Ketakutan Manusia terhadap Kecerdasan Buatan membuat AI Semakin Canggih

Selasa, 28 Januari 2025 - 06:17 WIB
loading...
Ketakutan Manusia terhadap...
Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) . FOTO/ DAILY
A A A
BEIJING - Kecerdasan buatan (AI) ditakuti oleh banyak orang karena potensi yang dimilikinya jika menjadi terlalu canggih, seperti menggantikan pekerjaan, menjadi lebih berpengetahuan daripada manusia, atau bahkan menimbulkan ancaman bagi kita.

BACA JUGA - Profesi yang Hilang Digantikan Kecerdasan Buatan

Sekarang, dalam perkembangan yang cukup mengkhawatirkan, para ilmuwan yang mempelajarinya menemukan bahwa virus tersebut telah berkembang sedemikian rupa sehingga melewati "garis merah".

Para peneliti dari Universitas Fudan di China menggunakan dua model bahasa besar yang populer, yang dikenal sebagai LLM, untuk melihat apakah AI dapat mereplikasi diri dan berkembang biak di luar kendali, lapor LiveScience .

Dan disarankan AI mungkin sudah dapat menjadi liar karena dalam 10 uji coba, kedua model AI menciptakan replika diri mereka yang terpisah dan berfungsi dalam 50 dan 90 persen kasus.

Dalam penelitian yang dipublikasikan pada database pracetakarXiv , para peneliti mengatakan: "Replikasi diri yang berhasil tanpa bantuan manusia merupakan langkah penting bagi AI untuk mengalahkan manusia dan merupakan sinyal awal bagi AI jahat,''

"Itulah sebabnya replikasi diri secara luas diakui sebagai salah satu dari sedikit risiko garis merah pada sistem AI tingkat lanjut,''

"Jika risiko terburuk seperti itu dibiarkan tidak diketahui oleh masyarakat manusia, pada akhirnya kita akan kehilangan kendali atas sistem AI terdepan: mereka akan mengendalikan lebih banyak perangkat komputasi, membentuk spesies AI, dan berkolusi satu sama lain untuk melawan manusia,''

"Temuan kami merupakan peringatan tepat waktu tentang risiko AI parah yang ada namun belum diketahui sebelumnya, yang menyerukan kolaborasi internasional untuk tata kelola yang efektif terhadap replikasi diri sistem AI yang tidak terkendali."

Laporan tersebut menambahkan bahwa model Open AI dan Google "melaporkan tingkat risiko replikasi diri terendah" dan LLM yang digunakan memiliki "parameter yang lebih sedikit dan kemampuan yang lebih lemah".

Studi ini belum ditinjau sejawat sehingga tidak jelas apakah hasil ini dapat direplikasi oleh peneliti lain.

Seorang pria secara terbuka mengaku mengandalkan AI sebagai uluran tangan, menggunakannya untuk mengirimkan 1.000 lamaran pekerjaan saat ia tidur dan bangun dengan hasil yang luar biasa . Sementara itu, sebuah penelitian telah mengungkap dampak mengejutkan dari seringnya penggunaan kecerdasan buatan terhadap otak kita , khususnya di kalangan Gen Z.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Perkuat Pasar Teknologi...
Perkuat Pasar Teknologi Nasional, Bachrum Lubis Siap Pimpin StratLogic.AI Akselerasi Transformasi AI Indonesia
Klaim China di Perairan...
Klaim China di Perairan Natuna, Pakar Minta Indonesia Pertahankan Kedaulatan
Ford dan Apple Bergabung...
Ford dan Apple Bergabung Bangun Teknologi Otomotif Cerdas
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
Rekomendasi
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
Angela Tanoesoedibjo...
Angela Tanoesoedibjo Ajak Kader Contoh Kegigihan Timnas Norwegia
Ini Tips Memilih Tumbler...
Ini Tips Memilih Tumbler sesuai Kebutuhan, dari Ngopi hingga Traveling
Berita Terkini
Google Hentikan Dukungan...
Google Hentikan Dukungan YouTube untuk Smartphone Jadul
Waspadai Heat Stroke,...
Waspadai Heat Stroke, Jakarta Bakal Terasa Jauh Lebih Gerah hingga Akhir September 2026
Apple Siap Kenalkan...
Apple Siap Kenalkan Kacamata Pintar Terbaru di WWDC 2027
Dukung Vokasi, LG Hadirkan...
Dukung Vokasi, LG Hadirkan Kelas Multimedia Modern di SMKN 2 Tangerang Selatan
Nothing Ear (3a): Berani...
Nothing Ear (3a): Berani Beda di Pasar yang Menghukum Merek Asing
Facebook Menguji Tampilan...
Facebook Menguji Tampilan Video Layar Penuh Mirip TikTok
Infografis
Mistral Saba Kecerdasan...
Mistral Saba Kecerdasan Buatan Berbahasa Arab Beredar di Timteng
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved