Dasar Laut Ambles, Lubang Gravitasi Berdiameter Besar Ditemukan di Samudra Hindia

Rabu, 04 Desember 2024 - 13:23 WIB
loading...
Dasar Laut Ambles, Lubang...
Lubang Gravitasi Berdiameter Besar Ditemukan di Samudra Hindia. FOTO/ AMRICAN OCEAN
A A A
LONDON - Para ilmuwan temukan fakta tersembunyi pada 'lubang gravitasi' di Samudra Hindia. Lubang gravitasi adalah area dengan tarikan gravitasi rendah, yang menyebabkan dasar laut tenggelam.

BACA JUGA - Ilmuwan Berencana Memompa Karbon ke Dasar Laut

Jauh di bawah lautan, ada satu yang luasnya tiga juta kilometer persegi dan sebelumnya telah membingungkan para ilmuwan.

Dua peneliti dari Institut Sains India, Debanjan Pal dan Attreyee Ghosh, merasa telah memecahkan misteri tersebut.

Lebih dari 1.000 kilometer (621 mil) di bawah kerak Bumi, mereka menemukan sisa-sisa samudra purba yang dingin dan padat yang terjun ke 'kuburan lempeng' di bawah Afrika sekitar 30 juta tahun yang lalu, mengaduk batuan cair yang panas.

Pal dan Ghosh menelusuri kembali pembentukan geoid masif dengan memodelkan bagaimana lempeng tektonik meluncur di atas mantel Bumi selama 140 juta tahun terakhir.

Mereka menjalankan simulasi dan membandingkan bentuk tekanan samudra yang diprediksikan oleh model tersebut dengan pengamatan terhadap lekukan itu sendiri.

Semua model yang mereproduksi geoid rendah Samudra Hindia dalam bentuknya saat ini memiliki satu kesamaan: gumpalan magma panas dan berdensitas rendah yang berembus di bawah dataran rendah tersebut. Gumpalan ini, serta struktur mantel yang khas, adalah yang menciptakan geoid rendah; jika mereka naik cukup tinggi, menurut Pal dan Ghosh.

"Singkatnya, hasil kami menunjukkan bahwa untuk mencocokkan [bentuk dan amplitudo] tekanan geoid rendah yang teramati, kolom harus cukup kuat untuk mencapai kedalaman pertengahan mantel," tulis pasangan tersebut.

Gumpalan pertama ini muncul sekitar 20 juta tahun lalu, di sebelah selatan geoid rendah Samudra Hindia, dan sekitar 10 juta tahun setelah Laut Tethys kuno tenggelam ke mantel bawah.

Saat gumpalan menyebar di bawah litosfer dan bergerak perlahan menuju semenanjung India, tekanan rendah tersebut meningkat.

Tetapi penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi karena tidak semua ilmuwan yakin.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
Gurita Biru Kehijauan...
Gurita Biru Kehijauan Langka Ditemukan di Dasar Laut Galapagos
Suhu Air Laut Meningkat,...
Suhu Air Laut Meningkat, Ahli Prediksi El Nino Super Bakal Terjadi
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
Bukan Pelangi Biasa,...
Bukan Pelangi Biasa, Ini Fakta Awan Warna-Warni di Jonggol Menurut Ahli IPB
Fenomena Awan Pelangi...
Fenomena Awan Pelangi Muncul di Langit Jonggol, BMKG: Berkaitan dengan Optik Atmosfer
Rekomendasi
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
Berita Terkini
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved