Raksasa Teknologi Terguncang: Apple Kehilangan USD300 Miliar Akibat Tarif Trump

Sabtu, 05 April 2025 - 17:41 WIB
loading...
Raksasa Teknologi Terguncang:...
Apple menjadi perusahaan dengan penurunan saham paling besar di Amerika. Foto: Reuters
A A A
JAKARTA - Saham-saham perusahaan teknologi mengalami penurunan tajam gara-gara tarif baru Presiden Donald Trump. Apple jadi perusahaan dengan penurunan saham paling dalam di antara perusahaan teknologi lainnya.

Saham Apple mencatat penurunan terburuknya sejak Maret 2020, anjlok lebih dari 9%, menghapus lebih dari USD310 miliar (Rp4.863 triliun) dari kapitalisasi pasarnya.

Menurut para analis, karena pusat produksinya di luar negeri pembuat iPhone rentan dikenai tarif.

“Kekhawatiran akan tarif baru yang diumumkan oleh Presiden Trump telah memicu aksi jual besar-besaran di pasar saham, terutama di sektor teknologi. Apple, dengan ketergantungan produksinya di China, menjadi salah satu yang paling terpukul," ujar seorang analis pasar terkemuka.

Trump mengumumkan tarif yang akan berdampak pada sekitar 185 negara, termasuk mitra dagang terbesar Amerika Serikat. Tarif timbal balik tambahan, misalnya, akan mencakup tarif 34% untuk impor dari China, tarif 20% untuk impor dari Uni Eropa, 46% untuk impor dari Vietnam, 32% untuk impor dari Taiwan, dan 26% untuk India — semuanya mulai berlaku pada 9 April.

Khususnya, tambahan pajak 34% untuk China akan ditambahkan ke tarif 20% yang sudah ada di negara itu, yang berarti total tarif akan naik menjadi 54%. China adalah pusat produksi terpenting Apple, dengan sekitar 85% iPhone diproduksi di sana.

“Apple memproduksi hampir semua iPhone mereka di China, dan pertanyaannya adalah seputar pengecualian dan pembebasan pada kebijakan tarif ini jika perusahaan-perusahaan tersebut membangun lebih banyak operasi, pabrik, dan fasilitas di AS seperti yang diumumkan Apple pada bulan Februari," kata analis Wedbush, Dan Ives.

Saat ketegangan perdagangan meningkat, Apple bergerak untuk meningkatkan rantai pasokannya di luar China, meningkatkan manufaktur di tempat-tempat seperti India dan Vietnam.

Tetapi dengan pengumuman tarif baru yang akan berdampak pada negara-negara tersebut juga, ruang untuk bernapas menjadi terbatas.

“Kekhawatiran akan berpusat pada dampak harga dan margin bersama dengan apa artinya ini bagi rantai pasokan global di masa mendatang," kata Ives.

Pemain-pemain "Magnificent Seven" lainnya juga menghadapi aksi jual yang signifikan. Secara agregat, kelompok saham tersebut menghapus lebih dari USD1 triliun (Rp15.688 triliun) dari kapitalisasi pasar kolektif mereka, menurut data Bloomberg yang dianalisis oleh Yahoo Finance.

Baca Juga: Bos Epic Games Sebut Apple dan Google Lakukan Monopoli dan Berbisnis ala Mafia

Pada penutupan, Amazon dan Meta masing-masing turun sekitar 9%, menyamai Apple, diikuti oleh penurunan 8% pada saham Nvidia dan penurunan lebih dari 5% pada Tesla. Alphabet turun 4% sementara Microsoft (MSFT) turun lebih dari 2%.

Di luar Magnificent Seven, saham-saham chip menghadapi penurunan serupa, meskipun semikonduktor dibebaskan dari tarif tambahan Trump. Pesaing Nvidia, Broadcom, misalnya, menghapus lebih dari USD70 miliar (Rp1.098 triliun) dari kapitalisasi pasarnya setelah sahamnyaturun11%.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Apa yang Dilakukan Elon...
Apa yang Dilakukan Elon Musk dan Tim Cook saat Menemani Trump ke China?
Bocoran Spesifikasi...
Bocoran Spesifikasi dan Harga iPhone 18 Series serta iPhone Ultra Foldable 2026
Pemerintahan Trump Rilis...
Pemerintahan Trump Rilis Video Asli UFO yang Telah Terverifikasi
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Rekomendasi
5 Fakta Menarik Timnas...
5 Fakta Menarik Timnas Jerman Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
KSP: MBG Terus Berlanjut,...
KSP: MBG Terus Berlanjut, Tata Kelola dan Pengawasan Diperkuat
Berita Terkini
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Infografis
Daftar Lengkap 14 Negara...
Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved