Otak Kecoa Diklaim Jadi Jawaban Penyakit Misterius Manusia

Kamis, 20 Maret 2025 - 20:11 WIB
loading...
Otak Kecoa Diklaim Jadi...
Otak Kecoa Jawaban Penyakit Misterius Manusia. FOTO/ ifl science
A A A
KAIRO - Para ahli menganggap otak kecoa dapat menjadi bahan terbaik untuk melawan infeksi super pada manusia.

BACA JUGA L- Susu Kecoa Diklaim Peneliti Tiga Kali Lebih Bergizi dari Sapi

Meski kecoak sendiri mungkin membuat kulit kita merinding, apa yang ada di dalam mereka mungkin memegang kunci yang memungkinkan kita melawan penyakit menular .

Dengan meningkatnya resistensi antibiotik yang mengkhawatirkan dan solusinya membingungkan para ilmuwan, penelitian telah menemukan bahwa otak kecoak dan belalang memiliki senyawa antimikroba yang melawan bakteri berbahaya seperti E. coli dan MRSA.

Ekstrak otak dan jaringan saraf lain dari kecoa Amerika, Periplaneta americana, dan belalang gurun, Schistocerca gregaria , berhasil membunuh lebih dari 90 persen jenis E. coli yang menyebabkan meningitis. Ekstrak ini juga membunuh bakteri staph yang resistan terhadap methicillin, yang resistan terhadap antibiotik.

"Beberapa serangga ini hidup di tempat-tempat paling kotor yang pernah diketahui manusia," kata Naveed Khan, salah satu penulis penelitian tersebut. "Serangga ini merayap di jaringan mati, di saluran pembuangan, di area drainase. Kami berpikir, 'Bagaimana mereka mengatasi semua bakteri dan parasit?'"

Teori latar belakang di balik penyelidikan belalang dan kecoak muncul ketika para ahli memperhatikan bahwa tentara yang kembali dari dinas di Timur Tengah kembali dengan infeksi yang tidak biasa, sementara belalang atau kecoak di daerah yang sama tidak terpengaruh.

Untuk menguji gagasan mereka, tim tersebut menggiling berbagai bagian kecoa dan belalang yang dibesarkan di laboratorium dan menginkubasinya bersama dengan berbagai jenis bakteri.

Mereka meninggalkannya semalaman di cawan Petri dan menemukan bahwa ekstrak otak dan ekstrak dari jaringan saraf toraks belalang membunuh hampir 100 persen bakteri. Sementara itu, ekstrak dari lemak, otot, dan darah serangga tidak memiliki efek apa pun pada bakteri.

Para ahli menemukan sembilan molekul yang tampaknya bertanggung jawab atas aktivitas antimikroba pada belalang, dan mereka berupaya mengidentifikasinya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Rekomendasi
Dasco Terima Audiensi...
Dasco Terima Audiensi Massa Mahasiswa di Gedung DPR
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Berita Terkini
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
LG Pasang Taruhan Besar:...
LG Pasang Taruhan Besar: AI Jadi Jantung Seisi Rumah
Apakah iPhone 18 Pro...
Apakah iPhone 18 Pro Max Akan Jadi Lompatan Terbesar Teknologi Kamera
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved