengan baik tetapi tidak dapat di-upgrade ke Windows 11? Anda terus menggunakannya, bukan? Menurut Microsoft, Anda harus membuangnya, mendaur ulang perangkat kerasnya, dan membeli PC Windows 11. Termasuk memakai PC Copilot+, agar Anda tidak ketinggalan fitur-fitur AI."

Masih Ada Pengecualian

Tanggal 14 Oktober 2025 memang memiliki beberapa pengecualian. Pengguna rumahan dan perusahaan akan memiliki opsi dukungan tambahan dengan biaya tertentu. Tetapi hanya terbatas pada 12 bulan untuk pengguna rumahan.

Microsoft memperingatkan beberapa bahaya jika tidak update ke Windows terbaru: mulai rentan terhadap pelanggaran data, pencurian identitas, dan konsekuensi serius lainnya.

Pembaruan keamanan, kata Microsoft, ”seperti kunci di pintu Anda. membantu menjauhkan orang jahat,”. Jika tidak rutin mengganti kuci pintu, "dapat dieksploitasi oleh malware atau peretas," dan menjadi "target yang mudah."

Baca Juga: Microsoft Disebut Menunda Pembangunan Data Center Secara Global, Jakarta Ikut Terdampak?

Data dari Statcounter menunjukkan bahwa meskipun Windows 11 terus bertumbuh, Windows 10 masih memiliki pangsa pasar yangsignifikan.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Microsoft Klaim Chip...
Microsoft Klaim Chip Kuantum Baru 1.000 Kali Lebih Stabil
Microsoft Akan Memperbaiki...
Microsoft Akan Memperbaiki Masalah Windows 11 sepanjang 2026
Windows File Explorer...
Windows File Explorer Diperbarui, Kini Lebih Ringan untuk Searching
Windows 11 Kenalkan...
Windows 11 Kenalkan Agent Workspace, Fitur AI Agen untuk Otomatisasi Tugas
Microsoft Memperkenalkan...
Microsoft Memperkenalkan Ikon Office Baru, Tampil Lebih Modern dan Ramah AI
Presiden Prabowo Sambut...
Presiden Prabowo Sambut Hangat Kedatangan Bill Gates di Istana Merdeka
Imbas Gangguan Sistem...
Imbas Gangguan Sistem IT, Penumpang Pesawat Menumpuk di Bandara Soetta
Microsoft Windows 10...
Microsoft Windows 10 Down, Sejumlah Maskapai di Bandara Soekarno-Hatta Layani Check In Manual
Rekomendasi
Mantan Petinggi OJK...
Mantan Petinggi OJK Ditahan Bareskrim terkait Kasus Dana Syariah Indonesia
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Haul Akbar Ulama Betawi,...
Haul Akbar Ulama Betawi, Gus Muhaimin Urai Peran Besar Ulama Bangun Bangsa
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
Infografis
Ukraina Mengharapkan...
Ukraina Mengharapkan 3 Juta Peluru Sekutu untuk Akhiri Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved