Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Adalah Kunci Perkuat Ketahanan Siber
Senin, 17 Februari 2025 - 16:21 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, dalam menghadapi ancaman keamanan siber (cyber threats) Indonesia perlu memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.
Sebagai wujud dari upaya pro-aktif dunia usaha maka Asosiasi Digitalisasi & Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI) yang berdiri sejak tahun lalu, bersama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta melalui kemitraan dengan Kaspersky menyelenggarakan kegiatan forum pembahasan strategis bersama narasumber ahli dan praktisi guna mendiskusikan topik keamanan siber secara lebih mendalam.
Acara yang mengangkat tema “CyberSecure 2025: Penguatan Kolaborasi Pemerintah & Swasta Guna Melindungi Masa Depan Digital Indonesia dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi,” forum strategis ini mempertemukan pemerintah, lembaga internasional, serta dunia usaha dalam rangka merumuskan solusi inovatif dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.
Konferensi ini juga membahas peran pemerintah, organisasi, dan individu dalam memperkuat infrastruktur digital Indonesia secara kolektif.
Slamet Aji Pamungkas, selaku Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, menegaskan dalam pidatonya bahwa kolaborasi strategis antara pemerintah dan dunia usaha sangat penting dalam rangka memperkuat ketahanan siber Indonesia, terutama di tengah ancaman yang terus berkembang. Regulator dan pelaku industri harus memahami prioritas serta kepentingan masing-masing guna menciptakan solusi dan respons bersama," ujarnya dalam rilis yang diterima Senin (17/2/2025).
Lebih lanjut, Ketua ADIGSI, Firlie Ganinduto, menekankan kolaborasi strategis antara pemerintah dan dunia usaha dalam membangun ketahanan siber harus selaras dengan strategi nasional untuk menjadikan ekonomi digital Indonesia sebagai sumber pertumbuhan baru dan pendorong efektif dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%.
Sebagai wujud dari upaya pro-aktif dunia usaha maka Asosiasi Digitalisasi & Keamanan Siber Indonesia (ADIGSI) yang berdiri sejak tahun lalu, bersama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta melalui kemitraan dengan Kaspersky menyelenggarakan kegiatan forum pembahasan strategis bersama narasumber ahli dan praktisi guna mendiskusikan topik keamanan siber secara lebih mendalam.
Acara yang mengangkat tema “CyberSecure 2025: Penguatan Kolaborasi Pemerintah & Swasta Guna Melindungi Masa Depan Digital Indonesia dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi,” forum strategis ini mempertemukan pemerintah, lembaga internasional, serta dunia usaha dalam rangka merumuskan solusi inovatif dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.
Konferensi ini juga membahas peran pemerintah, organisasi, dan individu dalam memperkuat infrastruktur digital Indonesia secara kolektif.
Slamet Aji Pamungkas, selaku Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, menegaskan dalam pidatonya bahwa kolaborasi strategis antara pemerintah dan dunia usaha sangat penting dalam rangka memperkuat ketahanan siber Indonesia, terutama di tengah ancaman yang terus berkembang. Regulator dan pelaku industri harus memahami prioritas serta kepentingan masing-masing guna menciptakan solusi dan respons bersama," ujarnya dalam rilis yang diterima Senin (17/2/2025).
Lebih lanjut, Ketua ADIGSI, Firlie Ganinduto, menekankan kolaborasi strategis antara pemerintah dan dunia usaha dalam membangun ketahanan siber harus selaras dengan strategi nasional untuk menjadikan ekonomi digital Indonesia sebagai sumber pertumbuhan baru dan pendorong efektif dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi 8%.
Lihat Juga :