Objek Baru yang Berbeda dari Benda Lain di Tata Surya Ditemukan
Minggu, 26 Januari 2025 - 08:25 WIB
loading...
A
A
A
Pengamatan mendalam baru menggunakan data Teleskop Luar Angkasa James Webb menunjukkan bahwa planet ini jauh lebih mirip dengan Venus, planet terpanas di Tata Surya. Namun, Enaiposha diyakini jauh lebih besar daripada Venus, yang menjadikannya planet pertama yang diketahui dari jenisnya.
Para astronom menyebut kategori baru ini sebagai 'super-Venus' dan Enaiposha tidak seperti planet lain di Tata Surya. Para ilmuwan berpotensi mengumpulkan informasi tentangnya yang dapat membantu pemahaman kita tentang eksoplanet lain dan cara kerjanya.
Sayangnya, masih ada beberapa masalah yang dihadapi dalam mengamati Enaiposha, yang berjarak 47 tahun cahaya dari Bumi, karena atmosfernya sangat tebal, sehingga tidak dapat dilihat dengan mudah.
Penelitian baru yang dipimpin oleh astronom Everett Schlawin di Universitas Arizona dan Kazumasa Ohno di Observatorium Astronomi Nasional Jepang telah mengungkap lebih banyak informasi tentang eksoplanet misterius ini.
Sebuah tim peneliti mempelajari data transit Enaiposha dan menemukan bahwa saat planet itu melintas di depan Okaria, cahaya bintang yang melintasi atmosfer eksoplanet itu diubah oleh konsentrasi karbon dioksida yang sama yang membentuk lebih dari 96 persen atmosfer Venus.
"Sinyal CO2 yang terdeteksi dari studi pertama sangat kecil, sehingga diperlukan analisis statistik yang cermat untuk memastikan bahwa sinyal tersebut nyata," jelas Ohno melalui NAOJ. "Pada saat yang sama, kami memerlukan wawasan fisik dan kimia untuk mengekstraksi sifat sebenarnya dari atmosfer GJ 1214 b."
Para astronom menyebut kategori baru ini sebagai 'super-Venus' dan Enaiposha tidak seperti planet lain di Tata Surya. Para ilmuwan berpotensi mengumpulkan informasi tentangnya yang dapat membantu pemahaman kita tentang eksoplanet lain dan cara kerjanya.
Sayangnya, masih ada beberapa masalah yang dihadapi dalam mengamati Enaiposha, yang berjarak 47 tahun cahaya dari Bumi, karena atmosfernya sangat tebal, sehingga tidak dapat dilihat dengan mudah.
Penelitian baru yang dipimpin oleh astronom Everett Schlawin di Universitas Arizona dan Kazumasa Ohno di Observatorium Astronomi Nasional Jepang telah mengungkap lebih banyak informasi tentang eksoplanet misterius ini.
Sebuah tim peneliti mempelajari data transit Enaiposha dan menemukan bahwa saat planet itu melintas di depan Okaria, cahaya bintang yang melintasi atmosfer eksoplanet itu diubah oleh konsentrasi karbon dioksida yang sama yang membentuk lebih dari 96 persen atmosfer Venus.
"Sinyal CO2 yang terdeteksi dari studi pertama sangat kecil, sehingga diperlukan analisis statistik yang cermat untuk memastikan bahwa sinyal tersebut nyata," jelas Ohno melalui NAOJ. "Pada saat yang sama, kami memerlukan wawasan fisik dan kimia untuk mengekstraksi sifat sebenarnya dari atmosfer GJ 1214 b."
Lihat Juga :