Penyebab Matahari Berwarna Biru pada Tahun 1831 Akhirnya Terungkap
Selasa, 14 Januari 2025 - 21:19 WIB
loading...
A
A
A
Simushir terletak di Laut Okhotsk dan merupakan bagian dari Kepulauan Kuril di Timur Jauh Rusia, cukup dekat dengan Jepang.
Analisis geokimia dari sampel inti es menunjukkan “kecocokan sidik jari yang sempurna” dengan endapan abu lama.
Dr Will Hutchison, penulis utama studi dari School of Earth and Environmental Science di University of St Andrews menjelaskan : "Kami menganalisis kimia es pada resolusi temporal yang sangat tinggi. Hal ini memungkinkan kami untuk menentukan waktu letusan yang tepat pada musim semi-panas 1831, memastikan bahwa letusan tersebut sangat eksplosif, dan kemudian mengekstraksi pecahan-pecahan kecil abu.
“Menemukan kecocokannya memakan waktu lama dan memerlukan kerja sama yang ekstensif dengan rekan-rekan dari Jepang dan Rusia, yang mengirimkan kepada kami sampel yang dikumpulkan dari gunung berapi terpencil ini beberapa dekade lalu.”
“Momen di laboratorium ketika kami menganalisis dua abu secara bersamaan, satu dari gunung berapi dan satu dari inti es, benar-benar menjadi momen eureka. Saya tidak percaya angkanya identik. Setelah ini, saya menghabiskan banyak waktu untuk menyelidiki usia dan ukuran letusan dalam catatan Kuril untuk benar-benar meyakinkan diri sendiri bahwa kecocokan itu nyata,” tambahnya.
Analisis geokimia dari sampel inti es menunjukkan “kecocokan sidik jari yang sempurna” dengan endapan abu lama.
Dr Will Hutchison, penulis utama studi dari School of Earth and Environmental Science di University of St Andrews menjelaskan : "Kami menganalisis kimia es pada resolusi temporal yang sangat tinggi. Hal ini memungkinkan kami untuk menentukan waktu letusan yang tepat pada musim semi-panas 1831, memastikan bahwa letusan tersebut sangat eksplosif, dan kemudian mengekstraksi pecahan-pecahan kecil abu.
“Menemukan kecocokannya memakan waktu lama dan memerlukan kerja sama yang ekstensif dengan rekan-rekan dari Jepang dan Rusia, yang mengirimkan kepada kami sampel yang dikumpulkan dari gunung berapi terpencil ini beberapa dekade lalu.”
“Momen di laboratorium ketika kami menganalisis dua abu secara bersamaan, satu dari gunung berapi dan satu dari inti es, benar-benar menjadi momen eureka. Saya tidak percaya angkanya identik. Setelah ini, saya menghabiskan banyak waktu untuk menyelidiki usia dan ukuran letusan dalam catatan Kuril untuk benar-benar meyakinkan diri sendiri bahwa kecocokan itu nyata,” tambahnya.
(wbs)
Lihat Juga :