Apakah Gunung Bisa Bergerak? Ternyata Pernah Disebutkan dalam Al-Qur’an
Rabu, 18 Desember 2024 - 11:54 WIB
loading...
A
A
A
Seismometer kedua ditempatkan di bawah lantai gubuk beberapa ratus meter di bawah puncak gunung. Sementara seismometer ketiga ditempatkan di kaki gunung sebagai referensi.
Menariknya, seismometer terus-menerus merekam pergerakan dan memungkinkan tim untuk mengekstrak frekuensi dan arah resonansi. Pergerakannya kecil, sekitar nanometer di garis dasar hingga milimeter selama gempa bumi.
Pengukuran menunjukkan bahwa Matterhorn secara konsisten berosilasi ke arah utara-selatan pada frekuensi 0,42 hertz atau sedikit kurang dari sekali setiap 2 detik. Pada frekuensi yang sama juga berosilasi ke arah timur-barat.
Membandingkan pergerakan di puncak gunung dengan pengukuran dari seismometer referensi di dasarnya, para peneliti menemukan bahwa puncaknya bergerak jauh lebih banyak daripada bagian bawahnya.
Selain Matterhorn, peneliti juga melakukan pengukuran di Grosser Mythen, gunung di Swiss yang bentuknya mirip. Di sana, mereka menemukan resonansi serupa.
Sementara itu, jika kembali pada sumber kitab agama Islam, Al-Qur’an, di surat An-Naml ayat 88, sebagian ulama memiliki tafsir berbeda. Di antaranya yang paling menarik adalah menyebut gerak gunung yang disebutkan bukan gerak yang dilakukan oleh gunung itu sendiri, tetapi pergerakan yang mengikuti gerak bumi.
Menariknya, seismometer terus-menerus merekam pergerakan dan memungkinkan tim untuk mengekstrak frekuensi dan arah resonansi. Pergerakannya kecil, sekitar nanometer di garis dasar hingga milimeter selama gempa bumi.
Pengukuran menunjukkan bahwa Matterhorn secara konsisten berosilasi ke arah utara-selatan pada frekuensi 0,42 hertz atau sedikit kurang dari sekali setiap 2 detik. Pada frekuensi yang sama juga berosilasi ke arah timur-barat.
Membandingkan pergerakan di puncak gunung dengan pengukuran dari seismometer referensi di dasarnya, para peneliti menemukan bahwa puncaknya bergerak jauh lebih banyak daripada bagian bawahnya.
Selain Matterhorn, peneliti juga melakukan pengukuran di Grosser Mythen, gunung di Swiss yang bentuknya mirip. Di sana, mereka menemukan resonansi serupa.
Sementara itu, jika kembali pada sumber kitab agama Islam, Al-Qur’an, di surat An-Naml ayat 88, sebagian ulama memiliki tafsir berbeda. Di antaranya yang paling menarik adalah menyebut gerak gunung yang disebutkan bukan gerak yang dilakukan oleh gunung itu sendiri, tetapi pergerakan yang mengikuti gerak bumi.
Lihat Juga :