Penyebab Hiu Berukuran Besar Jarang Muncul ke Permukaan Laut Terkuak

Minggu, 29 Desember 2024 - 20:58 WIB
loading...
Penyebab Hiu Berukuran...
Penyebab Hiu Berukuran Besar Jarang Muncul. FOTO/MEGALODONTAND
A A A
SIDNEY - Para peneliti, termasuk ahli biologi kelautan Alison Towner dari Dyer Island Conservation Trust, telah mengumpulkan data penampakan dan pelacakan hiu putih besar yang menunjukkan pola penghindaran yang mengejutkan. Hiu-hiu ini, yang biasanya berburu di perairan yang sama, mulai menjauh ketika orca mendekat.

BACA JUGA - Hiu Megalodon Raksasa Punah Akibat Berdarah Panas

Menurut penelitian, "Setelah serangan orca di Gansbaai, hiu putih besar tidak muncul selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan," ujar Towner. Hiu putih besar ini tampaknya menghindari lokasi-lokasi tertentu sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman dari orca, strategi penghindaran yang mirip dengan perilaku

Fenomena ini memiliki dampak yang jauh lebih besar pada ekosistem laut. Sebagai predator utama, hilangnya hiu putih besar membuka celah ekologi yang dimanfaatkan oleh spesies lain. Salah satunya adalah hiu tembaga, yang mulai mengisi ekologi ekologi yang ditinggalkan oleh hiu putih besar. Namun, karena tidak ada lagi hiu putih besar untuk memburu mereka, orca kini beralih memangsa hiu

Penurunan jumlah hiu putih besar juga mengganggu keseimbangan yang lebih besar. Tanpa keberadaan mereka, anjing laut berbulu Cape, yang sebelumnya diwaspadai oleh hiu putih besar, kini berkembang biak lebih banyak.

Hal ini dapat menyebabkan mereka memangsa spesies lain, seperti penguin Afrika yang terancam punah, atau bahkan bersaing dengan ikan pelagis kecil yang merupakan sumber makanan utama bagi banyak spesies laut.

Keberadaan paus orca sebagai predator yang lebih efisien memiliki dampak besar pada ekosistem. Tanpa hiu putih besar yang mengendalikan populasi anjing laut berbulu Cape, spesies yang lebih kecil, bahkan yang terancam punah, dapat terancam lebih lanjut.

Hal ini menunjukkan bagaimana perubahan dalam perilaku predator dapat mempengaruhi seluruh rantai makanan dan keseimbangan ekosistem laut yang baik

“Tekanan yang dapat ditanggung ekosistem terbatas, dan dampak dari orca yang menyingkirkan hiu besar kemungkinan akan berdampak jauh lebih luas,” kata Towner. Fenomena ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga keseimbangan alam di lautan, di mana setiap perubahan kecil dalam perilaku predator dap

Para ilmuwan masih mempelajari mengapa orca memilih hati hiu sebagai sumber nutrisi utama mereka. Hati hiu sangat kaya akan nutrisi dan lemak yang dibutuhkan oleh orca, tetapi alasan mereka memilih hati hiu, atau bagaimana mereka mengetahui betapa bernutrisi hati ini, masih menjadi misteri. Beberapa peneliti berpendapat bahwa orca mungkin beradaptasi untuk berburu hiu karena menurunnya jumlah mangsa pilihan mereka.

Bahkan yang lebih meyakinkan adalah bahwa orca cenderung memangsa hiu putih besar yang masih subdewasa, yang memiliki peluang lebih rendah untuk berkembang biak. Hiu putih besar memiliki tingkat pertumbuhan yang lambat dan strategi hidup.

Penurunan jumlah hiu putih besar ini bukan hanya masalah bagi predator tersebut, tetapi juga bagi seluruh ekosistem laut. Keberadaan hiu putih besar berperan penting dalam menjaga keseimbangan alam, dan hilangnya mereka dapat menyebabkan konsekuensi yang lebih besar bagi spesies lainnya

Penurunan populasi hiu putih besar dan peran orca sebagai predator utama menunjukkan pentingnya pemantauan keberlanjutan terhadap ekosistem laut. Melalui ilmu pengetahuan warga, laporan nelayan, dan penelitian siklus yang berkelanjutan, kita dapat memahami lebih jauh bagaimana predasi ini mempengaruhi keseimbangan ekosistem laut dalam jangka panjang.

“Studi pendahuluan dan kewaspadaan terhadap perubahan ekosistem ini sangat penting untuk memastikan kita dapat melindungi spesies yang rentan dan menjaga kesehatan ekosistem laut
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
Gurita Biru Kehijauan...
Gurita Biru Kehijauan Langka Ditemukan di Dasar Laut Galapagos
Suhu Air Laut Meningkat,...
Suhu Air Laut Meningkat, Ahli Prediksi El Nino Super Bakal Terjadi
Permukaan Laut di Seluruh...
Permukaan Laut di Seluruh Dunia Meningkat Namun di Greenland Menurun
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
Pemkot Bontang Buka...
Pemkot Bontang Buka Karpet Merah Industri Pengalengan Ikan
Ikan Sapu-Sapu Diburu...
Ikan Sapu-Sapu Diburu di Setu Babakan, TNI AL Dikerahkan
Rekomendasi
Jelang Kontra Inggris,...
Jelang Kontra Inggris, Harry Kane Masuk Daftar Sihir Dukun Ghana
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Memodernisasikan Pertahanan...
Memodernisasikan Pertahanan Maritim, Indonesia Berpotensi Kembangkan Teknologi Kapal Laut
Infografis
8 Peristiwa Besar di...
8 Peristiwa Besar di Indonesia Sepanjang Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved