Teknologi dan AI Mempengaruhi Industri dalam Cara Kerja

Selasa, 07 Januari 2025 - 13:24 WIB
loading...
Teknologi dan AI Mempengaruhi...
Laporan World Economic Forum menunjukkan betapa pentingnya kesiapan tenaga kerja untuk menguasai keterampilan teknologi di masa depan. FOTO/ DOK Apple
A A A
JAKARTA - Teknologi telah mengubah hampir setiap aspek kehidupan manusia, dan dampaknya sangat terasa di dunia industri dan tenaga kerja.

BACA JUGA - Intip Wanita AI Tercantik, Dinobatkan Jadi Miss AI Pertama di Dunia

Tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi dan menciptakan inovasi, tetapi teknologi juga menciptakan peluang baru sekaligus tantangan bagi tenaga kerja di seluruh dunia.

Perubahan yang dibawa oleh teknologi ini mempengaruhi cara kerja, jenis pekerjaan yang ada, dan keterampilan yang dibutuhkan oleh tenaga kerja modern.

Dalam laporan terbaru World Economic Forum berjudul Future of Jobs Report 2025, yang diterbitkan pada 7 Januari 2025, disoroti bahwa teknologi membawa dampak besar terhadap pasar kerja global.

Teknologi tidak hanya mempengaruhi industri, tetapi juga menciptakan peluang serta tantangan baru bagi tenaga kerja di seluruh dunia.

Dalam konteks ini, pentingnya keterampilan teknologi yang relevan dan pendidikan yang tepat menjadi kunci untuk meningkatkan kesempatan kerja dan potensi penghasilan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

Teknologi menjadi faktor utama dalam perubahan ini. Menurut laporan tersebut, sekitar 4,8 juta pekerjaan hilang karena kemajuan teknologi. Namun, di sisi lain, transformasi digital dan teknologi canggih diperkirakan akan menciptakan 9,9 juta pekerjaan baru dan 11 juta pekerjaan tambahan yang sangat bergantung pada keterampilan teknologi.

Fenomena ini menunjukkan pentingnya kesiapan angkatan kerja untuk beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat dalam dunia teknologi.

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, keterampilan digital kini menjadi persyaratan utama di pasar kerja. Keterampilan analisis data, pemrograman, kecerdasan buatan (AI), dan pengembangan perangkat lunak diperkirakan akan menjadi prioritas tinggi dalam lima tahun ke depan.

Bahkan, keterampilan tradisional seperti ketahanan dan presisi, yang sebelumnya sangat dihargai, diperkirakan akan berkurang permintaannya.

Di Indonesia, adaptasi terhadap perubahan teknologi menjadi sangat krusial untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja di tingkat global. Dalam konteks ini, pelatihan dan pendidikan berbasis teknologi dapat menjadi jawaban untuk mengatasi tantangan ini, meningkatkan keterampilan, dan memperbesar peluang karier.

Salah satu contoh pelatihan yang berfokus pada teknologi adalah Apple Developer Academy, yang membantu para peserta mempersiapkan diri dengan keterampilan yang dibutuhkan di dunia digital yang terus berkembang.

Sejak 2018, lebih dari 2.500 calon pengembang telah lulus dari akademi ini di Jakarta, Batam, dan Surabaya. Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan dalam pengembangan aplikasi iOS, desain, pemasaran, serta kemampuan berkolaborasi dan menyelesaikan masalah.

“Dengan mempertemukan para pengembang yang bercita-cita tinggi dari hampir seluruh provinsi di Indonesia, para lulusan Akademi tahun ini telah menunjukkan potensi teknologi untuk membuat perbedaan yang berarti dalam kehidupan masyarakat. Mereka telah belajar untuk memanfaatkan kreativitas mereka, menerapkan solusi baru untuk masalah yang menantang, dan berkolaborasi untuk mencapai sesuatu yang lebih besar.” - Esther Hare, Senior Director, Worldwide Developer Marketing, Apple

Apple Developer Academy telah menunjukkan bagaimana pendidikan teknologi dapat membantu mengatasi kesenjangan keterampilan dan meningkatkan akses ke peluang pekerjaan yang lebih baik.

Dalam menghadapi transformasi digital yang cepat, program pelatihan ini menjadi salah satu kunci untuk menyiapkan angkatan kerja Indonesia menghadapi tantangan masa depan dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital di tanah air.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
Kemajuan Teknologi Jadi...
Kemajuan Teknologi Jadi Tantangan Menguji Karakter Bangsa
Dari Google hingga LinkedIn,...
Dari Google hingga LinkedIn, Tren Vibe-Coding: Jabatan Product Manager Kini Jadi AI Builder
Generasi Emas yang Terabaikan...
Generasi Emas yang Terabaikan Akhirnya Bersuara: AI Jadi Alat Baru bagi Ratusan Siswa SLB
Kolaborasi Elitery-IPB...
Kolaborasi Elitery-IPB Hadirkan Transformasi Pendidikan Berbasis AI
Revolusi AI Ciptakan...
Revolusi AI Ciptakan Dilema Iblis bagi Perusahaan, Cloudflare Tawarkan Diri Jadi Malaikat Penjaga
Harmonisasi Spiritualitas...
Harmonisasi Spiritualitas dan Teknologi, UAI Bekali Sertifikasi AI hingga Penguasaan Bahasa Mandarin
Pentagon Kembangkan...
Pentagon Kembangkan AI Pembunuh Tanpa Pengawasan Manusia
Membangun Tata Kelola...
Membangun Tata Kelola Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Manusia di Era AI Generatif
Rekomendasi
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
Dudung: Pemerintah Selalu...
Dudung: Pemerintah Selalu Buka Ruang untuk Publik Sampaikan Kritik
Berita Terkini
5 Cara Memilih Tempat...
5 Cara Memilih Tempat Top Up Game yang Terpercaya, AntiScam!
Desain Elegan Minimalis...
Desain Elegan Minimalis ASUS ROG Zephyrus G16 GU606 Nyaman untuk Kerja dan Gaming
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Infografis
3 Kelebihan DeepSeek...
3 Kelebihan DeepSeek dibanding ChatGPT dan Meta AI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved