Alasan Paling Masuk Akal Penduduk Bumi Harus Pindah ke Mars

Senin, 02 Desember 2024 - 16:50 WIB
loading...
Alasan Paling Masuk...
Planet Mars. FOTO/ DAILY
A A A
CARDIFF - Kabar bahwa bumi tidah aman untuk dihuni manusi, pasalnya puluhan keluarga harus dievakuasi dari rumah mereka setelah lubang pembuangan sedalam 15,24 meter muncul di jalan di South Wales.

BACA JUGA - Inti Bumi Bocor Menyebabkan Bumi Setiap Tahunnya...

Lubang besar itu muncul hanya beberapa meter dari pintu depan sebuah rumah setelah badai Bert baru-baru ini terjadi.

Seperti dilansir dari The Sun, sekitar 30 rumah di Merthyr dievakuasi akibat terbentuknya lubang pembuangan.

Kawasan tersebut baru saja pulih dari kehancuran akibat Badai Bert yang membawa angin berkecepatan 120,7 kilometer per jam dan banjir bandang.

Menurut polisi South Wales, mereka sedang menangani insiden tersebut.

“Jalan ditutup di kedua arah. Tolong hindari melewati area itu,” kata polisi.

Tak hanya di Wales, sebuah kota dengan sekitar 73.000 penduduk di Brasil terancam 'ditelan bumi' karena daerah tersebut berjuang dengan masalah lingkungan.

Buriticupu, yang terletak di timur laut Brasil, menghadapi masalah erosi tanah akibat pekerjaan penebangan pohon hutan.

Kawah besar sedalam 70 meter terbentuk di lingkungan sekitar, dan longsor sering terjadi hingga mampu 'menelan' seluruh kota dalam waktu dekat.

Sejauh ini, terdapat 26 kawah besar berukuran lebih dari 298 meter yang terbentuk selama beberapa tahun akibat penggundulan hutan di sekitar kota.

Proses pembersihan kawah hanya menyebabkan struktur tanah menjadi lebih lemah sehingga tanah sulit menyerap air.

Tahun ini, musim hujan yang deras membuat masalah semakin parah dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga.

Selain itu, kurangnya pekerjaan perencanaan oleh otoritas lokal menyebabkan masalah di kota semakin parah.

Pejabat setempat Joao Carlos menginformasikan bahwa situasi di kota 'sangat sulit' karena melibatkan pemberian kompensasi yang besar kepada warga jika mereka harus pindah ke tempat lain.

Dalam kurun waktu 10 tahun, tujuh orang dilaporkan meninggal akibat tertimpa erosi tanah, selain itu lebih dari 50 rumah ditelan bumi.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Batuan...
NASA Temukan Batuan Aneh Berbentuk Sisik Naga di Mars
Elon Musk Siap Bangun...
Elon Musk Siap Bangun Kota di Bulan dan Mars
Ilmuwan Klaim Planet...
Ilmuwan Klaim Planet Mars Dahulu Berwarna Biru Sebelum Jadi Merah
Diterjang Badai Debu,...
Diterjang Badai Debu, Astronot Deteksi Petir di Mars
Celestis Tawarkan Pemakaman...
Celestis Tawarkan Pemakaman di Mars pada Tahun 2030
Ilmuwan Klaim Temukan...
Ilmuwan Klaim Temukan Bukti Baru Kehidupan di Mars
Selamat Tinggal 24 Jam...
Selamat Tinggal 24 Jam Sehari? Penghuni Bumi akan Mengalami 25 Jam Sehari
Batu Mars Terbesar di...
Batu Mars Terbesar di Dunia Terjual Seharga Rp88 Miliar di Pelelangan
Meteorit Mars Dijual...
Meteorit Mars Dijual Rp69,88 Miliar, Pemerintah Niger Marah
Rekomendasi
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Memodernisasikan Pertahanan...
Memodernisasikan Pertahanan Maritim, Indonesia Berpotensi Kembangkan Teknologi Kapal Laut
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved