Cara Membedakan Macan Tutul dan Kumbang di Kawasan Gunung Bromo dari Rekaman Kamera
Sabtu, 25 Januari 2025 - 11:12 WIB
loading...
A
A
A
"Itu indikasi secara kasar (populasi) 24 itu, kita belum meyakini secara ilmiah, tapi sebenarnya kalau survei terakhir itu terstruktur secara ilmiah, bagaimana kita memilih area yang sudah tersampling - sampling sudah standar," tambahnya.
Dari kajian di aplikasi khusus itu kata Rudi, dapat ditelusuri jepretan - jepretan yang tertangkap kamera trap, apakah itu individu yang sama, indukan dan anaknya, jenis macan tutul atau macan kumbang, termasuk persebarannya. Dimana nantinya data itu akan dituangkan secara ilmiah melalui sebuah jurnal dari hasil penelitian ini.
"Akan dilihat mana individu - individu yang mungkin sama, sehingga dari situ bisa melihat berapa individu yang mungkin ada, memang tidak tepat 100 persen, tapi pendekatan itu akan lebih valid, dan mendekati benar, dan paling penting kita belum bisa memastikan itu berapa ekor," terangnya.
![Cara Membedakan Macan Tutul dan Kumbang di Kawasan Gunung Bromo dari Rekaman Kamera]()
Sementara itu, Kepala Bidang Teknis BBTNBTS Seno Pramudita menyebutkan, selama ini memang belum ada potensi perjumpaan antara manusia dan macan tutul. Tapi jika melihat alur wilayahnya jalur antara Malang - Lumajang, itu itu diduga menjadi lokasi dimana hewan langka ini melintas.
"Kalau perjumpaan mungkin juga ada, ada yang melintas jalur Malang Lumajang pernah ketemu. Makanya kita sudah masang papan-papan ada lintasan satwa, jangan sampai nabrak. Kalau secara umum (macan tutul mendekati) nggak ada lagi," kata Seno Pramudita.
Dari kajian di aplikasi khusus itu kata Rudi, dapat ditelusuri jepretan - jepretan yang tertangkap kamera trap, apakah itu individu yang sama, indukan dan anaknya, jenis macan tutul atau macan kumbang, termasuk persebarannya. Dimana nantinya data itu akan dituangkan secara ilmiah melalui sebuah jurnal dari hasil penelitian ini.
"Akan dilihat mana individu - individu yang mungkin sama, sehingga dari situ bisa melihat berapa individu yang mungkin ada, memang tidak tepat 100 persen, tapi pendekatan itu akan lebih valid, dan mendekati benar, dan paling penting kita belum bisa memastikan itu berapa ekor," terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Teknis BBTNBTS Seno Pramudita menyebutkan, selama ini memang belum ada potensi perjumpaan antara manusia dan macan tutul. Tapi jika melihat alur wilayahnya jalur antara Malang - Lumajang, itu itu diduga menjadi lokasi dimana hewan langka ini melintas.
"Kalau perjumpaan mungkin juga ada, ada yang melintas jalur Malang Lumajang pernah ketemu. Makanya kita sudah masang papan-papan ada lintasan satwa, jangan sampai nabrak. Kalau secara umum (macan tutul mendekati) nggak ada lagi," kata Seno Pramudita.
Lihat Juga :